Belenggu Hasrat Calon Ipar

Belenggu Hasrat Calon Ipar
BAB 7, Makan Malam


__ADS_3

Author


Malam ini adalah malam yang sudah direncanakan oleh dua keluarga yang akan mengadakan pertemuan dan membhaas hubungan antar anak-anak mereka, ya keluarga Mheswari dan Winata melakukan makan malam dirumah kleuarga Winta dengan membahas perjodohan anak-anak mereka


saat ini Kayla sibuk memilih baju yang cocok untuk ia pakai dimalam nanti, tak ingin dirinya pergi makan malam dengan berpenampilan seperti dirumah acak-acakan dan tidak terurus, meskipun sebenarnya ia kurang suka dengan acara malam ini


"Kay..sudah siap nak?' tanya Mira mengetuk pintu kamar putrinya, mereka sudah menunggu Kayla sejak lima belas menit tadi


"sebentar ma.. aku masih bersiap" ucap Kayla dengan berteriak dari dalam, ia bingung dengan dirinya sendiri, ia ingin pergi namun malas ia ingin bekenalan dengan pria itu tapi hatinya berasa berat untuk pergi


pada akhirnya Kayla memutuskan untuk keluar dnegan penampilan yang sangat cantik dan polesan make up diwajahnya membuat gdais itu bertambah cantik dan manis.



kira-kira begini ya penampilan Kayla keacara makan malam mereka


"ayok ma kita berangkat" ucap Kayla sudah turun keawah dan melihat orangtuanya yang menunggunya diruang tamu, mereka akhirnya bergegas kerumah calon besan mereka


skip


dirumah keluarga Winata semua orang sibuk menata makanan dan minuman serta pernak-pernih untuk acara makan malam nanti, begitu juga dengan Naura dan oma Naomi mereka ssibuk mengatur dan memastikan tidak ada yang kurang diacara spesial kali ini


"semua sudah selesai oma, kita bisa ersiap-siap sekarang" ucap Naura mengajak mertuanya untuk bersiap menyambut tamu spesial mereka


"anak nakal itu dimana?, apakah sudah bersiap atau malah kabur" ucap oma Naomi yang tau kelakuan cucunya yang mmebuatnya kadang naik darah


"dia pasti ada dikamarnya oma" ucap Naura dan mereka sama-sama melakang kemar masing-masing bersiap dan menjamu tamu malam ini


berbeda dengan mereka, Morgan malah asik berkutat dnegan berkas-berkas laporan yang sedang ia kerjakan di apartemennya, ia sengaja tidak ikut makan malam agar tidak melihat gadis pujaannya dekat dengan adiknya sendiri, itu bisa membuat dirinya melewati batas dan memicu salah paham. dan Morgan tidak mau itu terjadi


"bagaimana jika dia juga menyukai Hansel, apakah aku harus mundur atau merebutnya" ucap MOrgan memikirkan hubungan percintaannya, baru kali ini ia menyukai wanita dan langsung disungguhkan dengan masalah rumit


"ya.. aku tidak mau kalah, dia milkku dan aku harus melakukan yang harus ku lakukan" ucap Morgan dan mengambil ponsel miliknya, pria itu mengetik sesuatu dan mengirimkannya pada gadis pujaan hatinya


"malam.. bagaimana kabarmu?" pesan Morgan

__ADS_1


ting


sebuah notif maksuk keponsel Kayla, disaat gadis itu sibuk dengan ponselnya dan memilih melihat media sosialnya, ia melihat notif dan langsung membukanya. disana tertera nama Morgan dengan emot wajah kesal


"malam.. bagaimana kabarmu?" pesan Morgan


untuk apa dia tiba-tiba memberi pesan yang tidak penting, batin Kayla namun tetap membalas pesan tersebut


"baik.. kamu sendiri?" tanya Kayla dan langsung keluar daro room chat Morgan


"baik juga.. bagaimana dengan persiapanmu apa ada yang kurang atau kamu tidak mengerti?" tanya Morgan, memberikan perhatian kecil menurutnya akan membuat Kayla merasa diperhatikan


"semuanya baik, sejauh ini tidak ada. ohh ya ada apa chat aku malam begini?" tanya Kayla, ia merasa risih namun senang mendapat chat dari Morgan entah kenapa hatinya hangat saat pria itu perhatian padanya


"tidak ada. hanya saja memastikan milikku masih baik-baik saja" Morgan memberi pesan balasan dnegan membuat Kayla langsung jantungan membacanya, apa-apan pria ini menurut Kayla


"jangan berlebihan tuan, saya tak suka" pesan Kayla namun bukannya marah Morgan malah tersenyum mendapat balasan itu. secinta itukah dia pada gadis itu pikirnya


tiga puluh menit berlalu, Kayla dan orangtuanya sampai dikediaman Winata, dengan langkah yang gontai dan malas Kayla mengikuti orangtuanya untuk masuk kedalam.


