Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Bangkitnya Sang Ahli Pedang
Arachne dan Mengambil Keuntungan


__ADS_3

"Sunny, apa kau tidak masalah tidak kutemani?"


Aku melirik ke arah Sunny. Sebuah gua besar yang tampak seram di depan kami dengan jaringan laba-laba itu sudah pasti sarang Arachne.


"Tidak apa, Ayah. Percayalah padaku "


"Baiklah."


Sebelum Sunny masuk ke dalam gua, aku mengusap kepalanya beberapa kali, lalu dia terbang ke dalam gua bersama dengan Tanka di atasnya.


Aku menatap gua itu walaupun Sunny dan Tanka telah menghilang. Pendengaranku belum ada menangkap suara keributan.


"Mari kita latihan."


Mendengar hal itu, Verion bersiap-siap untuk bermeditasi. Tapi aku memandang dengan sinis.


"Maksudku ayo kita berlatih pedang. Ambil pedangmu."


Secara refleks Verion menghela napas panjang dan dengan matanya yang terbuka lebar, Verion seakan bertanya dengan kesal. "Kenapa harus pedang sih?"


Aku menanggapinya dengan tertawa renyah. Jika Willian akan secara terang-terangan menatapku seakan aku orang gila, maka Verion memilih untuk menggerutu pelan saat berbalik badan.


"Baiklah, mari kita mulai. Ayahmu menitipkanmu padaku. Jadi jangan kecewakannya."


Saat itu aku telah mendengar suara dari dalam gua. Mungkin Sunny dan Tanka baru menghadapi anak buah Arachne. Tidak ada teriakan kesakitan dari mereka berdua, semuanya tampak terkendali.


"Kalau kau melamun, mungkin suatu saat aku bisa melukai lehermu, Akion." Verion menyeringai padaku.


Tampaknya dia ingin membalas dendam mengenai insiden lehernya yang sedikit tergores oleh pedangku yang dulu.


Tapi aku tidak tersinggung, aku malah mempersilakannya. Karena itu bukti dia telah menjadi kuat.


"Lakukan jika kau mampu."


Ini adalah provokasi untuknya, melukai leherku adalah sebuah piala yang menggiurkan.


Dia meneguk minuman dengan cepat. Seolah akan ada yang merebutnya dari tangannya.


Hal yang kupikirkan terjadi padanya, dia tersedak dan tampak konyol dengan itu.


Aku tahu napasnya masih terburu-buru karna berlatih pedang padaku, namun, lebih baik baginya untuk mendinginkan suhu tubuhnya dulu baru meminum minumannya dengan tenang.


Ah, aku telah mengatakannya padanya, tapi yang namanya manusia, dia tetap melakukannya.


"Jangan meminta airku."


Aku langsung melarangnya ketika air yang dia pegang tumpah sebagian karena dia tersedak tadi.


"Anda begitu kejam, Akion." Dia tersenyum getir


"Aku telah memberimu nasihat, Verion. Kau juga tidak akan mati menahan haus beberapa jam."


Verion tercengang dan menjadi tidak bisa berkata-kata. Apa aku terlihat sangat kejam di matanya?


"Jika kau bisa mengalahkanku, maka akan kuberikan air minum ini." Dia menatapku lesu, baginya hal itu adalah tidak mungkin, artinya tidak ada air untuknya.


Verion mencoba membantah, lalu melihat mataku menatapnya, dia menutup mulutnya lagi. Berdebat di saat dia haus, akan membuatnya lebih haus. Pilihan yang tepat.


Kegaduhan di dalam gua yang tadi kudengar telah mereda. Mereka berhasil mengalahkannya. Untuk memastikan, aku bertanya pada Sunny melalui telepati.


"Sunny, apa kau telah berhasil mengalahkannya?"

__ADS_1


"Iya, Ayah. Sekarang aku akan memakannya."


"Lakukan dengan santai."


Aku meneguk airku lagi, Sunny pasti sangat menikmati hidangannya.


"Ambillah 'sebelum aku berubah pikiran."


Setelah Verion mendinginkan tubuhnya, aku baru memberikannya air.


"Aku tahu bahwa Akion adalah orang yang baik." Dia tersenyum dengan cara yang sama seperti Altair. Pertemuan singkat mereka bahkan dapat pengaruh pada Verion. Menjilat.


Dia buru-buru mengambil botol minum ku, dan meminumnya dengan tenang.


**


Sesuai perkataanku kepada August, kami akan sampai ke perkemahan sebelum matahari terbit.


Sunny telah keluar dari sarang Arachne, ukuran tubuhnya tampak tidak ada perubahan. Tapi bisa saja kekuatannya yang berubah.


"Ayah." Dia mengusapkan kepalanya di kakiku.


Tapi yang membuatku terkejut bukanlah itu. Sunny mampu berbicara secara nyata. Bahkan Verion membulatkan kedua matanya dan kagum dengan suara Sunny.


Suaranya seperti suara anak kecil manusia yang manis. Jika bisa digambarkan secara animasi, maka suara Sunny memang sangat cocok untuk karakter chibi.


"Apa kau selama ini mendengar suara indah ini?"


Menurutku Verion melebih-lebihkan sesuatu, tapi aku mengangguk saja agar tidak ada perdebatan.


"Aku iri. Bahkan kau telah di panggil ayah olehnya. Jika begitu, panggil aku paman." Verion memegang dadanya, dan memperkenalkan diri sebagai paman pada Sunny


Tapi sunny menggelengkan kepala.


