Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 78, Keributan


__ADS_3

Author


"APA YANG KAU LAKUKAN DIDEPAN SUAMIKU!!" suara Catrin begitu datar dan dingin, namun sangat menojok diulu hati, wanita itu melihat Mlenda dari ujung kaki sampai ujung kepala, satupun tidak ada yang terlewatkan dari Melinda dimata Catrin


semua orang yang mendengar suara Catrin langsung terdiam, mereka tidak pernah melihat Catrin marah ataupun bersuara keras sebelumnya, ini kali pertama mereka melihat Catrin melakukan hal demikian dan membuat mereka heran dan terkejut


"sayang tenangkan dirimu, jangan terlalu emosi kasihan beby kita disini merasakan mamanya marah besar" ucap Hansel memeluk itrinya agar meredakan emsoi Catrin, sedangkan bumil itu masih menatap Melinda dengan tajam tanpa melepaskan tatapan tajam itu dari penglihatannya


"aku muak dengan wanita seperti dirinnya, sangat tidak tau malu dan tidak tau diri" ucap Catrin, bumil itu melangkah kedepan dan mendekati Melinda sedangkan sang mepunya masih diam tanpa suara, Melinda terlalu malu dan kalah suara dari Catrin


"emangnya siapa kamu berani mengatakan hal seperti itu, aku dan Hansel sudah lama kenal dan aku yakin dia masih menyimpan rasa padaku" ucap Melinda akhirnya buka suara, ia tidak mau kalah dar Catrin meskipun ia sudah tau akibatnya


"hahaha..lihatlah wanita bodoh ini!! dia tidak tau apa yang ia katakan namun bergalak sombong didepanku" ucap Catrin dan menampar Melinda satu kali, tentu saja hal itu membuat semua orang semkain terkejut dan takut meluhat ekspresi wajah Catrin yang berubah datar


"kau!!.. kau berani sekali menamparku, Han lihatlah wanita ini, sangat kurang ajar padaku" ucap Melinda dengan suara yang mendayu membuat Catrin semakin emosi mendengarnya, melihat wajah Melinda yang masih tidak pergi membuat kesabara Catrin semkain menipis


"keluar atau dikeluarkan?" ucap Catrin mendorong tubuh Melinda agar jauh dari hadapannya, namun wanita itu masih tetap diam tanpa suara, begitu juga Hansel yang hanya melihat istrinya agar tidak terjadi sesuatu, ia juga menyerahkan semuanya kepada Catrin untuk diatasi


"dengarkan aku baik-baik wanita ular!!.. Hansel Winata adalah suamiku dan aku adalah istri SAH dari Hansel jadi aku harap kamu mengerti posisimu dan tau diri untuk mendekati Hansel" ucap Catrin dengan lantang dan menekan kata SAH dikalimatnya

__ADS_1


"jadi sekarang pergilah dan jangan peernah datang kesini dan mengganggu hidup kami, atau kau sendiri yang tau akibatnya" ucap Catrin dan membalikkan badannya, ia melangkah masuk kedalam dan menuju ruangan Hansel, lama-lama disana ia eneg melihat wajah Melinda yang setebal tembok perusahaan


"saya harap kamu mendengar apa yang diucapkan oleh istri saya, dan saya mohon kerjasamanya jangan ganggu rumah tangga saya lagi" Hansel mengatakan seperti itu dan langsung pergi begitu saja, tanpa melihat kebelakang. sedangkan Melinda menahan malu dan menatap satu persatu orang yang ada disana


"ada apa lihat-lihat!' ucap Melinda ketus dan keluar dari kantor itu ia merasa sangat sial hari ini karna harus merasakan malu sekaligus bertemu dengan Catrin, ia merasa jika istri Hansel itu bukan lawan yang mudah untuk dirinya


"aku harus mencari cara lain untuk mendekati Hansel, jika begini terus hidupku akan hancur dan tidak tau harus bagaimana" ucap Melinda dan meninggalkan perusahaan itu,ia akan memikirkan cara yang lain untuk membuat Hansel jatuh kedalam tangannya lagi


disisi lain, Catrin dan Hansel sedang diam saling membisu, saling sibuk dengan pikiran masing-masing. entah apa yang mereka pikirkan dan Hansel sendiri tidak tau harus mengtakan apa kepada istrinya sekarang


