
Author
POV Hansel
Ketika aku menerima penolakan dari gadis yang sudah membuatku jatuh cinta rasanya sakit sekaligus seperti gagal menjadi pria dengan sejuta pesona, aku tidak mau perjuanganku hanya seperti itu saja. maksudku aku tidak mau gadis yang sudah dijodokan denganku dan berhasil membuatku jatuh cinta harus lepas dari genggamanku.
aku baru jatuh cinta dengan gadis sebaik dan seramah dia. dia polos namun sanngat pintar. bahkan dia bisa langsung berbaur dengan orang-orang baru disekelilingnya, dia bukan gadis yang sombong dengan kekayaan yang dimiliki orangtuanya
ketika bertemu dirumah, aku langsung tersihir dengan tutur katanya yang lembut namun sangat menjaga jarak dariku,hingga akhirnya aku memutuskan bertaya pada Ctarin,gadis yang kukenal yang ternyata teman dekat dari Kayla, gadis pujaanku
"aku tidak bisa Hansel, lagipula apa yang ingin kamu bicarakan bisa lewat pesan" balas gadis itu dengan tanpa rasa bersalah menolakku dengan begitu saja.
aku sedikit kesal dan marah, namun aku juga mengakui jika perasaan tidak bisa dipaksakan jadi aku memoilih akan berjuang untuk mendapatkannya, apapun caranya akan kupastikan dia milikku
dengan beberapa informasi yang kudapat dari Catrin, aku langsung menyusul Kayla kekampusnya dan akan membicarakan baik-baik tentang hubungan kami
namun tidak seperti yang aku pikirkan, Kayla justru menolakku secara kasar, dia sangat kelihat tidak menginginkan hubungan ini, namun aku? aku tidak akan menyerah begitu saja dengan perasaanku
ketika menerima penolakan dua kali seperti itu, aku langsung pulang kerumah dan hanya satu cara agar aku dan Kayla bisa bersatu yaitu mempercepat perjodohan kami dan menikah, dengan begitu tidak ada alasan Kyla akan menolakku lagi
setelah bertemu dnegan Kayla, aku langsung pulang kerumah dan memberitahu kepada mama agar malam ini langsung diadakan pertunangan kami, tidak mau menunggu lama lagi untuk memulai hubungan ini,
dan untung saja mama hanya menurut dengan permintaanku dan langsung mengabari keluarga Kyla agar malam ini pertunangan kami dilaksanakan meskipun acara kecil tidak masalah untukku
POV OFF
Kayla masih belum bersiap sampai saat ini, padahal jam menunjukkan pukul tujuh malam dan sebentar lagi mereka akan kedatangan tamu spesial mereka untuk acara yang mulayan penting malam ini
__ADS_1
namun gadis itu masih belum bangkit dari ranjangnya, ia bahkan sangat enggan meninggalkan ranjang yang sudah nyaman untuknya, tapi bukan itu masalahnya sekarang kayla hanya tidak ingin acara ini berlangsung kalau bisa tidak ada perjodohan ini
"derttt..dertt.." suara ponsel milik Kayla kembali bergetar, dengan cepat gadis itu melihat nama yang tertera, teranyat Morgan kekasihnya yang menelfon dirinya
"hallo kenapa beby? aku baru bangun" ucap Kayla dengan suara khas bangun tidur dan mengalihkan panggilan mereka kevideo call, Kayla ingin melihat wajah kekasihnya yang sedang bekerja sembari memikirkan dirinya juga
"sweety.. apa kamu belum bersiap?, apakah mereka belum datang?" taya Morgan melihat wanitanya yang masih dengan stayle tidur dan wajah yang kusam namun tetap cantik dimatanya
"belu beby.. bagaimana jika adikmu meminta kami menikah secepatnya beby?, aku taku" ucap Kayla sambil mengerucutkan bibirnya kesal
"kita akan mengatasinya bersama sweety, kamu harus melewati malam ini. jangan sampai kamu membuat mereka marah dan kecewa padamu. sekarang kamu harus bersiap tapi jangan cenatik-cantik sayang, cuma aku yang bisa melihat wajah cantkmu" ucap Morgan ingin mengembalikan senyuman Kayla
"ihhhh gombal banget, ya sudah aku harus mandi dulu dan akan bersiap. kamu jangan lupa makan malam" pesan Kayla dan mengakhiri panggilnnya
