Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 79, Mood Catrin


__ADS_3

Author


Sore hari menjelang, Catrin dan Hansel bersiap untuk pulang karna ini sudah waktunya pulang kerja, sebenarnya Hansel tadinya ingin lembur namun karna melihat istirnya yang kelelahan dan kasihan juga hanya berdiam diri sejak tadi tanpa ada yang bisa ia kerjakan


setelah keributan tadi yang terjadi, Catrin sedikit bicara dan tidak terllau seperti sebelumnya, mungkin karna mood ibu hamil yang naik turun membuat Catrin yang tadinya tidak marah berganti jadi sedikit kesal kepada suaminya, meskipun tadi ia sudha bilang kepada Hansel kalau dirinya tidak marah kepada suaminya tetap saja Catrin kepikiran dengan wanita itu


Catrin tau bagaimana wankta itu akan bertindak lebih lanjut lagi melihat sorot mata Melinda yang begitu tajam dan penuh kebencian kepada dirinya, Catrin yakin dengan sangat pasti jika Melinda akan datang lagi mengganggu keluarga mereka, terutama suaminya


"sayang.. apa kamu menginginkan sesuatu sebelum pulang kerumah?" tanya Hansel ketika mereka sudah berada dijalan dengan Hansel yang menyetir untuk mereka


"tidak ada,,aku lelah dan ingin cepat sampai dirumah" jaab Catrin dengan nada yang sedikit ketus dan cuek, sangat terlihat jika bumil itu sedang marah dan badmood saat ini


dengan mengangguk pasrah Hansel hanya terdiam dan melanjutkan menyetir, ia tidak tau lagi harus berbuat apa untuk membalikkan mood istrinya yang sedang naik itu, entah apa kesalahnnya sehingga Catrin harus marah padanya sekarang


"sayang ini sedikit macet, kamu bisa tidur dulu kalau kelelahan, kasian anak kita yang juga itu kelelahan melihat mamanya"Hansel terus mengajak Catin bicara agra istrinya itu tidak terlalu memikirkan kejadian tadi, ia bahkan bisa berjanji kalau itu pertama dan terkahir Melinda datang kekantornya


"aku tidak ngatuk, aku mau buah yang dilampu merah tadi, kenapa kamu hanya bertanya tadi tidak langsung membelikannya" ucap Catrin dengan wajah yang cemberut dan rasanya ingin menangis, ya dia menginginkan buah yang ia lihat dilampu merah ketika mereka berhenti tadi


namun Hansel juga tidak tau kalau istrinya menginginkan buah itu dan Catrin sendiri tidak bicara apapun, ia mengatakan tadi ngantuk dan ingin sampai dirumah, tapi lihatlah sekarang Catrin marah karna dirinya tidak membeli buah itu


"kan kamu gak ngomong tadi sayang, padahal aku sudah menawarinya tadi" jawab Hansel yang merasa sellau salah dimata istrinya, Catrin bahkan membalikkan tubuhnya dan tidak mau melihat Hansel


"sayang jangan begini,aku kan gak tau kalau kamu pengen buah tadi, lagian bukannya jawab bener malah ngomong entah apa aja" ucap Hansel yang masih mencoba membujuk istirnya untuk tidak marah lagi


"emangnya kamu gak bisa lihat aku tadi,kamu gak tau kalau aku pengen buah itu?" ucap Catrin dengan katus dan tetap tidak mau melihat suaminya

__ADS_1


"kan aku bukan dukun sayang yang bisa menerka apa isi hati kamu, lagian apa susahnya sih tinggal ngomong aja tadi" ucap Hansel dengan hembusan nafas pelan.


menghadapi istri yang lagi hamil bukanlah perkara yang mudah untuk suami,apalagi istirnya adalah Catrin yang selalu membuat susah suaminya sendiri


"makanya jadi suami itu peka, biar tau apa yang diinginkan istrinya,jangan kaya gini ahh malas" ucap Catrin dengan wajah yang merah karna menaha tangis, bumil itu hampir saja melempar tas miliknya kepada suaminya


