
Author
Pagi ini Morgan akan mengantarkan Kayla pulang kerumah dirinya juga harus pergi kekantor untuk mengurus dan bekerja untuk masa depan dirinya dan kekasinya
Kayla sudah besiap dengan baju yang baru saja datang karna Morgan menyuruh pelayan apartemen untuk membawakan dirinya baju. baju yang ia pakai kemarin sore masih basah dan belum dicuci
"sweety nanti siang kekantorku bisa tidak?' tanya Morgan ia ingin kerja sekaligus ditemani oleh kekasinya
"bisa beby, tapi aku harus pulang dulu dan izin lagi pada mama" ucap Kayla masih merias wajahnya dengan alat seadanya. ia bahkan tak membawa bedak hanya liptint yang selalu ada didalam tasnya
"baiklah, kamu taukan kantorku?' ucap Morgan menatap kekasinya yang sibuk dari tadi. ia bahkan menunggu Kayla bersiap-siap tapi dirinya sendiri belum mengenakan apapun selain handuk yang masih bertengger dipinggangnya
"iya beby, nanti akan kukabari kalau mau kesana" jawab Kayla dan membalikan tubuhnya. seketika gadis itu terkejut dengan penampilan Morgan yang masih sama ketika keluar kamar mandi
"kenapa belum pake baju beby!?" tanya Kayla dengan nada tingi, kesal dengan kelakuan kekasihnya yang snagat membangongkan
"aku menunggumu sweety" jawab Morgan dengan tatapan yang lembut namun hatinya sudah takut melihat singa betina yang mulai keluar tanduknya, Kayla melihat dengan tatapan tajam dan mmata yang hampir keluar dari tempatnya
"menungguku apa beby?, ini sudah jam berapa dan kamu masih belum bersiap-siap!!" ucap Kayla dengan nada tinggi dan berdecak pinggang, gadis itu langsung bergerak mengambil baju Morgan dan menyuruh pria itu memakinya
Kayla juga mengambil dasi dan jam tangan Morgan dengan raut wajah yang kesal namun tidak bisa marah, yang ada dia sendiri yang kena batunya nanti
"cepat pakai ini, dari tadi hanya diam dan melihatku saja. bukannya bersiap-siap kamu gak lihat ini sudah jam berapa mau telat kekantor kamu" ucap Kayla ngomel panjaang lebar membuat Morgan hanya diam menatap wanitanya, sunggu menggemaskan sekali pikir Morgan
"kita sarapan roti saja yang aku beli kemarin sore" ucap Kayla meninggalkan Morgan agar mengenakan sepatu miliknya, gadis itu beralih kedapur membuatkan sarapan dan minum untuk keduanya, ia takut jika Morgan telat kekantor
"dia seperti singa mengamuk saja" ucap Morgan pelan ketika Kayla sudah keluar dari kamar, namun pria itu merasa senang karna wanitanya begitu perhatian padanya
"aku tidak salah pilih, tapi papanya yang tidak tau memilih menantu huh!" lanjut pria itu yang mengingat apa hubungan dirinya dengan Kayla, bahkan mereka menghianati Hansel, adiknya sendiri dan merebut Kayla dari pria itu
"hah!!.. entah bagaimana nantinya hubungan kami" desah Morgan sebelum keluar dari kamar, ia menatap Kayla sibuk mengoleskan selai roti dan menunggu dirinya bergabung
"cepatlah beby.. nanti kamu telat ke kantornya" ucap Kayla menyodorkan dua roti yang sudah diberi selai dan teh hangat untuk Morgan, ia juga mencicipi sarapan ala kadarnya dan buatannya sendiri
__ADS_1
"beby.. tadi papa kasih tau kalau sekretarisnya akan datang menjemputku dikantirmu. papa taunya jika aku masih dikantormu sekarang" ucap Kayla memberitahu kalau tuan Arion menghubunginya dan akan menjemput dirinya
"bilang saja kamu sudah dijalan sweety" ucap Morgan sambil berjalan mendekati Kayla, pria itu memilih duduk dikursi sebelah Kayla dan menyuruh wanitanya duduk dipahanya
"ya sudah kau telfon papa sekarang" ucap Kayla meraih gawainya dan akan menghubungi papanya
skip
diperjalanan menuju rumah Kayla, Morgan tak sempat masuk kedalam karna harus kekantor, juga ia belum siap jika ditanyai oleh tuan Arion masalah proyek mereka, padahal proyek ini dikerjakan oleh orang suruhan Morgan agar dirinya bebas bersama Kayla
"Jung bagaimana dengan proyek itu, apa semuanya berjalan dengan baik?" tanya Morgan disambungan aerphone miliknya
