
Author
"baiklah tuan, seusai kemauan tuan. saya harap juga putri saya berbakat dalam bidang kecantkan dan proyek ini tidak akan gagal. saya jamin" ucap Aron cepat, tak ingin putrinya menyela ucapannya barusan
Mendengar hal itu, Keyla langsung melihat tajam kearah papanya ia tak setuju dengan kerjasama mereka melibatkan dirinya sendiri, bahkan ia saja belum siap untuk terjun kedunia bisnis, bagaimana bisa ia menyelesaikan proyek itu.pikir Keyla
"pa..!" ucap Keyla memanggil namun tak diindahka oleh Arion, pia itu tampak sibuk dengan sekretarisnya mengurus kontrak kerjasama dengan perusahaan N&W
berbeda dengan Morgan yang senang dengan tawarannya tanpa ditanya lagi oleh Arion bahkan langsung menyetujuinya, itu yang membuat Morgan ingin sekali berteriak senang disini namun masih memilkirkan harga dirinya
"aku mau ketoilet dulu" ucap Keyla karna dirinya sangat tidak dihiraukan oleh Arion, ia kesal dan sangat marah namun sudah menjadi tuagsnya juga mau sampai kapan ia harus menghindar dari urusan bisnis, sedangkan dirinya yang akan meneruskan perusahaan
"jangan lama-lama Kay" ucap Arion dan diangguki oleh putrinya, Keyla langsung berdiri
"saya kesana sebentar" ucap Morgan seolah menerima telfon namun itu hanya pura-pura belaka agar bisa mengikuti Keyla ke toilet, jika dirinya ijin ketoilet juga maka akan terlalu kelihatan
ditoilet Morgan hanya diam dan langsung keluar, ia menunggu Keyla keluar dan akan mengajak gadis itu bicara, sekaligus untuk melihat seperti apa respon gadis itu
"ikut aku sebentar nona" ucap Morgan langsung menarik tangan Kayla ketika gadis itu keluar dari toilet dan langsung dibawa Morga, bahkan ia sendiri terkejut ditarik pria itu tiba-tiba
"ada apa tuan?, mengapa memaksa saya begini, kita bisa bicara disana" ucap Kayla ketika mereka sudah menjaduh dari ornag-orang disana
"apa kamu mengenal diriku? atau keluargaku?" tanya Morgan to the point, tak ingin berlama-lama nanti mereka curiga dengan keduanya,ya meskipun sekretaris Jung pasti tau alasan tuannya pergi
"tidak.. saya hanya tau anda rekan bisnis papa dan bekerjasama dengan perusahaan papa" ucap kayla dengan raut wajah yang sangat polos, ingin Morgan bekuk saat itu juga bibir gadis didepannya ini
"aku percaya padamu untuk proyek ini, jangan mengecewakan kami terutama membuat kerugian kalau kamu ada hal yang ditanyakan langsung tanyakan padaku saja" ucap Morgan memberikan kartu nama berisikan nomer telfon dan namanya
"untuk apa tuan?, aku bisa bertanya pada papa nanti" ucap Kayla dengan polosnya, ia snagat tidak paham dengan pria didepannya ini, untuk apa ia melakukan hal ini coba. pikir Kayla
"biarkan tuan Arion bekerja sendiri, jangan ganggu dia banyak hal yang harus ia kerjakan, ini proyek saya dan kamu yang mengerjakannya, jadi yang berhubungan disini adalah saya dengan kamu" ucap Morgan, dia snagat sulit mengakui dirinya suka dengan gadis itu, gengsinya terlalu besar
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, saya pasti menghubungi anda" ucapKayla menerima kartu nama itu
"dan satu lagi... kamu milikku mulai saat ini, ingat itu!" ucap Morgan diakhir katanya dan langsung meningglakan Kayla, gadis itu bingung dan tidak tau berkata apa bahkan heran dengan kata-kata terakhir pira itu, mengapa bisa mengatakan hal itu. batin Kayla bingung sekaligus merasa aneh
setelah pertemuan keduanya, Morgan langsung izin untuk pulang lebih duu ia tak ingin merasa canggung disana padahal Kayla saja tak mau bersitatap dengan dirinya, ia saja yang terllau berlebihan
"kami pulang lebih dulu tuan, jika ada pertanyaan tuan bisa tanya sekretrais saya saja" ucap Morgan menjabat tangan Arion
"baik tuan, saya akan menghubngi tuan dan putri saja juga perlu banyak belajar" ucap tuan Arion dengan senyuman merekah, ia merasa kerjasama akali ini akan lebih menguntungkan mereka
Morgan dan sekretaris Jung langsung menuju perusahaan, ia masih memiliki jadwal meeting dnegan para divisi perusahaan, mengurus semua laporan dan juga membuat strategi untuk proyek mereka kedepannya, meskipun Morgan bisa mengerjakan sendiri namun ia tak mau membuat karyawannya tidak belajar apa-apa