"astaga sayang,aku kan udah tanya padahal tadi" ucap Hansel,mau tak mau Hansel mengalah dan menepikan mobil mereka


"maafkan aku kalau begitu, lain kali aku akan lihat ekspresi kamu dan akan peka sama kamu, maafkan aku ya" Hansel memeluk istrinya dan mencium kening Catrin lembut


"kamu masih mau buah tadi? kita putar balik gimana?" ucap Hansel menatap istrinya dengan tatapan yang sangat lembut, hal itu membuat Catrin jadi salah tingkah dengan semua ucapannya kepada suaminya tadi


"tidak usah,aku tidak mau makan itu lagi. aku pengen makan masakan mama Naura" Catrin menatap suaminya dengan bibir yang mayun karna tau gimana dirinya tadi emosi yang meluap-luap


"ya sudah aku telfon mama dulu untuk masakin kamu, nanti kalau kita udah sampe kamu tinggal mandi abis itu langsung makan" ucap Hansel dan mengambil ponsel miliknya


"hallo ma, mama ada waktu ga hari sekarang?" ucap Hansel setelah Naura menerima panggilan darinya


"kenapa sayang, apa kamu dalam masalah?" tanya Naura, karna tidak bisanya Hansel menelfon dirinya sore hari begini, apalagi sudah waktunya pulang kantor


"tidak ma,hanya saja istriku katanya pengen makan masakan mama nanti, jadi aku kinta tolong agar mama masak hehe" ucap Hansel dengan tawa yang garing, gimana pun ia sedikit segan untuk menyuruh mamanya mengerjakan pekerjaan itu


"Astaga mama pikir kenapa Han, ya sudah kalau begitu mama bakal masak, emang Catrin mau makan apa nak?" tanya Naura dengan senang, itung-itung ia akan mukai berkelana dengan alat dapur lagi setelah sekian lama


"apa saja katanya ma, yang penting mama yang masakin" ucap Hansel dengan menatap istrinya yang juga ikut mendengarkan percakapan mereka

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu, apa kalian masih dikantor Han?" tanya Naura, ia khawatir jika anak dan menantunya terlalu lama dikantor bakan sampai melupakan istirahat mereka


"tidak ma,ini sudah dijalan mau pulang" jawab Hansel


"kalau gitu hati-hati nyetir,dan mama akan masak untuk kalian" ucap Naura dan mengakhiri panggilan telfon mereka, dengan tersenyum Hansel menatap istrinya


"sudahkan? kalau begitu jangan marah lagi ya sayang,kasihan anak kita yang juga ikut merasakan apa yang dirasakan mamanya" ucap Hansel dan memeluk istrinya dengan erat


**


disisi lain, setelah Naura menerima panggilan dari Hansel, ia langsung bergegas turn kebawah untuk memasak, ia juga tidak tau apa yang ingin ia masak sekarang


karna makan malam sudah hampir selesai semuanya, dan para koki disana juga sedang membersihkan dapur mereka


"apa bahan dikulkas masih ada?" tanya Naura kepada kepala koki didapur, ia memang jarang mencampuri urusan dapur,berbeda dengan menantunya Kayla yang sangat sering ikut memasak dengan para koki disana


"masih ada nyonya, apa ada yang bisa dibantu nyonya?" tanya Kepala koki itu dengan wajah yang bingung


"ya sudah,saya mau masak untuk menantu saya, tolong bantu saya untuk menyiapkan semua bahan masakannya" ucap Naura dan mulai mengambil pisau dan celemek untuk ia pakai


sedangkan Kayla yang sibuk mengurus beby twins tidak keluar kamar sejak tadi, ia bahkan kelelahan hari ini sangking sibuk mengurus beby twins yang sudah mulai aktif sekarang


"sweeti.. kamu mandi dulu saja sana, biar aku yang jaga mereka disini" ucap Morgan yang melihat istirnya belum mandi karna sibuk menyiapkan semua keperuan beby twins


"iya mas, titip dulu ya anak-anak, jangan biarkan mereka main sendiri" ucap Kayla dan berlalu masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya

__ADS_1


~Lentera


#next novelku


__ADS_2