Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 28, Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Author


Hansel saat ini sedang sibuk dengan bisnis yang ia ambil alih, cabang perusahaan yang diambil laih oleh Hansel membuat pria itu sudah snagat jarang ke Club miliknya dan jarang berkumpul dengan teman-temannya. namun hal itu juga mmebuat Hansel merasa jika dirinya lebih baik menghabiskan waktu mengurus perusahaan


pagi ini Hansel harus kekantor dan rencananya dia dan Kayla akan fitting baju pernikahan. ya pernikahan Hansel sudah didepan mata, mereka akan menikah minggu depan dan hal itu mmebuat Hansel cepat-cepat ingin menyelesaikan pekerjaannya


ternyata permintaan Morgan dua minggu yang lalu tidak mengubah rencana Hansel untuk menikahi Kayla, keinginan pria itu tidak bisa ditahan dan dibatalkan, semua persiapan pernikahan sudah hampir 70% jadi, tinggal fitting baju dan cincin pernikahan yang mereka pikirkan


sedangkan Kayla saat ini diambang kebingungan, bagaimana jika dihari pernikahannya nanti ia ketahuan hamil anak Morgan. apa yang harus ia katakan pada keluarganya, sejak saat ia tau kehamilannya Morgan tidak berbuat apa-apa, smapai mereka akan menikah minggu depan itu bukan waktu yang lama


"ma.. Kay berangkat kuliah dulu ya" ucap Kayla membawa tas miliknya, namun perutnya kini sudah sedikit berisi juga moodnya yang kadang tidak stabil membuat Mira heran dengan putinya itu


"hati-hati sayang.. pernikahan kalian sudah dekat jaga diri baik-baik" ucap Mira tersenyum, namun ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Kayla yang pucat dan sering mual pagi hari, namun alasan Kayla selalu masuk angin karna sering lembur proyek perusahaan


"ia ma, Kay pergi dulu" ucap Mira dan berlalu begitu saja, ia mmebawa bekal dari rumah


sedangkan Morgan ia sudah pusing memikirkan apa yang akan ia lakukan seminggu ini. sudah berapa kali ia menyuruh dan memohon kepada Hansel untuk emmbatalkan pernikahan mereka,namun adiknya itu seolah tuli dengan permintaan Morgan


"Jung.. bagaimana dengan klien kita ini. apakah mereka sudah tanda tangan surat kontrak?"tanya Morgan sambil memijit kepalanya yang pusing, pusing dengan masalah yang sellau datang tanpa jeda, jika kemarin ia senang dnegan kehamilan Kayla tapi sekarang diberatkan dengan pernikahan kekasihnya dengan pria lain


"Jung..apa yang harus aku lakukan?, apa aku harus melihat wanitaku menikah dengan adikku sendiri?" tanya Morgan menatap Jung, sahabatnya itu selalu ada untuknya dan mendnegar setiap keluhat Morgan


"pasti ada jalan untuk kalian berdua Gan.. kamu sabar dan buktikan kalau Kayla pantas untuk kau bahagiankan. katkan dengan jelas pada keluargamu kalau kau dan Kayla saling mencintai" ucap Jung menepuk pundak Morgan, ia juga tidak tau mau melakukan apa, ia tidak ahli dalam bidang percintaan. dirinya saja jmblo karatan sampai sekarang

__ADS_1


"entahlah Jung.. aku hanya tidak siap dengan tanggapan mereka nantinya" ucap Morgan dengan wajah lesu, bukan tentang pekerjaan namun hubungan rumit yang ia rasakan


Hasrat terlarang untuk dia dan Kayla, menjadi seperti ini dan tidak tau apa yang harus mereka lakukan. jika sudah begini siapa yang disalahkan? mereka melakukannya sama-sama suka dan tidak ada paksaan, bahkan mereka dengan sadar melakukan hubungan terlarang ini


"Kay.. jangan lupa hari ini kita fitting baju. aku akan menjemputmu dari kampus" ucap Hansel melalui pesan kepada Kayla, membuat gadis itu tadinya fokus belajar menjadi buar seketika


"aku akan datang sama mama, tidak usah menjemputku" balas Kaayla dengan wajah yang sangat datar, ia tidak suka dengan Hansel yang begitu, namun apa mau dikata jika dirinya juga salah disini


"tidak.. tante Mira dan mama sudah dibutik, aku disuruh menjemputmu langsung kekampus" balas Hansel semakin membuat Kayla emosi dan tidak suka, namun ia juga gak bisa menolak karna perintah mamanya juga


