Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 15, Cinta Terlarang


__ADS_3

Author


Kayla berpamitan ke[ada Mira dirinya ingin keluar dan akan pulang malam. ia jua berpesan pada mamanya bahwa dirinya akan mengerjakan proyek papanya dengan tuan Winata hal itu ia lakukan agar orangtuanya tidak khawatir padanya bahkan mencarinya nanti


"ma, Kay pamit dulu ya bilang pada papa kalau Kay akan pulang malam lagi" ucap Kayla dan membawa tasnya berisi makan siang dan laptop miliknya


Kayla bahkan sampai lupa kalau dirinya masih menjadi mahasiswa dan sebentar lagi mereka akan memasuki perkuliahan semester baru, otomatis Kayla harus mempersiapkan dirinya


tiga puluh menit akhirnya Kayla sampai diperusahaan Winata diantar oleh supir keluarganya, ia tidak ingin membawa mobil atau motor biasa miliknya karna sudaah pasti nanti ia akan mampir ke apartemen Morgan dan menghabiskan waktu disana


"permisi saya ingin bertemu dengan tuan Morgan" ucap Kayla pada resepsionis dikantor itu dengan ramah


"beliau masih ada meeting dengan klien mungkin nona bisa menunggunya di ruangan beliau" ucap wanita yang menjabat sebagai resepsionis dikantor itu dan mempersilahkan Kayla masuk kedalam


mereka yang bekerja disana tau Kayla karna kemarin Morgan sempat membawa gadis itu kekantir dan bahkan melihat keduanya begitu dekat, para karyawan tidak ingin menambah masalah dengan membuat masalah pada gadis itu


"terimakasih mba" ucap Kayla tersenyum dan langsung masuk kedalam, gadis itu hapal betul ruangan Morgan meskipun baru kemarin pertama kali kekantor itu


skip


Kayla menunggu Morgan diruangannya dengan sembari memainkam ponselnya, ia merasa bosan karna sudah 20 menit ia menunggu namun kekasihnya tak kunjung datang, Kayla memilih rebahan diatas sofa sambil mendengarkan musik


sementara diruangan lain, Morgan masih membahas meeting dengan kliennya dan tidak tau kalau wanitanya datang kekantor, oa bahkan tidak diberitahu oleh resepsionis karna menurut wanita tadi bosnya tau kedatanagn gadis cantik itu


sampai pada akhirnya, Kayla ketiduran diatas sofa karna kelamaan menunggu Morgan. bahkan bekal siang yang ia bawa tadi masih belum dibuka dan sepertinya akan dingin


"ini bekal siapa Jung?, apa mama kesi.." belum sempat menyelesaikan ucapannya Morgan melihat tubuh gadis yang kecil berada diatas sofa dengan aerphone yang masih ditelinganya dan sepertinya sedang tidur


"keluar Jung.. aku ingin makan siang bersama wanitaku" ucap Morgan mendorong paksa sekretaris Jung dan menutup pintu ruangannya dengan rapat dan dikunci

__ADS_1


Morgan berjalan kearah sofa dan mengelus pipi Kayla, takut jika ia membangunkan gadis mungkin itu yang tidur sangat nyenyak


"apa dia sudah menungguku lama disini?, bahkan sampai tertidur tapi tetap lucu" ucap Moragnmengecup pipi Kayla, namun detik selanjutnya gadis itu bangun dan mengerjapkan matanya


Kayla menatap sekelilingnya dan berhenti pada sosok yang ia tunggu dari tadi, Morgan masih setia duduk dibawah sofa sambil memandangi wajahnya


"kamu sudah bangun sweety?, maaf aku tadi meeting dengan klien dan tidak tau kamu datang" ucap Morgan tersenyum, ia duduk disamping Kayla


"iya beby tidak apa, aku bahkan tidak tau aku sampai ketiduran disini" ucap Kayla dan melangkah mengambil bekal yang ia bawa untuk mereka nikmati bersama


"yahh.. sudah dingin beby" tutur Kayla saat membuka bekal itu sudah dingin


"tidak apa sweety.. aku akan tetap suka asalkam itu dari kamu" ucap Morgan tersenyum hal itu membuat Kayla tersipu malu mendengarkannya