"sudah tuan, semua ide dari nona Kayla sudah didiskusikan dan semua diterima dan akan dijalankan sesuai ide nona" jawab Jung yang sebenarnya dirinya sudah berada dikantor menunggu kedatangan Morgan
"baiklah, gadisku itu memang cukup pintar dan bisa dibanggakan" ucap Morgan tersenyum namun tidak ada yang tau karna dirinya hanya sendirian didalam mobil
Dikantor N&W Morgan sampai dan langsung menuju ruangannya, disana sudah ada sekretaris Jung yang menunggunya untuk mengerjakan semua laporan yang sudah ada diatas meja miliknya, Morgan hari ini sedikit bersemangat dan tidak datar seperti biasanya
"Jung.. apa kau makan dengan baik tadi pagi?" tanya Morgan melirik kearah sekretarisnya, sontak saja Jung merasa semakin aneh dan mendekati Morgan
tangan pria itu mendekat dan menyentuh kening Morgan, merasakan ada perubahan apa dengan tuan sekaligus sahabatnya ini
"apa kau kemasukan setan? atau kau makan yang slaah tadi pagi?" tanya Jung dengan tatapan mencurigakan kepada Morgan, ia membolak-balikkan tubuh Morgan sampai pria itu berteriak kesal
"Jung Hae In!!!, teriak Morgan karna pusing diputar bolak-balik oleh sekretraisnya itu, Morgan sampai memujat kepalanya yang terasa kunang-kunang
"kau! gajimu dua bulan kedepan dipotong" ucap Morgan kesal dan menatap tajam sekretaris Jung, pria itu hanya diam menyengir seolah tak berdosa
"maafkan aku, habisnya kau seperti orang kesurupan atau kau belum makan obat?' tanya Jung lagi membuat Morgan langsung melemparkan pulpen yang ia pegang kepada Jung
"sekali lagi kau bicara jangan harap kau masih berada disini!" ucap Morgan kesal dan membuat Jung terdiam seribu bahas, pria itu mendekati Morgan kembali menanyakan apa yang sudah terjadi pada tuannya
"apa yang mmebuatmu bahagia pagi ini?, apa gads itu?" tanya Jung menebak. apalagi yang bisa membuat Morgan sesenang dan segembira ini
__ADS_1
"hemm!" hanya suara deheman yang menjadi jawaban Morgan pada sekretaris rese itu
"apa yang sudah kalian lakukan, emm maksudku sampai dimana kau dan dia?" tanya Jung lagi, takut bicara salah dan didepak dari kantor itu
"kau tidak perlu tau Jung!!, kerjakan tugasmu dan keluar dari sini" ucap Morgan datar dan seketika membuat Jung langsung lari keluar dari ruangan itu, meluhat Morgan sudah mencapai level satu tanduknya keluar
skip
dirumah Kayla, gadis itu menikmati waktunya bersama mamanya. ia bahkan enggan untuk keluar dan masih betah disana saling bertukar cerita dengan Mira, mereka asik membahas perjodohan Kayla dengan hansel
"apa kamu sudah menyimpan nomornya Kay?" tanya Mira
"belum ma, aku tidak ada rasa padanya ma, tolonglah bilang sama papa biar membatalkan perjodohan yang tidak masuk akal ini" ucap Kayla mendegus kesal
"tidak bisa sayang.. mama juga sudah bilang sama papa taoi papa masih terus bersikeras menjodohkan kalian" ucap Mira mengelus kepala Kayla
"tapi aku tidak suka dia, dia juga belum tentu suka sama Kay" ucap Kayla memelas agar mereka membatalkan rencana keluarga ini
"kalau kamu tidak cinta kamu bisa belajar sayang.. cinta tumbuh seiring waktu bersama" ucap Mira memberi pengertian pada putri semata wayangnya
"aku tidak pernah mencintai dia ma, aku sudah punya orang lain" ucap Kay menatap mamanya, namun detik selanjutnya sebuah notif masuk keponselnya
*"mari bertemu malam ini, aku ingin mengajakmu sekalian mau mengenalmu lebih jauh, Hansel" *
tulisan pesan yang sempat dibaca oleh Mira membuat wanita paruh baya itu tersenyum, Hansel ternyata ingin dan menerima perjodohan ini. tinggal Kayla saja yang membuka hati pada pria itu
"tuhkan.. mama bilang juga apa, masa anak mama yang paling cantik ini ditolak sih" goda Mira namun hal itu justru membuat Kayla kesal dan memilih masuk kekamarnya
Kayla ingin membalas pesan itu namun tiba-tiba teringat jika dirinya harus kekantor Morgan siang iini. dengan cepat Kayla bersiap dan akan memberitahu Morgan ajakan Hansel itu ketika mereka bertemu nanti
#to be continue
~Lentera
__ADS_1