Itulah yang dia katakan.


Mereka tidak ada hubungan sedekat itu, Sunny hanya memanggilku ayah dan tidak dengan yang lainnya. Bahkan sosok naga yang gagah berani dan menganggap dirinya tinggi telah tampak pada diri Sunny, Dia tidak ingin diperintah oleh orang lain, dia akan melakukan apa pun yang dia mau, termasuk memanggil nama mereka.


Itu sedikit membuatku khawatir nantinya.


Aku menggunakan telepati saat menatap Tanka yang bersenandung gembira.


"Apa yang kau kumpulkan, Tanka?"


Itu tas yang sangat besar untuknya.


"Aku mengumpulkan jaringan laba-laba yang di semprot kan Arachne. Ini lembut sekali seperti sutra. "


Tanka mengusapkan sedikit jaringan laba-laba di pipinya dan mendalami hal itu dengan wajah keenakan.


"Lalu?"


Aku tidak percaya jika Tanka yang rakus ini hanya mengambil jaringan laba-laba.


"Aku mengambil racun Arachne, bulu Arachne, kaki dan... bola matanya." Dia tersenyum ceria.


Begitulah Tanka. Tidak akan ada yang tersisa, semua bagian menurutnya berguna dan dia selalu tahu cara memanfaatkannya


Setelah puas berbicara dengan Sunny, Verion mengajakku untuk kembali.


Kami akhirnya sampai.

__ADS_1


Kulihat mereka telah bersiap untuk melakukan perjalanan kembali.


Ketika Sunny mengendap masuk ke dalam kereta, aku berbicara pada August.


"Apakah semuanya baik-baik saja?"


Dia membalikkan tubuhnya dan menghadapku.


"Semuanya baik saja, Tuan Akion."


Sebuah jawaban singkat, aku melihat wajah para kesatriaku, semuanya tampak lebih sehat. Kurasa istirahat yang cukup panjang tadi telah mencukupi kebutuhan istirahat mereka.


Kemudian saat matahari perlahan menghilang, kami melanjutkan perjalanannya.


Di dalam kereta Sunny menjilati wajahku seperti anjing. Ada dua kemungkinan kenapa dia melakukan hal seperti ini. Satu karena menyayangiku, dua, karena dia tidak ingin aku tertidur.


Saat melihatku memejamkan mata sebelumnya, Sunny baru bergerak menjilatiku hingga wajahku basah.


Ini pengganti air alami.


"Hentikan, Sunny."


Dia berhenti dan memandangku.


"Apakah Ayah tidak menyukainya?"


"Aku sudah cukup basah, Sunny."


Aku mengusap kepalanya agar dia tidak memikirkan apa pun, setelah itu mengelap wajahku.


Sunny kecewa padaku, dia membaringkan tubuhnya sedikit menjauh dariku selama perjalanan tadi Tanka sibuk berbicara perpisahan pada Sunny. Mungkin dia mengidap separate syndrom yang membuatnya tidak bisa tenang jauh denganku.


Aku adalah hal pertama yang dia lihat, walaupun hubungan kami lebih erat dari sebelumnya, tapi kami baru menghabiskan waktu bersama sebentar. Jika dibandingkan dengan siklus hidupnya, Sunny lebih banyak menghabiskan waktu di dalam telur sendiri.


Betapa kesepiannya?


Aku melirik Tanka mengatakan ini buah dari ocehannya yang kadang tidak bisa dijaga.


Tanka memasang wajah masam padaku. Sejujurnya, aku tahu kenapa Tanka melakukan hal ini, dia ingin aku terus menunda untuk mengirim Sunny ke hutan kegelapan.


"Bukankah kita akan terus bisa berhubungan?"


Aku tidak menyentuh Sunny. Aku hanya melihatnya yang memunggungiku. Ekornya tidak bergerak.


"Bahkan kau bisa berbagi visi denganku jika bertambah kuat, Sunny."


Dia juga tidak meresponsku.


"Jika kau bertambah kuat, maka itu akan mempermudah kita untuk melakukan apa pun. Apa kau tidak ingin aku naik ke atasmu?"


Dia merespons, ekornya bergoyang sedikit. Kepalanya yang menyandar malas di tangannya akhirnya berdiri. Dia memutar tubuhnya.


"Baiklah. Aku akan bertambah kuat dengan cepat, sehingga aku bisa datang kepada Ayah dengan bangga."


Apakah ini rasa terharu melihat anak telah dewasa? Ikatan batin kami membuatku merasakan rasa harus yang lebih dalam. Layaknya hubungan ayah dan anak dalam arti sebenarnya.


"Nah, mari kita tidur."


Verion berbicara dengan tubuhnya setengah terlelap. Dia tidak menggunakan selimut atau hal lain yang menghangatkan walaupun disini telah turun salju sedikit.


Itu karena penyihir api mempunyai suhu yang lebih hangat dari pada manusia umumnya. Saat di Sanktessy, dia menderita dengan suhu yang ekstrim. Kembalikan dari Harzem yang seorang penyihir air, tubuhnya lebih dingin. Jika Harzem ada di tempat yang lebih dingin, dia akan sering mengutuk cuacanya.

__ADS_1


"Selamat tidur Verion, Sunny, dan kau."


Aku tersenyum pada Tanka yang cemberut saat namanya tidak kusebutkan.


__ADS_2