Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 11, Jangan Membahasnya


__ADS_3

Author


Morgan melepaskan ciu*mannya terhadap Kayla dan menatap gadis itu dengan penuh kelembutan, bahkan tangannya bergerak mengelus pipi Kayla dengan lembut


"maafkan aku, aku melewati batasan, maafkan aku Kayla" ucap Morgan merasa bersalah dan menarik tangan Kayla kedada bidangnya


"rasakan apa yang kurasakan Kay, kamu tau?, sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku sudah jatuh hati padamu. aku bahkan berusaha untuk mendekatimu sampai melakukan hal bodoh yang tak pernah kulakukan" ucap Morgan dan mengelus pipi Kayla perlahan


"ta..tapi tuan.. kamu keterlaluan" ucap Kayla menahan airmatanya dan menarik kembali tangannya, jantungnya saja bahkan hampir berpindah tempat sangking terkejut dengan sikap Morgan


"aku tau Kay.. aku tau aku keterlaluan padamu, tapi aku tidak bisa menahan diriku lagi" ucap Morgan merasa ia pria paling bodoh dan pecundang


"tapi aku.. aku terkejut tuan" ucap Kayla kembali menagis dan kali ini ia bersandar didad bidang Morgan sambil menutup wajahnya yang merah padam


"aku tau, aku tau aku kurang ajar padamu... maafkan aku" ucap Morgan dan Kayla tidak lagi membalas


gadis itu memilih diam dan berusaha menetralisir jantungnya yang tak karuan, ia juga memikirkan pernyataan Morgan barusa, jatuh cinta? apakah benar begitu? Kayla hampir tidak percaya jika tidak merasakan detak jantung Morgan yang perpacu dengan cepat


"tapi apa tuan tau kalau aku sudah dijodohkan bahkan dengan adik tuan sendiri" ucap Kayla mendonggakakn kepalanya, menatap Morgan yang terus mengelusnya dengan lembut


"aku tau, aku sudah tau dari jauh-jauh hari. itulah alasanku ingin mendapatkan mu lebih dulu" ucap Morgan jujur, ia tak mau kehilangan gadis yang ia cintai dan hanya Kayla yang ia inginkan


"tapi gak gini juga caranya, kalau aku jantungan dan mati gimana?' ucap Kayla, lagi-lagi gadis itu mengatakan mati. apakah semudah itu untuk mati. pikir Morgan


"jangan mengatakan hal itu Kay, apa kamu pikir mati semudah itu" ucap Morgan mengecup bibir Kayla, itu sudah seperti candu untuknya


"lagian ngapain pake cara kaya gitu" ucap Kayla dan membuat Morgan tertawa dan ingin mencium Kayla lagi, namun dengan cepat gadis itu menghindar


"jangan cium terus tuan, nanti bibirku besar" ucap Kayla membuat Morgan bertambah kencang tertawanya. pria itu melupakan jati dirinya yang arogant dan penuh wibawa


"jangan moyongkan bibirmu kalau tidak ingin dicium lagi" ucap Morgan dan langsung saja Kyal menarik bibirnya yang tadinya maju karna marah


"aku bukan pria romatis dan juga tidak lagi seumuran denganmu Kay, yang menyatakan cinta secara didepan umum atau bahkan membuat kejutan, aku pikir itu bukan umurku lagi"ucap Morgan dengan wajah yang lesu, ia tau kalau gadis yang ia cintai ini masih bisa dibilang anak-anak, namun dirinya? sudah igin memasuki kepala tiga tahun depan


"emm.. maafkan aku, bukan bermaksud seperti itu tuan" ucap Kayla merasa bersalah, ia tidak bermaksud menyinggung umur Morgan, meskipun ia tidak tau umur pria itu

__ADS_1


dimata Kayla, Morgan masih sama seperti dirinya bahkan seperti seusia hanya palingan beda dua atau tiga tahu, menurut Kayla seperti itu


"tidak apa.. aku akui aku setua itu" ucap Morgan dan ingin beranjak dari sana. namun dengan cepat Kayla menahan langkahnya dengan menarik tangannya


"maafkan aku, bukan begitu maksudku" cicit Kayla merasa jika Morgan marah padanya karna perkataanya barusa


"tidak apa.. memang begitulah kenyataanya" ucap Morgan datar padahal dalam hatinya ia ingin melihat ekspresi lucu gadis itu


"maafkan aku sungguh" ucap Kayla dan berdiri diatas sofa agar bisa menyeimbangi tinggi Morgan dengan dirinya


cup


sebuah kecupan singkat terasa dibibir Morgan, bukan dia yang memulai melainkan Kayla


gadis itu memberanikan diri membalas perlakuan Morgan tadi dan juga mengisyaratkan bahwa dirinya juga jatuh hati pada pria itu, Kayla tidak mau munafik karna memang dari awal mereka bertemu ia sudah tertarik dengan Morgan


"kamu menggodaku sayang?' ucap Morgan dan memeluk tubuh Kayla dan membawanya kedalam kamar, Kayla langsung membalas pelukan Morgan dengan wajah yang merah menahan malu


