
Author
satu bulan pasca pertunangan itu, Morgan dan Kayla semakin jarang bertemu mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing, Kayla dengan tugas kuliah yang menumpuk dan Morgan yang sellau ada perjalanan bisnis kesana kemari, bahkan ia kadang tidak sempat mengabari Kayla karna sibuk dengan pekerjaannya, memang bisa dibilang Morgan adalah orang yang gila akan pekerjaan
seperti pagi ini, Kayla harus kekampus untuk mengikuti kelas dan diantarkan oleh papanya, karna Kayla harus ada kegiatan kelompok dikampus sampai sore dan Morgan tidak ada mengabari dirinya
"Kay... gimana hubungan kamu sama Hansel?" tanya Ctarin tiba-tiba ketika mereka sedang makan ditaman kampus, Kayla yang tidak memikirkan itu hanya menaikkan bahunya, tnada tidak tau
"gimana sih, kan kata Hansel kalian bakal menikah sebentar lagi" ucap Ctarin dan menatap Kayla berharap gadis itu memberikan jawaban yang ia tunggu
"tidak Cat, jangan percaya dengan dia" ucap Kayla cuek. sebenarnya gadis itu sangat merindukan Morgan kekasihnya yang tidak pernah lagi memberikan waktu kepadanya, bahkan pria itu seolah tidak mengingat dirinya
"Cat.. kayanya aku gak bisa ikut kelompok deh hari ini. aku mau pergi kesuatu tempat" ucap Kayla dan meraih tas miliknya, gadis itu berniat untuk menyusul Morgan kekantornya
skip
dikantor Morgan sedang berkutat dengan berkas dan kertas-kertas yang selalu memenuhi meja kerjanya. pria itu bahkan belum makan siang karna mengejar pekerjaannya, ia melakukan ini untuk menyusun rencananya kedepannya untuk bersama dengan Kayla
Morgan ingin dia menghabiskan waktu dengan Kayla setelah pekerjaannya ini selesai, ia tidak ingin ada yang mengganggunya saat ia akan mengajak Kayla berlibur setelah semester wanitanya selesai
"Jung.. apa semua sudah selesai?, aku ingin bertemu dengan wanitaku" ucap Morgan keluar dari ruangan, sekretaris Jung yang setia menemaninya ikut mengekor dibelakang
"sudah tuan, kita bisa makan siang dulu dan bertemu dengan nona" jawab Jung dengan menatap jadwal mereka hari ini
"ya sudah kalau begitu, aku akan makan siang dengan Kayla sekalian. jadi kita kesana tapi sebeum itu aku mau ketoilet sebentar" ucap Morgan meninggalkan Jung disana sendirian
namun tiba-tiba seorang wanita datang, ia langsung masuk kedalam ruangan Morgan dengan entengnya sambil memanggil nama Morgan, tentu saja Jung langsung siaga menghalangi wanita asing itu masuk
"jangan buat keributan disini. keluar atau aku yang akan menyeretmu!" ucap Jung kepada wanita itu, namun bukannya mendengar dirinya wanita itu bahkan mendorong tubuh Jung dan masuk begitu saja
__ADS_1
"Morgan.. sayang aku datang!!" ucap wanita itu meletakkan tasnya diatas meja dan mencari keberadaan Morgan diruangan itu
sementara diluar ketika Jung ingin masuk kedalam ruangan, tiba-tiba Kayla datang dengan tangan membawa sesuatu sambil tersenyum manis, Jung yang melihat itu langsung terkejut dan menatap Kayla dengan gugup dan takut
"hallo sekretaris Jung.. apa beby Morgan ada didalam?" tanya Kayla tersenyum, namun Jung hanya diam tanpa suara. memikirkan cara agar bisa menahan Kayla disana
"hellooo.. masih bisa dengar kan!" ucap Kayla kesal karna pertanyaannya tidak ada jawaban, ia melambaikan tangan kedepan wajah Jung
"ehh.. i..iya nona, tapi tuan..." suara Jung masih menggantung namun langkah kaki Kayla sudah terdengar masuk. gadis itu mengabaikan Jung yang menjawabnya lama tidak sabar ingin bertemu dnegan Morgan
"bebyy.. aku datang!!' ucap Kayla tersenym lebar.. namun yang ia dapatkan justru pemandangan yang mmebuat hatinya terasa sakit bahkan tidak bisa ditahan lagi
"aa..aapa...ini?" tanya Kayla mematung dengan barang yang ia bawa sudah jatuh kebawa dan mata yang berkaca-kaca dia tahan agar tidak jatuh
"sweety.. ini.. tidak seperti yang kamu lihat" ucap Morgan langsung melangkah tanpa mempedulikan wanita yang masih berada diatas tubuhnya, ia menghampiri Kayla yang masih mematung ditempatnya