"ya sudah kalau begitu, ayo makan" ucap Kayla dan membuka semua bekal yang ia bawa, namun dengan manjanya Morgan ingin disuapi oleh kayla.


mau tak mau Kayla menurut dan menyupai Morgan seklaigus dirinya sendiri, Morgan bahkan menghabiskan semua bekal yang dibawa Kayla dengan lahap tanpa ada komentar satupun


"tidak beby.. mama yang masak aku tadi cuma bantuin sedikit" ucap Kayla malu. ia bahkan hanya melihat mamanya saja yang masak hanya sesekali ikut bantu jika mamanya kewalahan


"aku suka sweety, apalagi kamu yang masak" ucap Morgan memberi kode kalau selanjutnya ia ingin merasakan masakan wanitanya


"nanti akan kubuat beby, tapi jangan terkejut dengan rasanya" ucap Kayla tertawa, keduanya menikmati makan siang dengan tawa yang renyah dari Kayla dan sesekali Morgan ikut tertawa


"beby.. ada yang mau aku kasih tau" ucap Kayla duduk dipangkuan Morgan. keduanya tengah istirahat sejenak sebelum Morgan kembali bekerja


"apa sweety katakan saja hemm?" ucap Morgan sambil mengelus punggung Kayla dan menyelipkan anak rambutnya kebelakang


"tadi Hansel mengirimiku pesan, dia mengajakku bertemu nanti malam" ucap Kayla menatap Morgan memastikan jika pria itu tidak marah atau kesal dengan apa yang ia katakan

__ADS_1


"lalu kamu jawab apa sweety?, apa kamu menerimanya?" tanya Morgan menelisik Kayla, ia ingin tau bagaimana wanitanya membalas ajakan adiknya


"tidak.. maksudku belum kubalas sampe sekarang" ucap Kayla


"kenapa?, apa kamu aka menolaknya?' tanya Morgan sambil mengelus lembut punggung Kpayla, tangan Morgan sejak tadi tidak berhenti bergerak dan malah semakin liar kesana kemari


"aku mau menanyakan itu kepadamu, apa kamu mengijinkannya?" Kayla menatap Morgan dengan serius, gadis itu ingin memastikan jika kekasihnya ini mmeberi ijin untuk keluar bersama Hansel


"apa kamu mau?" Morgan bertanya kembali bukan menjawab apa yang ditanya oleh Kayla


"umm aku sih malas beby, selain tidak suka padanya aku juga tidak tertarik lagi untuk dekat dengan pria manapun" ucap Kayla membuat Morgan langsung melayangkan satu ciuman ke biir gadis itu


"baguslah kalau kamu berfikir begitu, jika tadi kamu menerima ajakannya mungkin aku akan membuatmu terlebih dahulu tidak bisa jalan" ucap Morgan dan meraih tengkuk kayla, pria itu melanjutkan aksinya tadi dan mencari benda kramat vaforitnya


"emphhh"


"'emmpphh"


kembali lagi suara erotis yang merdu itu diruangan persegi yang ditepati dua anak manusia ini, Morgan bahkan menggerakkan tangannya untuk mere*mas dua gun*dukan milik Kayla dan memperdalam ciu*man mereka


begitu juga Kayla yang tampak menikmati sentuhan itu sampai memejamkan matanya dan tangannya sudah bergerak mengalungkan leher Morgan, keduanya seolah kehilangan kesadaran dan berfikir jika dudunia oni hanya ada mereka berdua saja


"hah.. hah.. hah"


suara des*aan Kayla dan Morgan ketika sama-sama melepaskan ciu*man mereka, namun tangan Morgan masih bertengger diatas benda kramat Kayla sampai membuat gadis itu melototkan matanya


"aku mau sweety" ucap Morgan dan tanpa aba-aba menyibakkan baju Kayla dan memperlihatkan dua gundukan itu tepat didepan matanya


tanpa menunggu lagi, Morgan langsung menyambar benda kramat itu dan menyesapnya dengan gemas, ia melupakan jika mereka berdua masih dikantor dan Kayla pun hanya pasrah dengan perlakuan pria itu kepadanya, bahkan dia ikut menikmati permainan terlarang ini

__ADS_1


#to be continue


~Lentera


__ADS_2