
Author
Jam menunjukkan pukul 4 sore hari, Morgan dan semua keluarganya menuju atap Villa untuk melakukan penerbangan, juga beby twins yang anteng digendongan omanya dan juga untynya, mereka akan berangkat menuju Italia sore ini, dan juga agar tidak kemalaman sampai disana
"sweety kamu istirahat aja didalam kasihan nanti malam pasti akan sangat lelah mana beby twins semakin hari semakin rewel" ucap Morgan mengantarkan istrinya masuk kedalam kamar untuk istirahat, karna mulai semalam beby twins gantian rewel dan hal itu membuat Kayla dan Morgan tidak bisa tidur
"iya mas, aku juga masih ngantuk dari smalam gak bisa tidur" ucap Kayla dan merebahkan tubuhnya diranjang, beruntung beby twins masih anteng bersama oma dan untynya, mereka kalau siang tidak terlalu rewel tapi kalau sudah malam pasti tidak bisa tidur dan selalu menangis
"kamu istirahat ya, aku kedepan melihat beby twins" ucap Morgan menyelimuti istrinya dan keluar dengan menutup pintu kamar, Kayla kembali melanjutkan tidurnya dengan tenang, sedangkan suaminya ikut duduk didepan sambil bermain dengan beby twins
Catrin yang tadinya menggendong Aiden terus menciumi pipi gembul gembul membuat Aiden tidak bisa tenang duduk bersama untynya, Catrin begitu bersemangat menggendong beby Aiden sampai membuat bayi itu gelisah bersama Catrin namun tidak menangis
"astaga sayang jangan digituin dedeknya, kasian beby Aiden tuh sesak kalau gitu" ucap Hansel melihat istrinya yang mengendong beby Aiden dan terus menciuminya
"gemes tau bby.. aku gak tahan lihat pipinya yang mulus nan lembut ini, pengen aku makan aja rasanya" ucap Catrin tersenyum dan membuat Hansel menggelengkan kepalanya, bagaimana bis aistrinya ingin memakan beby Aiden karna terllau gemas
"tapi gak gitu juga dibuat, di gelisah tau dari tadi, sini aku aja yang gendong" ucap Hansel dan mengambil baby Aiden dari pangkuan istrinya dan beralih digendongannya, Hansel juga merasa gemas dengan pipi beby Aiden yang sangat gembul dan mulus
sedangkan beby Zora anteng bersama oma Amira dan oma Naura ia tidak rewel sedikit pun diasuh oleh kedua omanya itu, bahkan beby Zora senang tertawa dengan candaan dan tawa daro dua omanya, dia tidak merasa terganggu sedikitpun dengan suara mereka
__ADS_1
"beby Zora sangat mirip dengan papanya, tapi mata dan bibirnya sangat mirip dengan mamanya, astaga aku seperti melihat Morgan kecil sekaligus Kayla kecil dalam bentuk wajah yang bersamaan, begitu mirip sampai oma Naura dan oma Amira selalu gemas melihat wajah beby Zora
"iya Mir aku juga ngerasa kayak gitu, melihat wajah beby Zora kaya Morgan kecil tapi lihat mata dan bibirnya kaya Kayla kecil, juga tingkahnya yang tidak terllau resel dan sangat diam" ucap Naura mengcup pipi beby Zora sangking gemasnya
"gak rewel dari mana ma, dia tuh selalu bikin abangnya bangun tengah malam, kalau bukan dia yang rewel mungkin abangnya juga tidak akan rewel tengah malam" ucap Morgan datang dan duduk disamping Hansel dan menjawab perkataan mamanya, mengingat betapa beby Zora tadi malam menangis terus dan sangat gelisah
"emangnya iya Gan?, bukannya kalau siang dia sellau diam dan sangat ceria, lihat saja dia tidak menangis sedikitpun" ucap Naura menatap cucunya, dia tidak percaya kalau beby Zora sangat rewel tadi malam padahal siang kemarin beby Zora sangat anteng bersama mereka
"uhhh... tadi malam saja mamanya sampai tidak bisa tidur karna beby Zora terus menangis sampai pagi, bahkan aku juga terbangun karna abangnya ikut menangis sangkig suaranya sangat keras" ucap Morgan menoel pipi beby Aiden dengan tersenyum senang
