
Author
satu bulan berikut, Kayla dan beby twins sudah bisa melakukan penerbangan kembali. Morgan sudah konsultasi dengan dojter dan mengatakan kalau usia beby twins sudah bisa diajak perjalanan namun tidak jauh-jauh, berhubung dari Swiss ke Italia hanya membutuhkan waktu 2 jam diperjalanan Morgan memutuskan akan pulang minggu ini ke Italia
Morgan tau kalau pekerjaannya sudah sangat menumpuk selama dua bula ini, juga ia merasa kasihan dengan Jung dan Xen yang ikut menghendle pekerjaannya selama Morgan ada di swiss, meskipun Jung harus bolak balik antara Swiss dan Italia namun pria itu tidak pernah mengeluh soal pekerjaaan
pagi ini mereka sekeluarga berkumpul diruang tamu, Morgan membahas tentang kepulangan mereka ke Italia akan dilakukan sore nanti, ia juga sudah menanyakan hal ini dengan istrinya dan Kayla juga snagat setuju, ia merasa kasihan pada sekretaris Jug dan Xen juga tidka mau membuat pekerjaan suaminya bertambah banyak
"aku cuma ingin memberitahu kalau nanti sore kita akan pulang, dan smeuanya sudah diurus oleh Xen dan juga Hansel, aku tidak mau berlama-lama disini" ucap Morgan kepada oragtuanya, memikirkan pekerjaan dan masalah Xavier yang belum kelar membuat dirinya harus cepat pulang
"baiklah kalau itu keputusan mu Gan.. kami hanya ikut saja lagipula kan kita juga tidak melakukan apa-apa disini, tapi bagaimana dengan beby twins, apakah mereka sudah bisa melakukan perjalanan?" tanua Naura kepada putrnya, bagaimanapun juga beby twins tidak semabarangan dibawa keluar
"sudah ma, aku sudah bertanya kepada dokter dan katanya sudah bisa, dan aku sudah tanyakan pada istrku juga tentang hal ini, kami sepakat untuk pulang saja" ucap Morgan dan menatap Kayla disampingnya, wanita itu menagngguk membenarkan apa yang dikatakan oleh suaminya
"ya sudah kalau begitu, kita bersiap siang nanti" ucap Amira dan diangguki mereka semua, mereka juga sudah terlalu lama dinegara ini dan hanya mengurusi beby twins
disisi lain, Jung dan Xen tengah menunggu kedatangan Morgan kelantai atas Villa itu, mereka akan membahas tentang Xavier dan yang lainnya, juga tentang pekerjaan Morgan yang sudah begitu banyak menumpuk di perusahaan
"aku tidak yakin kalau dibiarkan hidup mereka akan tetap bersikap baik dan tidak membalaskan dendam pada kita" ucap Xen pada Jung, dengan beberapa opsi yang mereka pikirkan untuk Xavier dan Manda juga Kedrick, mereka ingin membuat tiga orang itu lenyap dan tidak berani melakukan hal yang sama untuk keluarga mereka
__ADS_1
"mungkin akan diasngkan saja kenegara lain, atau jika mau aku akan mengurus mereka untuk kalian"ucap Jung, snagat tidak adil rasnaya jika mereka menghabosi tiga orang itu dengan cara membu*nuhnya, Jung masih punya rasa kemanusiaan, berbeda dengan Xen yang tangannya adalah tangan berdarah
"kau terllau baik Jung, apa kau tidak memikirkan bagaimana jika mereka kembali bangkit dan berbuat hal yang tidak diinginkan?" tanya Xen pada sahabatnya itu, ia hanya ingin menjaga keluarga mereka dari orang-orang yang membuat masalah
"tapi apa kau juga tega memb*unuh mereka sedangkan selama ini kau sudah menyiksa mereka dimarkas sana, entah seperti apa wujud mereka sekarang Xen!' ucap Jung yang tidak mau kalah dengan Xen, ia merasa kasihan dengan Amanda yang notabenya seorang wanita namun mendapat penganiayaan kejam dari seorang Xen
"aku tidak pernah melakukan apapun dengan mereka Jung, hanya bermain sedikit dan tidak banyak dari biasanya. aku mengharagai ucapanmu waktu itu utuk tidak berbuat lebih kepada mereka" ucap Xen dengan sorot mata tajam, ia mengharagai Jung dan tidak pernah menyiksa tawanannya lebih dari biasanya