"siapa yang menggodamu tuan.., turunkan aku" pekik Kayla dengan suara yang menggema diseluruh ruangan itu namun Morgan tak menghiraukannya sedikitpun


'jangan memanggilku dengan sebutan itu, itu seperti kata kramat untukku" ucap Kayla mendegus kesal dan membalukkan tubuhnya, tak mau menatap Morgan yang terus mengambil kesempatan darinya


"baiklah tuan putri.. sekarang apa maumu?" tanya Morgan, kini mereka sudah berada didalam kamar dengan Kayla duduk dipangkuan Morgan bak bayi koala


"tidak ada.. kan kamu yang bawa aku kesini" ucap Kayla cuek


"umm baiklah... sepertinya kekasihku ini sedang marah padaku" ucap Morgan, mengklaim bahwa Kayla saat ini sudah menjadi kekasihnya


"siapa yang jadi kekasihmu tuan.. aku tidak menyukaimu!! turunkan aku cepat" ucap Kayla dengan ketus dan memajukan bibirnya kesal


"jangan menggodaku dengan bibirmu sweety.. aku bisa saja kebablasan" ucap Morgan dan membuat Kayla semakin kesal dan sengaja menggerakkan tubuhnya


Kayla memang masih diusia muda, namun otaknya tidaklah semuda umurnya. ia sering mendengar cerita sahabatnya Catrin yang selalu spill tentang hubungan percintaan dengan pria yang ia layani, meskipun satu pria namun tetap saja Catrin selalu ada cerita yang ia bagikan


"jangan melewati batas sweety.. aku bisa kelewatan dan kamu tidak akan pulang malam ini" geram Morgan karna merasa junior Morgan terancam

__ADS_1


"memangnya apa yang kulakukan tuan.. aku hanya memperbaiki posisiku" ucap Kayla tanpa merasa berdosa dan masih menampilkan raut wajah kesal


"baiklah.. jika itu yang kamu mau, aku harap jangan menyesal sweety" ucap Morgan dan membawa tubuhnya melayang keudara


Kayla kini sudah berada dibawah kukungan Morgan, pria itu benar-benar membuktikan bahwa dirinya akan membuat Kayla tidak bisa berjalan sampai pagi


"maafkan aku tuan..kumohon jangan lakukan itu" ucap Kayla menutup matanya, ia takut jika Morgan benar-benar melakukannya


"jangan memanggilku tuan sweety.. apa kamu benar-benar tidak menerimaku?' tanya Morgan dan membantu Kayla duduk diranjang


"emm.. tapi bagaimana dengan perjodohanku dengan Hansel, aku takut mama dan papa akan marah padaku" ucap Kayla menatap Morgan dengan serius


"bukan itu yang kutanyakan sweety.. sekarang jawab kamu menerimaku atau tidak!" ucap Morgan dengan datar, ia merasa kesal jika Kayla membahas tentang perjodohan mereka


"iya.. aku juga jatuh cinta denganmu. tapi aku belum yakin dengan dirimu, aku tidak mau disakiti untuk kedua kalinya dan akan membuatku trauma dengan pria" ucap Kayla menunduk


jika mengingat bagaimana dirinya dicampakkan, Kayla akan merasa sedih dan tidak terima. bahkan ia sulit untuk membuka hatinya karna pengkhianatan mantan kekasihnya dulu


"jangan takut.. aku tidak akan pernah menyakitimu, itu janjiku padamu. kamu boleh percaya karna cuma kamu wanita satu-satunya yang membuatku jatuh cinta hingga saat ini" ucap Morgan, jujur ia juga baru pertama kali jatuh cinta dan ingin egois untuk memiliki cintanya


"baiklah.. ktapi bagaimana dengan Hansel dan orangtua kita, bagaimana jika mereka tau hubungan kita?' tutur Kayla


"tidak usah pikirkan itu, aku akan mengurus dan bertanggung jawab atas semuanya. aku yang lebih dulu menarikmu kedalam hubungan ini" ucap Morgan dan langsung meraub bibir Kayla yang baru saja resmi menjadi kekasihnya


tidak sia-sia Morgan melakukan semua usahanya, meskipun ia harus merendahkan dirinya dan melupakan wibawa yang selalu melekat pada dirinya demi mendapatkan gadis pujaan hatinya, Morgan tidak ambil pusing dengan semua itu, yang terpenting mereka sekarang resmi menjalin hubungan kekasih


huh..huh..huh..


nafas Kayla hampir habis dan Morgan melepaskan pagitan bibirnya, pria itu memeluk erat tubuh Kayla seolah tak mau berpisah dari gadis itu


"jangan pulang ya.. disini saja malam ini" ucap Morgan memohon dengan ekspresi menggemaskan, ia ingin merasakan bagaimana rasanya mencintai wanita yang juga mencintai dirinya, bukan harta yang ia miliki


#to be continue


~Lentera

__ADS_1


__ADS_2