
Author
Morgan membawa gadis pujaannya kekantor untuk menemaninya melanjut pekerjaannya, pria itu berjalan dengan arogant seolah menunjukkan pada smeua karyawan jika ia menemukan gadis yang ia inginkan selama ini.
semua karyawan yang melihat bos mereka membawa wanita bersamanya langsung terkejut dan bertanya-tanya apa hubungan antara keduanya, karna yang mereka tau tuan mereka tak pernah membawa gadis manapun bersamanya apalagi kekantor
Morgan langsung membawa Kayla masuk kedaam ruangannya dan menyuruh sekretarisnya untuk tidak mengganggu keduanya
"sebentar aku lanjutkan pekerjaanku dulu" ucap Morgan dan diangguki oleh Kayla, gadis itu tampak melihat seisis ruangan dengan gaya dominan hitam putih bak catur, sengaja dibuat Morgan karna itu warna favoritnya
"tuan.. boleh saya meminjam toilet, saya kebelet" ucap Kayla jujur, ia menahan ingin ketoilet karna takut mengganggu pekerjaan Morgan
"silahkan, kenapa harus izin padaku" ucap Morgan merasa lucu pada gadis itu, untuk ketoilet saja ia harus izin ada-ada saja, pikir Morgan
Kayla yang sudah terlanjur kebelet langsung ketoilet tanpa menjawab jawaban Morgan, ia juga berfikir tidak salah dengan ucapannya, mengapa pria itu tertawa mengejeknya
selang setengah jam, akhirnya Morgan menyelesaikan pekerjaannya dan berniat untuk pulang namun jika dilihat dari situasi diluar hujan tidak ada hentinya dan malah semakin deras
"apa kamu harus pulang hari ini atau ada waktu sampai malam?" tanya Morgan ada Kayla, ia tidak ingin membawa gadis itu tanpa izin dari orangtuanya keluar
"aku bisa pulang malam, asalkan mama papa tau aku dimana" ucap Kayla menjawab dan melihat wajah lelah Morgan
"ya sudah beritahu mereka kalau kamu pulang malam" ucap Morgan santai, hal itu membuat Kayla bingung dan dalam hatinya bertanya-tanya, memangnya mereka akan kemana, pikir Kayla
"jangan khawatir, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu, hanya satu macam" ucap Morgan tersenyum devil, entah dari mana Morgan belajar cara menggombal wanita
"baiklah" ucap Kayla dan mengabari mamanya bahwa ia akan pulang malam karna harus mengurus pekerjaan dan proyek penting dengan rekan bisnis papanya. tanpa harus menunggu lama Mira langsung menyetujuinya dan bahkan mengatakan jika nginap sekalipun tidak apa-apa
"kita ke apartemenku sekarang, kita harus melanjutkan diskusi tadi" ucap Morgan dan diangguki oleh Kayla, kepolosan gadis itu membuat Morgan bisa mencari alasan mengelabuinya
"tapi tuan.. aku lapar lagi" ucap Kayla menyengir memperlihatkan deratan gigi putihnya dengan polos, Morgan tidak tau lagi mau berkata apa
"bukankah kita baru makan setengah jam yang lalu,mengapa kamu lapar lagi?"ucap Morgan heran, bahkan Kaya tadi makan banyak pikirknya
__ADS_1
"tidak tau.. aku pokoknya lapar dan mau makan tapi bukan nasi, aku mau beli jajan" ucap Kayla sambil berjalan mendahulio Morgan
pria itu hanya mengangguk paham dan mengikuti tuan putri yang sudah berjalan lebih dulu, Kayla terlalu bersemangat untuk membeli jajanan dan cemilan kesukaannya
"dasar bocah" ucap Morgan dan tidak sadar dia tersenyum tipis melihat kelakuan gadis pujaannya
skip
sesampainya diapartemen milik Morgan, Kayla membawa beberapa barang belanjaan miliknya dan sisanya dibawa oleh Morgan, bak sepasang kekasih keduanya berjalan bersama untuk masuk kedalam
"wahh... lumayan juga apartemenmu tuan" ucap Kayla ketika masuk dan melihat ruangan itu didominasi warna putih berbeda dengan ruangan kanto Morgan yang didominasi oleh warna hitam
"ya begitulah ucap Morgan dan meletakkan barang belanjaan kayla keatas meja, sedangkan gadis itu sibuk mengelilingi ruangan yang cukup besar itu