"baiklah, jemput jam 11.30" Kayla membalas dengan ekspresi yang sangat datar dan menahan amarah. mungkin karna gelaja kehamilannya yang sering membuat dirinya badmood tiba-tiba, hormon kehamilan yang membuat Kayla bertamah seperti itu


"sweety apa masiih ada kelas?" Morgan mengirim pesan kepada kekasihnya dan memastikan jika kyal abaik-baik saja dikampusnya


dengan wajah yang sumringgah Kayla melihat pesan dari pria yang ia cintai, dengan cepat Kayla mmebalasnya dan tersenyum sendiri. dasar bumil secepat itukah dia berubah jadi senang?


"sabar sweety.. aku akan secepatnya mengatakan kepada mereka jika kamu adalah milkku dan sudah mengandung anakku" Morgan membalas dengan emot hati merah yang besar


"aku masih belum siap beby.. tunggulah ketika aku menikah dengan Hansel.. kita bisa mengatakan semuanya dan tidak mengacaukan rencana ini, aku takut mama dan papa marah dan rencana ini kacau, oma juga pasti akan jatuh sakit lagi" balas Kayla yang memikirkan keadaan oma Naomi jika mendengar berita yang buruk


"baiklah sweety.. aku akan menurut dan mencoba mengalahkan egoku, meskipun aku tidak suka kamu menikah dengan Hansel" balas Morgan kali ini ia mengirim emot sedih dan menangis


"isss beby jelek tau kalau nangis begitu" balas Kayla dengan emot tertawa, Morgan yang melihat itu tersenyum dan akhirnya bisa tenang bekerja, ia hanya kepikiran sejak tadi pada Kayla

__ADS_1


seperti yang dikatakan oleh Hansel, siang ini dia menjemput Kayla dari kampus dan mengajaknya fitting baju di butik yang sudah ditentukan oleh mama mereka, Mira juga Naura sudah ada disana menunggu kedatangan Kayla dan Hansel


"hallo anak gadis mama, kok mukanya cemberut gitu sih" ucap Mira yang melihat kedatangan Kayla dan dengan wajah yang tidak bersahabat


"gapapa kok ma, cuma lagi capek aja abis kelas" jawab Kayla duduk disamping Mira dan Nuara


"ehh anak gadis udah datang.. ayo sayang istirahat bentar abis itu langsung masuk kedalam ruang ganti ya" ucap Naura dan diangguki oleh Kayla, ia sunggu tidak bersemangat saat ini


"kamu bisa piluh beberapa baju yang udah disiapin didalam sayang, sana" ucap Mira ketikaKayla sudah lebih enjoy dan langsung menyuruhnya mencoba gaun yang mereka pilih tadi


"iya ma, aku kesana dulu tante" jawab Kayla dan melangkah masuk kedalam. ia tidak tau sampai sejauh mana persiapan pernikahan ini selesai ia bahkan tidak peduli akan hal itu. yang Kayla tau dia dan buah hatinya sekarang sehat dan tidak terjadi apa-apa


"gimana Han.. apa itu cocok untuk Kayla?' tanya Naura yang meloihat putraya sibuk melihat ponselnya, ia tidak fokus melihat gaun yang dikenakan oleh Kayla


"terlalu terbuka ma, aku tidak suka" jawab Hansel mengalihkan pandangannya menatap gaun itu. tidak cocok karna dadanya terlalu terbuka dan terkesan sangat seksi, Hansel tidak suka


"ya sudah ganti yang lain sayang" ucap Naura dan diangguki oleh Kayla, dia bahkan bolak-balik berapa kali kedalam karna Hansel tidak suka semua gaun yang disediakan mama mereka


"ini yang terakhir Han.. kalau sampai kamu tolak mama akan mengusir kamu dari sini" ucap Naura dengan nacmana, Kayla masuk kedalam dan mengganti gaun terakhir, ia juga sudah sangat lelah ingin istirahat secepatnya


"nahh ini baru bagus dan cocok.. tidak terllau terbuka juga" jawab Hansel tersenyum dan diangguki Naura dan Mira, mereka menyuruh pelayan butik untuk mempersiapkan gaun itu dan mengantarkannya kerumah mereka saat hari H-1


"aku mau kekampus lagi, antarkan aku" ucap Kayla saat keduanya telah selesai dan Hansel berniat membawa Kayla makan siang, namun gadis itu menolak dan memilih balik kekampus

__ADS_1


to be continue


~Lentera


__ADS_2