"selamat datang tuan Arion dan nyonya Mira" ucap oma Naomi dengan formal padahal Nuara dan Mira saahabat dekat dan mereka tidak perlu bersifat seperti itu menurut Mira


"tidak perlu begitu nyonya, kami datang karna ingin menjenguk sahabat lama" ucap Mira tersenyum, mereka semua langsung menuju meja makan yang sudah tertata sangat baik


"kita makan dulu, nanti kita ngobrolnya" ucap oma Naomi sebagai tuan rumah dan tidak ingin tamunya kelaparan ketika sibuk mengobrol satu sama lain


"baiklah" ucap mereka semua dan meneikmati makan malam, Hnasel yang sejak tadi malas namun ketika melihat Kayla pria itu bersemangat dan merasa tertarik dengan Kayla, wanita itu tampak cuek dan datar tidak menunjukkan ekspresi senang atau apa


"bagaimana dengan perusahaanmu tuan, apakah semuanya berjalan dengan baik?" tanya oma Naomi kepada Arion setelah mereka semua selesai makan malam dan menikmati waktu snatai


"baik nyonya, saya juga merasa senang ketika tuan Morgan mau bekerjasama dengan perusaahan saya" ucap Arion yang seketika membuat Kayla terkejut


"Morgan? apakah pria itu adalah anak dari keluarga ini?" batin Kayla terkejut, merasa ia salah untuk mengikuti apa kata papanya, mengelola proyek kerjasama itu


"baguslah tuan... saya rasa juga itu perlu agar perusahaan keluarga kita ceat berkembang dan maju, agar anak-anak juga tau tugas masing-masing" ucap Naura ikut bicara

__ADS_1


"ohh ya.. bagaimana dengan kalian kenalan lah dan Hansel ajak Kayla keluar untuk ngobrol" ucap Mira inisiatif menyuruh anak-anak mereka ambil waktu berdua


"ohh iya tan, baiklah. ayo Kayla kita kesana" ucap Hnasel merasa gugp dan canggung. ia membawa Kayla ketaman belakang rumah agar mereka leluasa untuk berbicara


"ohh ya, apa kamu masih kuliah atau sekolah?" tanya Hansel ketika mereka sudah duduk ditaman belakang rumah, keduanya tampak canggung namun berusaha untuk santai saja


"iya kau masih kuliah kamu sendiri?" tanya Kayla yang tak tau harus menanyakan apa


"aku sudah selesai kuliah dan sekarang membuka usaha sendiri" ucap Hansel dengan senyuman yang manis berharap Kayla akan tertarik padanya sama seperti wanita-wanita yang dia dekati dulu


"ohh begitu, apa kamu setuju dnegan perjodohan ini?" tanya Kayla ia ingin menanyakan itu dan berharap kalau Hansel tidak setuju dengan rencana orangtua mereka


"setuju saja sh.. tidak ada salahnya untukku, lagipula kamu cantik dan cocok untuku" ucap Hansel tersenyum membuat Kayla merasa risih dan tidak suka


"tapi aku tidak setuju, aku tak mau dijodohkan toh juga kita masih bisa cari pasangan hidup, dan menurutku aku dan kamu tidak cocok" ucap Kayla dengan menundukkan kepalanya


"tidak cocok gimana?, apa kamu punya pacar?' tanya Hansel, ia juga tidak mau membuat wanita didepannya ini merasa salah tempat diantara pacaranya dan dirinya


"bukan begitu, tapi aku menyukai orang lain" jawab Kayla " maaf" tambahanya lagi dan enatap Hansel dengan rasa bersalah


"oooo begitu ya, tapi selagi kalian belum menikah kita bisa melanjutkan hubungan kita. lagipula aku sudah menyukaimu sejak awal" ucap Hnasel jujur


"tapi aku tidak bisa, tolong mengertilah" jawab Kayla merasa tidak enak juga pada pria didepannya ini


"aku tidak memaksamu, berikan aku waktu agar membuatmu menyukaiku dan kita bisa melanjutkan hubungan kita" jawab Hansel


"aku tidak yakin dengan itu, aku sibuk kuliah dan belum memikirkan untuk menikah, mama papa saja yang terlalu sibuk memikirkannya" Kayla


"aku sebenarnya juga tidak mau, aku dulu berfikir kalau menikah tidak penting dan juga aku punya abang. bang Morgan harus lebih dulu menikah baru aku akan menyusulnya" Hansel


"apa Morgan itu abangmu?" tanya Keyla to the point, ia ingin tau jelas siapa Morgan dikeluarga mereka dan hubungannya kepada Hansel


"iya, ia abangku dan sekarang mengurus perusahaan. kenapa kamu kenal dia?" tanya Hansel


"papa dan dia meeting kemarin dan aku diajak papa bertemu dengannya" jawab Kayla dan sekarang sudah tau jawaban pertanyaannya

__ADS_1


__ADS_2