
Author
"sweety, apa kamu menggodaku sayang?" ucap Morgan saat melihat Kayla membuka blazer yang ada ditubuhnya dan menyisakan kaos putih yang seksi dan tembus pandang, hal itu membuat Morgan kehilangan kesadaran untuk menerkam mangsanya saat itu juga
"apaan sih beby.. aku hanya gerah saja, siapa yang menggoda coba" jawab Kayla tanpa peduli dengan raut wajah Morgan yang sudah menahan sesuatu gejolak dalam dirinya
"kan bisa gak usah lepas itu, kamu mau bikin aku makan kamu disini hemm?" ucap Morgan mendekat dan menarik Kyla kedalam dekapannya, ia merasakan wangi tubuh Kayla yang mmebuatnya semakin mabuk
"beby lepasin aku dulu, masih gerah juga udah peluk-peluk!" sewot Kyla dan berusaha melepaskan tangan Motgan namun bukannya lepas malah semakin erta dan semakin tidak mendengarkan perkataannya
"tidak mau!, aku hanya ingin mememluk kekasihku apa salahnya" ucap Mrgan mode manja dan mencium tengkuk Kayla dengan lembut, bahkan Morgan menelusuri tubuh Kayla dengan leidahnya membuat gadis itu merasa geli dan tahan
"beby hentikan kumohon hahaha.. beby geli tau" ucap Kayla yang merasa geli disekujur tubuhnya karna ulah Morgan
"kamu yang menggodaku sweety" ucap Morgan dan membalikkan tubuh Kayla menghadap dirinya, ia meraih bibir gadis itu dan mengecupnya lembut
keduanya terlarut dalam ciu*man itu sampai lupa jika pintu ruangan itu belum dikunci, keduanya asik dengan kegiatan panas itu dan tidak sadar jika Jung datang kesana
"astaga kalian ini, biasakan tutup pintu yaang rapat dan kunci!!" ucap Jung ketus dan kembali menutup pintu, niat hati ingin memberi laporan malah melihat adegan live season yang sudah entah keberapa kalinya
"dasar manusia laknat" omel Jung dan melangkah kembali keruangannya, pria itu merasa kesal dengan tuan otampan itu. sangat tidak mengenal waktu dan tempat
"ihh beby.. kamu sih kan jadi malu dilihat sekretaris Jung" ucap Kayla merasa malu dan menutup matanya, gadis itu tidak tau saja jika pagi tadi juga mereka live season didepan Jung
"tidak apa sweety, dia tidak melihatnya tanyakan saja nanti kalau kamu tidak percaya" ucap Morgan tersenyum, pria itu menggendong Kayla dan melangkah menutup pintu, ia langsung menguncinya agar mereka bisa melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda
"isss.. kamu memang gak mikirin itu beby" ucap Kayla memayunkan bibirnya. gadis itu terlanjur malu karna dilihat orang padahal Jung sudah berkali-kali melihatnya
"tidak apa sweety, jangan pikirkan itu. kita lanjutkan saja yang tertunda" ucap Morgan dan kembali mendudukan diri dikursi kerjanya, pria itu meraih baju Kayla dan menyibakkannya hingga terbuka dan memperlihatkan benda kembar yang menonjol seolah menantang dirinya sejak tadi
__ADS_1
Morgan tidak menunggu lama, pria itu langsung mmebuka penutup benda kembar itu dan tangannya meraih salah satu, bukan hanya itu bibir Morgan juga bergerak menikmati keindahan didepannya. sia-sia jika dibiarkan begitu saja
"euhhggg"
"emmpgghhhh"
suara erotis kembali terdengar, dan itu membuat Morgan semakin bersemangat untuk melanjutkan aksinya. pria itu bahkan lupa dengan pekerjaannya, ia terlalu menikmati squishi Kayla yang membuatnya melayang sampai surga dewata
"bebyy...." ucap Kayla yang masih setenagh sadar dan ingin mengatakan jika ada telfon yang mauk, namun Morgan tidak mengindahkan panggilannya dan tetap melanjutkan aksi heroiknya
"bebyyssss.." desa*han Kayla semakin meningkatkan libido Morgan dan tangan pria itu berangsur kebawah mencari sesuatu disana. dengan membuka kancing cela*na Kayla agar tangannya bisa mengakses lembah keindahan dibawah
"beby.. ada panggilan masuk" ucap Kayla menghentikan kegiatan panas mereka dengan menarik tangan Morgan dan menatap pria itu dengan mata yang melotot
"angkat dulu, dari tadi snagat sibuk menelfon" turu Kayla lagi dan memberikan ponsel Morgan kepadanya, pria itu melihat siapa yang menelfonnya disana tertera nama ibu Negara yang berarti adalah mama Morgan, Naura
"hallo ma, ada apa?" tanya Morgan kepada mamanya, namun tidak melepaskan Kayla dari pangkuannya malah semakin asik mere*mas buah kembar milik Kayla