"lalu apa!!... apa selama ini memang begini yang kamu lakukan!!!.. apa selama hampir sebulan, ini alasanmu jarang menghubungiku hah!!" teriak Kayla murka, ia tidak menyangka akan mendapati Morgan melakukan hal itu disini
"lalu apa!!,apa Morgan apa!!... ini alasan kenapa Jung sekretarismu itu melarangku masuk kesini hah!!" teriak Kayla mengeluarkan semua amarahnya dengan membabibu dibarengi airmata yang sudah merembes deras dipipinya
"tidak sweetyy. percalah padau. biarkan aku menjelaskannya sebentar" ucap Morgan memohon dengan suara selembut mungkin, ia tau Kayla sangat marah padanya karna berfikir dirinya sudah mengkhianati wanitanya
"apa lagi yang harus dijelaskan... apa lagi Morgan!!' ucap Kayla dan menatap wanita yang masih duduk disana tanpa bergerak sedikitpun. tatapan mereka beradu wanita itu menatap dengan penuh rasa benci dan menantang dirinya
"dia bukan siapa-siapaku sweety, percalah padaku. aku tidak ada hubungan apapun dengannya, dia masuk kedalam dan langsung membuat kekacauan, dia tadi terjatuh tepat ketika aku baru keluar dari toilet" ucap Morgan menunjuk wanita itu dengan tatapan tajam yang mematikan
"apa aku harus percaya hemm!!' ucap Kayla manatap tajam dan melangkah maju. ia mendkeati Morgan namun tidak mau disentuh oleh pria itu
"Jung!!.. bawa kesini bukti nyatanya" perintah Morgan yang pasti Jung sekretarisnya sudah tau apa yang ia maksud, dengan cepat Jung memberikan sebuah flashdiks dan memasangnya dikomputer milik Morgan. mereka akan melihat apa yang sebenarnya terjadi
__ADS_1
"sweety percalah padaku. aku bahkan tidak tau dia datang kemari dan masuk kedalam ruanganku" ucap Morgan memohon dan meraih tangan Kayla, gadis itu sedikit melunak ketika melihat video yang ada dilayar itu. seketika tatapannya melayang kewanita itu
"nyalimu cukup besar nona, tapi apa kau tau kau berhadapan dengan siapa!" ucap Kayla menatap wanita itu dengan langkah yang semakin dekat
"kau siapa masuk kesini heh!" Kayla menyuruh wanita itu bangkit dan berdiri didepannya
"Morgan siapa dia?, apa dia sepupu mu?, kenapa aku tidak pernah tau kamu punya sepupu?" tanya wanita itu. bukannya menjawab pertanyaan Kayla malah mendekati Morgan dan ingin bergeleyut manja ditangan pria itu
dengan cepat Kayla menahan gerakan tangan wanita tu dan menarik rambutnya dengan kasar, Kayla tidak segan meskipun ada Morgan disana yang melihat aksinya itu
"kau siapa berani masuk kesini sembarangan heh!!' ucap Kayla melepaskan wanita itu dan mendorong tubuhnya agar jauh dari Morgan
"kuat juga nih bocil gua, kok bisa mendorong sekeras itu" batin Morgan tersenyum dengan tingkah Kayla yang menurutnya gemas
"aku siapa?, aku kekasih Morgan dan hanya aku yang ia cintai dan kau siapa?, berani seklai kasar padaku!,Morgan lihatlah waniat itu kasar sekali padaku" ucap wanita itu dengan tatapan sendu dan airmata yang kasihan
"heh!!. kau bahkan mengadu pada dia?, apa benar yang dia katakan!!" ucap Kayla menatap Morgan dengan tajam, seolah akan menusuk pria itu jika berbohong
"tidak sweety, aku dan dia tidak pernah berhubungan apapun apalagi kekasih. aku bahkan hanya punya kamu saja" ucap Morgan tersenyum menarik tubuh Kayla untuk dipeluk
"kau dengarkan nona, lalu untuk apa kau datang kesini?, apa untuk emnggoda dirinya?' tanya Kayla melaspakn pelukan Morgan dari tubuhnya dan mendekati wanita itu
"ku beri satu peringatan untukmu.. jangan pernah endekati kekasihku atau kau akan tau akibatnya dan merasakan tangaku yang manis ini" ucap Kayla tersenyum namun sangat menakutkan dan datar
"Morgan... kau tega sekali denganku,aku akan mengatakan pada tante Naura hal ini" ucap wanita itu dan keluar dari ruangan itu dengan tangisan pecah. ia sangat malu diperlakukan gadis kecil itu dan juga Morgan yang tidak mempedulikan dirinya
"sweety aku merindukanmu" ucap Morgan dengan mode manja dan menarik tubuh Kayla untuk ia peluk
"jelaskan padaku sekarang!!"tutur Kayla dengan tegas dan melepaskan pelukan Morgan, amarahnya sudah dipuncak dan harus segera diredakan kalau tidak akan ada perang dunia ketiga saat ini
__ADS_1
#to be continue
~Lentera