Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 42, Kekhawatiran Keluarga


__ADS_3

Author


Saat ini Morgan membawaKayla kerumah sakit karna kondisi Kayla yang snagat mengkhawatirkan, bumil itu sangat lemas dan sekujur tubuhnya penuh dengan lebam apalagi diwajah dan tangannya baju yang tadinya terbuka memperlihatkan dadanya sudah diganti oleh Morgan, ia menyuruh Catrin untuk membeli baju untuk istrinya


"dok tolong istri saya, lakukan yang terbaik untuiknya jika tidak jangan harap kalian amsih bekerja disini" ucap Morgan meletakkan Kayla diatas ranjang rumah sakit


"baik tuan, kami akan periksa istri tuan", jawab dokter itu dan menyuruh suster untuk menyiapkan peralatan, Morgan menunggu sambil menghubungi keluarganya


sedangkan ditempat kejadian, Hansel masih berurusan dengan Xavier, pria itu berkali-kali memberikan bogeman mentah kepada Xavier sampai mulut dan hidungnya mengekyarkan darah segar


"sudah ku bilang jangan sembarangan mencari masalah, kau lihat sendiri kan abangku kalau marah bagaimana" ucap Hansel dan memukul pipi Xavier yang sudah tal berdaya


"apalah gunanya kau menculik kakak ipar dan membawanya kesini apa kau tidak tau bagaimana abangku bergerak!!" ucap Hansel dan menyeret Xavier keluar dari ruangan itu, ia membawa Xavier kemarkas mereka agara Morgan nanti bisa datang melihat


"bagaimana kondisi Kayla nak, apakah sudah ditangani dokter?",tanys Amira dengan takut, ia sangat terkejut mendapat kabar dari Morgan bahwa putrinya masuk rumah sakit


"masih didalam ma, kita tunggu sampai dojter keluar dan memberi penjelasan", ucap Mirgam duduk lemas dikursi tunggu, mereka berdoa agar Kayla baik-baik saja


"kenapa bisa begini Gan? apa kamu tidak mempeketat pengawasan disekitar rumah kalian?", tanya Naura menatap Morgan, setau dia Morgan selalu membuat pengawal untuk keluarganya


"sudah ma tapi banyak pengawal rumah yang berhianat, tadi baru diperiksa Jung lagi mereka", tutur Morgan dan diangguki mereka


sedangkan Arion yang meliha hal itu juga menggerakkan orang-orangnya memperketat penjagaan disekitar rumah Morgan


"Gan.. bisa kita bicara sebentar?", tanya Arion, sudah lama rasanya mereka tidak pernah lagi mengabiskan waktu berdua, terakhir ketika membahas binis mereka


"baik pak, ma aku titip Kayla bentar ya aku ikut papa", ucap Morgan dan diangguki mereka semua, kedua pria itu berjalan agak jauh namun masih berada disekitar ruangan


"ada apa pa? apa ada masalah di perusahaan?",tanya Morgan pada mertuanya, ahh sedikit canggung emang tapi ya begitulah faktanya


"tidak ada nak, papa cuma tidak mau melihatmu begitu kacau. kenapa bisa terjadi seperti ini?", tanya Arion sambil.menepuk pundak Morgan


"ummm hanya masalah sepele dan karna kehadiran masalalu istriku pa", jawab Morgan,.mengingat bagaimana Xavier menculik istrinya membuat Morgan sangat emosi

__ADS_1


"apa kamu tau siapa pria itu sebenarnya?",tanya Xavier lagi, pria itu sudah lama mengenal Xavier namun ia masih bisa memantau Kayla ketika berhubungan dengan Xavier


"aku tau pa, aku sudah menyelidiki latar belakang keluarganya",jawab Morgan, ia dua hari ini menyuruh Xen mencari tau siapa Xavier sebenarnya dan yahh faktanya sangat mengejutka


"ya begitulah nyatanya Gan.... kau tidak boleh lengah lagi ditengah musuh yang mulai berdatangan, jangan anggap mereka sepele",ucap Arion memberi nasihat,


"baik pa, aku ingat hal itu" jawab Morgan dan diangguki Arion saat mereka asik melanjyf cerita tiba-tiba dokter Kayla keluar dan keduanya langsung menuju ke ruangan


"bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya Mira yang dari tadi cemas memikirkan Kayla yang sedang diperiksa