"kalian kenapa snagat ribut disini, apa tidak ada hallain yang kalian bahas?" tanya Morgan datang dari belakang, ia sempat mendengar Xen dan Jung yang membahas tentang Xavier disana, Morgan juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jung namun melihat Xen yang begitu emosi juga tidak ada salahnya mereka melakukan sesuatu agar musuh tidak berani lagi mengusik mereka
"jangan terlalu bersemangat Xen, tidak ada salahnya apa yang dikatakan oleh Jung. kalau dia mau tangung jawab dan memastikan mereka tdak melakukan hal yang sama pada keluraga aku bisa melepaskan mereka" ucap Morgan datang dan langsung duduk disamping Xen
"kalau begitu kita kurung saja mereka sampai nanti Sinta muncul kepermukaan baru kita lanjutkan rencana kita ini" ucap Morgan memberi saran, ia juga tidka ingin buru-bru meenyapkan musuh padahal mereka belum bertemu setelah malam itu
"ya sudah kalau begitu, kita akan menunggu hari itu tiba, dan kau Xen jaga tanganmu dari mereka. jangan sampai melukai mereka" ucap Jung memberi saran
"hemmm baiklah tuan Jung sipaling sadboy" jawab Xen meledek sahabatnya ia juga tau permasalahn Jung dengan masalalunya yang membuat pria itu susah didekati oleh lawan jenis
"hahha kau tidak ingat dirimu sendiri Xen, kau bahkan menunggu wanita sampai sakit berminggu-minggu, tapi nyatanya wanita itu tidak pernah mengarapkanmu" ucap Jung membuka masalah hati mereka masing-masing, Jung sangat ingat betul bagaimana Xen berjuang menunggu wanita yang ia cintai
__ADS_1
"diam Jung... aku sudah melupakannya" Xen mendegus kesal medengar perkataan Jung,ya meskipun itu adalah kebenaran tentang dirinya namun membuat Xen tidak ingin kembali kemasa-masa itu lagi
"kalian bersiaplah untuk pulang, sore ini kita semua akan balik ke Itali, jangan sampai ada yang tertinggal atau tterewatkan, atau kalian tau sendiri akibatnya" ucap Morgan dan kedua pria otu langsung menganggu setuju, mereka bahkan sudah menyiapkannya lebih dari dua hari ini
"aku mau masuk kedalam, kalau ada yang penting datang kasana saja" ucap Morgan meninggalkan mereka dan kembali menyusul istrinya, ia meridnukan tubuh istrinya dan ingin menmani Kayla istrirahat didalam kamar
"apa kau tidak ada niat untuk emnari wanita Jung?, aku sudah melihat Morgan menikah dan punya anak, dia snagat berubah dari kehidupannya dulu, juga dengan Hansel anak ingusan dan pembuat masalah itu" ucap Xen menatap kedepan
"aku hanya tidak tertarik lagi jatuh cinta Xen.. melihat Morgan bahagia bersama keluarga kecilnya sudah membuatku puas dan bahagia, aku tidak ingin hal lain lagi" ucap Jung, padahal jauh dalam hatinya ia juga ingin merasakan mencintai dan dicintai lagi seperti dulu
"bagaimana dengan kau?,apa kau mengencani wanita makanya kau bertanya seperti itu padaku?" tanya Jung melihat kearah Xen dengan memicingkan matanya, ia tau Xen tidak begitu terbuka pada mereka
"tidak.. hanya saja aku memikirkan bagaimana jika kau tidak menikah dan tidak punya anak, siapa yang akan mengurus semua harta ku nanti" ucap Xen membuat Jung menepuk kepalanya sampai pria itu meringis kesakitan
"sebanayk apa hartamu Xen!!.. berikanlah padaku untuk mengurusnya" ucap jung sambil memajukan bibirnya, ia mengejek Xen dengan rasa dongkol dalam hatinya
"aku juga butuh melampiaskan rasa penasaranku terharap wanita Jung" ucap Xen membuat Jung meninggalkan sahabatnya itu, membahas tentang hal itu membuat Jung sedikit sensitif dan langsung teringat dengan masalalunya yang begitu jahat pada seorang wanita
to be continue
__ADS_1
~Lentera