"ya sudah kalau begitu nanti malam beby twins tidur bersama kami saja, kasihan kalian kalau terus menerus begadang ebgitu, tidak baik untuk mamanya karna baru juga keluar dari rumah sakit" ucap Amira menatap cucunya, ia bisa merasakan bagaimana putrinya harus mengurus dua anak sekaligus
"baiklah kalau begitu ma, maaf kalau merepotkan mama" ucap Morgan berterimakasih kepada mamanya dan mertuanya, bagaimanapun mereka sangat pengertian dan juga sangat baik untuk dirinya dan Kayla, mereka maish mau mengurus beby twins ditengah malam dan memilih untuk begadang
"tidak apa nak, lagian kami juga menginginkan hal ini juga" ucap Naura tersenyum, mereka kembali bermain dengan beby Zora yang sudah kembali tidur
bayi yang belum genap berusia satu bulan itu taunya cuma tidur dan menangis, baru saja tadi Morgan melihatnya bermain dengan omanya dan sekarang sudah tidur sana, Morgan merasa gemas dengan anak-anaknya, dulu Morgan snagat tidak sabar untuk bertemu dengan beby twins
sedangakn dilain tempat, Manda yang sudah begitu kacau dan wajahnya penuh bekas luka, dua bulan dia dikurung ditempat yang menurutnya sangat terkutuk dan merasakan siksaan seperti neraka dunia, Manda bia merasakan bagaimana Xen membuat mereka sellau meringis dan berteriak kesakitan, memang pria itu bak iblis di dunia nyata
__ADS_1
"uuughhh..." Manda mencoba untuk bersandar didinding dan melihat sekelilingya, ia menatap tempat Xavier yang ada didepan selnya dan melihat pria itu tenagh kehabisan tenaga, terlihat dari raut wajah Xavier yang begitu kasihan penuh dengan luka dan lemas tak berdaya
"bagaimana bisa ada pria sekejam dan bersifat iblis seperti dia, aku bahkan hampir mati kejang jika ada dia disini" ucap Manda dengan pelan dan menatap penjaga sel disana, mereka tampak menghiraukan Manda yang memanggil mereka, wanita itu ingin sekali mencakar wajah para pengawal itu
"tolonglah aku.. aku ingin minum, aku snagat haus sekarang" ucap Manda dengan raut wajah kasihan berharap pengawal itu mau mendengarkan dirinya, karna pesan Xen sebelum pergi tidak boleh berinteraksi dengan Manda dan yang lainnya
"aku benar-benar tidak bermaksud apa-apa, aku hanya haus tolong berikan aku air minum, aku mohon" ucap Manda menangis pilu, ia tidak pernah merasakan tersiksanya seperti ini, bahkan dia tidak pernah memohon kepada orang sebelumnya
"berikan dia minum, aku tidak mau dia mati disini dan membuat kita repot lagi" ucap slaah satu pengawal yang menjadi tangan kanan Xen yang dipercayakan menjaga dan melihat situasi mereka sampai Xen pulang kemarkas itu dari Swiss
"baik tuan.." ucap salah satu pengawal dan langsung mengambil segelas air minum dandiberikan kepada Manda, wanita itu langsung menegaknya habis tanpa bersisa, terlihat jika dirinya memang benar-benar kehausan dan memberikan kembali gelas itu kepada pengawal disana
"makasih banyak" ucap Manda tersenyum dan kembali tidur diatas ranjang selnya, mereka masih diberikan fasilitas yang lengkap bak kamar pribadi namun setiap hari pasti menjadi snatapan pagi untuk Xen yang selalu membuat mereka tidak tahan berada disana
"kalian masih beruntung ditangani oleh tuan Xen, jika sampai tuan Morgan yang turun tangan aku tdak yakin kalau kalian bertiga masih ada disini saat ini" ucap tangan kanan Xen itu dan menatap Manda dengan perasaan kasihan sekaligus sedikit marah, entah mengapa ada waita selicik dan sejahat Manda
"maafkan aku.. aku menyesali perbuatanku dan kalau ada kesempatan bertemu dengan keluarga Winata aku akan minta maaf pada mereka semua" Manda tersenyum dan membalikkan tubuhnya, ia menangis menyesali apa yang ia lakukan dulu sampai ia datang ketempat kramat ini
to be continue
__ADS_1
~Lentera