"syukurlah keadaan pasien baik-baik saja,hanya trauma dan lebam ditubuhnya sudsh diperiksa semua baik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan" jawab doketr itu dengan tersenyum


"apakah saya boleh masuk dok? saya ingin melihat istri saya" ucap Morgan menatap harapan kepada dokter itu


"boleh mas.. keluarga boleh masuk tapi tunggu dipindahkan keruang rawat inap" ucap dokter itu dan diangguki oleh mereka semua


skip


Kayla masih terbaring diranjang, semua keluarga menatapnya dengan sedih dan kasihan, tangannya masih lebam dan terlihat bengkak, entah apa yang dilakukan Xavier membuat Kayla sampai trauma


"iya Na aku juga tadi khawatir sama kandungannya, kasian Kayla trauma dua kali kalo sampai hal itu terjadi" jawab Amira dengan airmata yang masih berkaca-kaca


"ya sudah kita berdoa aja biar dia cepat siuman dan bisa pulang" ucap oma Naomi dan diangguki mereka semua


"Ga... sepertinya kalian jangan pulang kerumah kalian nanti, biarkan Kayla tinggal dengan kami dirumah" ucap oma Naomi


ia tidak ingin hal ini terjadi kedua kalinya dan membahayakan nyawa menantu serta calon cucu mereka


"baik oma nanti aku suruh Jung untuk memindahkan barang-barang kami, tadinya aku juga berfikir begitu" jawab Morgan


"iya nak..kasian juga Kayla kalau kamu tinggal kerja dia sendirian dirumah, mana Catrin kan tidak bisa kesana tiap hari", ucap Amira menatap gadis itu (Catrin) berdiri dibelakang mereka


"iya ma aku akan atur nanti" jawab Morgan, mereka kembali fokus melihat Kayla yang masih berbaring disana

__ADS_1


sedangkan Hansel buru-buru kerumah sakit setelah selesai dengan tugasnya, yaitu memberi pelajaran kepada Xavier


"hah..hah..hah... gini amat jadi adek" ucap Hansel berlari ditrotoar rumah sakit


sampai akhrinya ia masuk keruangan VVIP dimana Kayla dirawat disana, sekua keluarga menunggu kedatangannya


"Han... kenapa berlari nak, apa kamu tidak sabar melihat Catrin?" tanya Naura membuat Catrin salah tingkah dan malu


"isshh mama apaan sih, aku cuma mau lihat keadaan kakak ipar, juga Catrin sih"ucap Hansel membuat mereka semua tertawa kecuali Catrin, ia menutup wajahnya karna sudah berubah merah bak kepiting rebus


"Kayla baik-baik saja Han.. sudah fitangani dokter tinggal menunggu dia siuman saja" ucap oma Naomi dan menyuruh Hansel duduk disampingnya tepat dekat dengan Catrin


"syukurlah oma, aku samoai buru-buru kesini" jawab Hansel terkekeh, ia menatap Morgan yang tidak suka karna terlalu mengkhawatirkan istrinys


"jangan macam-macam Han...lihatlah Catrin menunggumu dari tadi, dia takut kau kenapa-kenapa" ucap Morgan membuat mereka semua tertawa karna ucapan Morgan


"baguslah bang.. aku senang jika Catrin mencemaskanku, tidak sia-sia aku ikut menyelamatkan kakak ipar" tutur Hansel


ruangan itu semakin ramai karna gelak tawa keluarga, sedangkan Catrin? dia tidak tau lagi harus bagaimana, sungguh memalukan disini membuat dirinya salah tingkah dan selalu bahan tawa mereka


"sudah sudah..kasian calon mantuku sudah seperti udang rebus pipinya, astaga" ucap Naura memeluk Catrin yang dari tadi hanya diam menutup wajahnya


"bawa Catrin keluar Han.. kasian dia dari tadi menutup wajahnya yang sudah panas" ucap Amira dan diangguki oleh Hansel


pria itu membawa Catrin keluar dan bersamaan Kayla sadar dan membuka matanya


"euuuhh" Kayla meraskaan tubuhnya yang pegal dan lengannya yang tak bisa digerakkan


"sweety..kamu sudah sadar?", ucap Morgan dan membantu Kayla untuk meyender


"mas.. aku takut, dia menyentuhku", ucap Kayla dengan menangis, Morgan langsung membawa Kayla kepelukannya dan menenangkan istrinya


#to be continue

__ADS_1


~Lentera


__ADS_2