"tuan tidak pernah membawa orang kesini?' tanya Kayla ketika melihat ruangan tu hanya ada beberapa buku tertata dan selebihnya kosong, bahkan kulkas saja kosong hanya ada beberapa air mineral dan bahan makanan instan
"kamu pertama kesini selain sekretarisku Jung" ucap Morgan dan mendudukkan bokongnya kekusri sofa, diikuti oleh Kayla yang duduk diseberang Morgan
"aku mau mandi sebentar, kamu pakai kamar sebelah jika ingin ganti bajau atau yang lain" ucap Morgan dan langsung masuk kedalam kamar pribadinya
"dia tipikal orang simple tidak banyak barang-barang disini" monolog Kayla, ia kembali melirik barang belanjaannya dan berinisiatif untuk memasukkan beberapa kedalam kulkas Morgan
"ahhh.. ada mie instan ternyata, hujan-hujan gini enaknya makan mie pedas sambil makan cemilan" ucap Kayla dan langsung mengambil dua bungkus mie instan bahkan tidak memikirkan izin dari Morgan lagi
gadis itu sibuk didapur tanpa sadar jika pemilik apartemen itu sudah berada dibelakangnya dan memperhatikan apa yang ia lakukan,
"astaga.. tuan kenapa mengagetkanku" ucap Kayla ketika berbalik untuk mengambil wadah mienya
"aku dari tadi sudah disini, kenapa begitu kaget?' ucap Morgan menaikkan alisnya sebelah. pria itu belum menggunakan baju menutupi dada bidangnya dan perut sixpack miliknya
"kenapa tidak pakai baju tuan, kan dingin" ucap Kayla polos dan berusaha untuk tidak melihat roti sobek milik Morgan yang terpampang jelas didepannya
"aku tidak suka pakai baju jika dirumah" ucap Morgan cuek dan beralih mengambil air mineral dari kulkas, sedangkan Kayla menetralkan jantungnya yang hampir saja jatuh demi melihat Morgan yang berpenampilan begitu
__ADS_1
menguji iman sekali, batin Kayla
kini keduanya duduk disofa dengan sibuk masing-masing, Morgan menonton tv dan Kayla makan mienya dengan lahap
"apa seenak itu?, sampai kamu tak sadar ingusmu kemana-mana" ucap Morgan seketika membuat Kayla tersedak dan buru-buru mencari air
tanpa sadar ia mengambil air milik Morgan dan meneguknya hingga habis tak bersisa, gadis itu ngosngosan dan melihat tajam kearah Morgan
"anda keterlaluan tuan!" ucap Kayla hampir menangis dan mmebuat Morgan merasa bersalah, padahal niatnya cuma menggoda gadis itu
"maafkan aku, aku hanya bercanda karna melihatmu terllau laham makan mienya"ucap Morgan mendekati Kayla dan memeluk gadis itu,kapan lagi ada kesempatan ya ges ya
"tapi aku kan tersedak kalau aku tadi mati gimana?" ucap Kayla menumpahkan airmatanya yang sudah dari tadi ia tahan, ia kesal sekaligus malu digoda seperti itu
"mana ada orang tersedak mati, lagipula ada aku disini jad tidak mungkin mati" ucap Morgan tersenyum dan menghampur airmata Kayla dengan lembut
"maafkan aku, aku hanya bercanda hemm?" ucap Morgan namun Kayla terlanjut tidak mood dan wajahnya masih merah
cup
satu kecupan singkat dibibir gadis itu membuat darah dalam nadinya mendesir kencang bagai tersengat listrik 200 watt
bisa-bisanya pria itu mengambil ciuman pertama Kayla dan disaat situasi seperti ini
"apa-apaan tuan tampan ini, mengapa dia mencuri ciuman pertamau ku huhu" batin Kayla ingin marah namun sangat berat lidahnya untuk bicara
"jangan marah lagi, aku minta maaf terlalu berlebihan" ucap Morgan namun Kayla masih mematung dan mengingat apa itu mimpi atau tidak, bisa-bisanya dia hanya diam tanpa jawaban saat pria itu melakukan hal itu padanya
"tuan!!... kamu mengambil ciuma pertamaku yang seharusnya untuk suamiku kelak" teriak Kayla menangis semakin kencang, bukannya diam malah suara gadis itu melengking kemana-mana
cup
ciuman tadi kembali mendarat dibibir Kayla, namun kali ini bukan hanya kecupan melainkan lebih dri itu, Morgan semakin mengeratkan pelukannya dipinggang Kayla agar gadis itu ikut menyeimbangi dirinya
__ADS_1
#to be continue
~Lentera