padahal disebarang sana Morgan melepaskan semua amarahnya lewat Jung sekretaris sekaligus sahaabt baiknya, Jung kali ini menjadi tempat kekesalan Morgan
"sabar Gan.. kalian pasti bisa melewatinya, jangan pernah menyerah dan ingat bahwa kamu sudah memilikinya tinggal memberitahu semua orang saja" ucap Jung yang menepuk pundak Morgan dengan lembut
"jika kamu bisa menarik dia dalam pelukanmu, pasti kau juga bisa mengatasi masalah ini Gan!" tutur Jung berusaha menenangkan tuan tamvan yang sedang dilanda galau brutal wkwkw
"Jung.. aku tidak ingin kehilangan dia, aku sangat mencintai dia Jung. apa yang harus kulakukan?" ucap Morgan melemah dan tidak terasa jika ia menangis karna mengingat Kayla yang tidak bisa ia pamerkan pada publik
"aku tau Gan, tapi jika kau terus seperti ini bagaimana kau akan menghadapai mereka yang menolak hubungan kalian. kau harus bisa mengatasinya dan memperjuangkan hubungan kalian" ucap Jung seolah sudah ahli dalam hubungan, padahal dia saja jomblo saat ini
"kau benar Jung, aku harus berjuang dan harus bisa membuktikan jika aku yang pantas untuknya" ucap Morgan tersenyum tegar untuk menghadapi kenyataan ini
dia dan Kayla yang sudaah mengambil keputusan besar ini, hubungan terlarang diantara mereka berdua yang seharusnya menjadi ipar namun terjebak dengan hasrat masing-masing, bahkan keduanya sampai melakukan ubungan yang sangat jauh
__ADS_1
skip
dirumah Kayla, semua orang sudah berkumpul tinggal menunggu Kayla yang belum datang. gadis itu seolah sangat malas untuk sekedar bertemu dengan Hansel, karna pria itu tidak bisa mengerti dirinya. atau dia saja yang terllau egois tidak mau dengan hubungan ini?
entahlah Kayla juga bingung dengan keadaan, namun hatinya sudah tidak bisa dibagi ia sudah menetapkan jika hatinya hanya tertujupada Morgan, pria yang sudah mengisi hatinya beberapa hari ini
"nihh akhirnya kamu turun sayang, kami semua sudah menunggumu sayang" ucap mama Amira melihat putrinya sudah datang dan langsung menghampiri Kayla
"ia ma, maaf semuanya lama menunggu Kayla" ucap Kay merasa bersalah namun tetap saja kesal dengan acara yang tiba-tiba saja diadakan
"tidak apa sayang, wanita memang lama untuk dandan" jawab mami Naura tersenyum dan menatap calon menantunya yang snagat cantik dengan make up polos diwajahnya
"ya sudah, karna keduanya sudah disini kita lanjutkan saja acaranya, toh juga hanya kita saja yang disini" ucap papa Arion tersenyum agar acara ini cepat selesai, kasian calon besannya yang lama pulang nanti
"jadi begini tuan Arion dan Amira. kedatangan kami kesini untuk melamar putri kalian menjadi menantu dikeluarga kami. sesuai dengan apa yang sudah menjadi kesepatakan kita, kami membawa cincin tunangan mereka agar bisa mengikat mereka sebelum pernikahan" ucap mama Naura tersenyum
mama Naura menyodorkan cincin yang mereka bawa kehadapan semua orang, sangat cantik dan tentu harganya juga tidak main-main,namun bagi keluarga itu hanya seberapa nilainya
"baiklah nyonya Naura kami sebagai orangtua Kayla, menerima lamaran ini yang sudah direncanakan jauh-jauh hari" ucap tuan Arion dan menatap putrinya diam membisu
"kalian boleh saling tukar cincin sekarang" peritah tuan Arion membuat Hansel dengan gercep meraih cincin itu dan memasangkannya pada jari Kayla, begitu juga Kayla dengan wajah datarnya memasang cincin Hansel dengan terpaksa
"semoga ini awal yang baik untuk keluarga kita ya" ucap oma Naomi tersenyum menyaksikan acara itu dengan baik tanpa ada drama apapun dari kedua pasangan itu
to be continue
~Lentera
__ADS_1