"iya ma, aku banyak pekerjaan. ada apa?" tanya Morgan tanpa basa-basi lagi, ia ingin melanjutkan kegiatannya yang sudah hampir setengah namun lagi-lagi ada pengacau
"mama cuma mau ngasih tau kalau adikmu Hansel ingin mensegerakan pertunangan dengan gadis itu, mama harap kamu bisa pulang diacara pertunangan mereka ya nak" ucap Naura membuat Morgan dan Kayla saling tatapa, keduanya terkejut dengan apa yang dismapaikan oleh Naura barusan
"kenapa mendadak ma, Morgan dua hari lagi ada perjalanan bisnis keluar kota" ucap Morgan membuat Kayla kembali terkejut untuk kedua kalinya, kenapa tidak ada yang memberitahunya lebih dulu kabar yang bahkan bersangkutan dengannya
"pertunangannya mungkin minggu depan nak, mama juga harus kasih tau permintaan Hnasel ini dengan calon besan mama, mereka juga belum tau" ucap Naura membuat Morgan hanya terdiam dan menghela nafas pelan
"baiklah ma, Morgan usahakan datang diacara itu" jawab Morgan seadanya dan mereka langsung mengakhiri panggilan, kini giliran Morgan dan Kayla yang terdiam membisu. keduanya tidak tau mau mengatakan apa
"bagaimana sweety.. adikku ingin secepatnya kalian menikah, apa yang akan kamu lakukan" ucap Morgan meraih pipi Kyla dan menatap gadis itu sangat dalam, kedua manik mata mereka saloing beradu
__ADS_1
"aku tidak tau beby, aku saja baru dengar dari mama mu. apa yang harus aku lakukan? tidak mungkin aku kabur dari rumah" ucap Kayla menghela nafas kasar, terasa berat yang ia rasakan sekarang. ia sudah nyaman dan menetapkan hatinya untuk Morgan dan tidak ingin berpisah dari pria itu
"nikahi saja aku beby" ucap Kayla menatap Morgan dengan perasaan kalut, gadis itu tidak tau harus berbuat apa lagi jika sudah begini, ia juga tidak mencintai Hansel sama sekali
"tapi sweety, bagaimana tanggapan mereka nanti. aku tidak ingin menyakiti siapapu termasuk kamu" ucap Morgan mengusap wajahnya kasar, ia ingin marah tapi marah pada siapa? dirinya sendiri yang menciptakan hubungan rumit dan terlarang ini
"tapi aku juga tidak mau menikah dengan Hansel, ayolah beby aku tidak mau" ucap Kayla dengan mata berkaca-kaca kenapa tidak ada yang mengerti dirinya. pikir gadis itu
"aku paham sweety, aku mengerti dengan apa yang kamu rasakan, tapi aku juga tidak tau harus berbuat apa sekarang"ucap Morgan memeluk Kayla dengan erat, seolah tak ingin berpisah dari gadis itu
"hamili saja aku beby.. nanti mereka akan menerima kita" ucap Kayla dengan polos, wajah gadis itu menampilkan perasaannya yang kacau
"tapi sweety, itu bukan jalan yang baik" ucap Morgan masih berfikir jernih, tidak mungkin melakukan hal yang separah itu hanya karna tidak mau kehilangan gadis yang ia cintai, tapi jika bukan itu apa yang harus mereka lakukan
"jika kamu tidak mau biarkan aku yang memulainya!" ucap Kayla dan meraoh bibir Morgan, ini jalan satu-satunya yang mereka lakukan agar dirinya tidak jadi menikah dengan Hansel, ia sangat takut kehilangan Morgan
"jangan menyesal sweety, aku bukannya tidak mau tapi aku takut kamu akan membenciku" ucap Morgan menghentikan ciu*man mereka dan menatap Kayla dengan lekat
"tidak akan, aku tidak akan menyesal beby ayo lakukan saja" ucap Kayla dan langsung saja Morgan menyambar bibir gadis itu melanjutkan ciu*man mereka dan membawa Kayla masuk kedalam ruangan didalam itu, ada sebuah ruangan untuk istirahat Morgan dan lengkap dengan baju kerjanya
keduanya seolah kehilangan kendali dan hilang sadar. mereka masih saja sibuk dengan kegiatan panas dan sekaligus terlarang untuk keduanya Morgan tidak akan melepaskan Kayla kali ini. sudah lama ia menahan diri untuk tidak menyentuh wanitanya sampai saat ini ia ingin melepaskan semuanya
"empppphh"
"euhhhhggg"
suara desa*han mulai terdengar diruangan persegi itu dengan dua anak manusia yang asik bercumbu, Morgan perlahan melespaskan pakaian yang melekat pada tubuh mereka, tangan Morgan sangat lihai meskipun ini adalah pengalaman pertam untuknya, mereka sama-sama melakukannya pertama kali
bentar ya readers, soalnya othor harus lanjut kerja lagi. besok othor lanjut kegiatan dua anak manusia laknat itu hahahha
__ADS_1
to be continue
~Lentera