kantor N&W Morgan berjalan dengan penuh wibawa dan aura mendominanan disertai dnegan sambutan para karyawan yang berpapasan dengannya semua karyawan wanita terpesona dengan ketampanan tuan mereka serta kebaikan Morgan selama memimpin perusahaan, pria itu tak pernah sekalipun marah kepada karyawannya tanpa cuma-cuma
"Jung.. katakan pada semua kepala divisi saya tunggu lima menit semua sudah kumpul diruang rapat" ucap Morgan duduk dikursi miliknya, ia langsung membuka setiap laporan yangs udah ada dimeja kerjanya
""baik tuan, saya akan menghubungi mereka" ucap Jung dan keluar dari ruangan Morgan, memberikan waktu kepada tuannya mengecek semua laporan
skip
"mengapa harus aku sih pa.. kan aku masih kuliah gimana kalo kuliah aku berantakan" ucap Kayla yang tidak setuju dengan papanya
"sayang.. kamu pasti bisa papa percaya sama kamu, tuan Morgan itu baik kok jadi tidak usah khawatir ya" ucap tuan Arion menenangkan putrinya, namun Kayla tetap saja tidak setuju
"baik iya, tapi untuk urusan pekerjaan dan apalagi proyek itu akan berubah galak" ucap Kayla ketus dan meningglakan papanya disana, ana gadis itu kesal dan memilih pulang lebih dulu
"kita kekantor saja Wi, dia bisa pulang sendiri" ucap tuan Arion kepada sekretarisnya Dewi, keduanya meninggalkan tempat itu dan pergi kekantor
Kayla yang sedang sibuk memikirkan urusan bisnis tiba-tiba disadarkan oleh perkataan Morgan tadi, ia merasa pria ittu aneh dan sangat membingungkan. bisa-bisanya dia mengklaim dirinya milik pria itu dan dengan senang memberikan nomor ponselnya
"apa dia punya penyakit ya?, padahal kami baru bertemu dia langsung sokab banget sama aku" ucap Kayla didalam mobil, ia menaiki taksi karna papanya kekantor tidak bisa pulang bareng
__ADS_1
"gimana kalau dia punya niat jahat sama aku, astaga apa yang kau pikirkan ini" kata Kayla sedari tadi bermonolog sendiri dan pikirannya kacau saat ini
"apapun yag terjadi, aku pasti bisa. mana mungkin aku bisa kalah dari pria oitu" ucap Kayla dan mengambil kartu nama Morgan untuk menyimpan nomor pria itu diponselnya
skip
seperti yang dijanjikan oleh Morgan, ia pulang kerumah siang harinya dan meluangkan waktunya untuk keluarga. juga bertemu dnegan adiknya yang sangat ia sayang namun kali ini Morgan menepis rasa sayang itu jika menyangkut gadis yang ia inginkan
"sayang.. kamu sudah pulang ya" ucap Naura sambil mencoum Morgan, pria itu snagatlah lembut dikeluarganya namun tegas diluar keluarganya. ia dijuluki oleh rekan bisnisnya single devil karna memang jika menyangkut pekerjaan Morgan tak pernah main-main dan selalu terlaihat wibawa
"sudah ma, oh ya besok aku tak bisa ikut acara makan malam kalian karna harus mengurus pekerjaan dan priyek diluar kota, titip salam dnegan gadis yang akan dijodohkan dengan Hansel" ucap Morgan memberitahulebih dulu
"ouuuu.. abangku tersayang sedunia dirimu ternyata tidak lupa dengan rumah ini" ucap Hansel yang baru turun dari kamarnya dilantai dua
"dari mana saja kau semalam Han.. apa kamu lupa untuk pulang kerumah?" tanya Morgan dengan lembut, ia merangkul adiknya dan membawanya duduk bersamanya
"tidak lupa bang, hanya saja banyak tikus diluar sana yang harus kuurus" ucap Hansel teratwa, ia mengingat semalam dia menghabiskan waktu hanya di Bar miliknya
"jangan sering keluyuran Han... ingat kalau abang tidak selalu bisa mengurus perusahaan dan abang minta kamu juga ikut terjun kesana" ucap Morgan menasehati adiknya
"iya tuh.. gimana nanti kalau nikah sifatnya masih kaya gitu, mana omes lagi" celetuk oma Naomi dari belakang
"mana ada omes oma, aku tuh baik good boy" ucap Hansel dengan gayanya yang narsis dan selalu berdifat absrud
"jangan dnegarkan adikmu itu Gan.. dia selalu begitu, mama saya bingung apakah calonnya akan menerima atau tidak" ucap Naura terkekeh
"pasti terimalah ma, mana ada wanita yang menolak ketampananku ini" jawab Hansel mmebuat Morgan hanya tersenyum dan pikirannya menjadi kacau
"apa aku harus menculik dia agar tidak menikah dengan Hansel?, atau mengancam dirinya?" batin Morgan ketika mengingat perjodohan adiknya dengan gadis yang ia sukai dirinya tidak rela karna sudah jatuh cinta pada gadis itu
to be continue
__ADS_1
~Lentera