"sayang.. apa yang kamu pikirkan hemm?" tanya Hansel membuka suara lebih dulu, ia igin tau apa yang dipikirkan istrinya setelah bertemu dengan Melinda,wanita tidak tau malu itu


lagipula mana mungkin dia menyalahkan suaminya yang sudah jelas tidak punya hubungan dengan wanita itu, Melinda saja yang terllau pede dan yakin untuk datang kesini, Catrin bahkan ingat alasan suaminya membawa dirinya kesini, pasti karna wanita tadi


"sayang.. jangan pernah peduli dengan apa yang dikatakan oleh oranglain diluar sana, aku mencintaimu dan akan tetap mencintaimu sampai maut memisahkan kita" ucap Hansel memeluk tubuh istrinya dan mencium kening Catrin, ia sudah takut jika tadi Catrin akan marah padanya


sebenarnya Hansel juga sangat tidak menyangka jika Melinda akan betekad datang keperusahaannya dan mencari dirinya, Hansel pikir dengan ia tidak mereespon panggilan Melinda kemarin cukup membuat wanita itu untuk tidak mengganggu dirinya


"aku bisa percaya padamu, tapi jika berhadapan dengan wnaita-wanita masalalumu ada saatnya aku akan marah,dan mungkin akan termakan omongan mereka, aku harap kamu selalu bisa memberi penjelasan dan tidak ikut marah padakuu" ucap Catrin ia juga tidak mau egois sendiri dan menyalahkan suaminya

__ADS_1


**


"Key apa beby twins tidak rewel tadi malam?" tanya Amira melihat putrinya yang sibuk bermain dengan cucunya yang sangat menggemaskan, Amira sangat bahagia jika Kayla mendapat keluarga yang menerima dirinya dan bahkan mereka bisa saling mendukung satu sama lain


"tidak ma, aku sangat bersyukur juga ketika salah satu dari mereka bangun mas Morgan sangat cekatan untuk bangun dan kadang tidak tidur sampai pagi" ucap Kayla yang mengingat suaminya begitu peka dan selalu bisa diandalakn untuk membantu mengurus beby twins


"gak kerasa ya sayang, kamu udah jadi ibu dan mama udah jadi oma buat beby twins, bahkan kamu berjuang ditengah kuliah dan juga pernikahanmu selama ini" ucap Amira memeluk putrinya dengan lembut, ia tidak menyangka jika Kayla tetap melanjutkan kuliahnya sembari mengurus kehamilan dan beby twins saat ini


"iya ma, aku juga ga nyangka bisa ngelakuin hal ini bersamaan, padahal dulu aku dan mas Morgan udah sepakat akan mengambil cuti dulu kalau aku hamil dan melahirkan, tapi mas Morgan berubah pikiran saat tau aku udah mendekati akhir semester dan memilih membantuku menyelesaikan semuanya" ucap Kayla tersenyum


satu hal yang sangat disyukuri oleh Kayla ketika mengenal dan menikah bahkan hidup bersama Morgan,suaminya pria itu sellau mengutamakan dirinya dan keluarga mereka, bahkan ketika Morgan harus melakukan pekerjaan dan Kayla meminta bantuannya, pria itu akan memilih pulang dan membantu dirinya


sangat menyesal jika dulu Kayla menolak Morgan dan tidak mau menikah dengan pria itu, Morgan sosok lelaki yang snagat tegas dan bertanggung jawab, semuanya selalu dibuat mudah dan diselesaikan dngan baik, tidak ada rasa penyesalan untuk Keyla meskipun menikah muda dengan suaminya


"aku harap kamu dan keluarga kecil kalian terus bahagia ya sayang, jadilah istri yang baik untuk suamimu dan ibu yang baik untuk anak-anakmu" ucap Amira, Kayla langsung menganggu dan tersenyum. sangat bahagia ia bisa ditempatkan dikeluarganya dan dikeluarga suaminya


~Lentera


next novelku

__ADS_1


__ADS_2