
Author
Morgan sampai kelokasi yang dikirim oleh Kayla, sebuah restoran mewah namun bergaya klasik. pria itu langsung masuk kedalam setelah dikabari oleh gadis pujaannya bahwa dia sudah disana menunggunya, dengan hati yang bersemangat Morgan bahkan lupa wibawa dirinya
Morgan bertemu gadis pujaan hatinya, anggap saja itu tuan Morgan ya ges ya. hota bangat ga sehhh
Kayla saat bertemu dengan Motgan, cantik banget ya gess mimin aja tersepona hahah
"maaf menunggu lama, tad sedikit ada pekerjaan" ucap Morgan langsung duduk dimeja yang sama dengan Kayla
melihat kedatangan pria itu, jantung Kayla langsung berdegup kencang ia bahkan salah tingkah dan tidak tau harus melakukan apa didepan pria itu, Kayla sudah pasti kelihatan gugupnya
apa yang aku lakukan, astaga mataku ini menag tidak bisa diajak bersahabat" batin Kayla namun tetap berusaha untuk tenang dan elegan
"tidak apa-apa tuan, saya juga lupa kasih tau tempat pada tuan" ucap Kyala tersenyum, mereka langsung memesan makan siang dan bercerita kecil-kecilan tentang proyek mereka
"jadi bagaimana persiapanmu, apakah sudah mulai atau masih melihat-lihat saja?" tanya Morgan dan menggeser kursinya untuk dekat dnegan Kayla
"aku sudah mulai tuan, tapi masih perlu belajar. ku harap tuan bersedia menemaniku kapanpun aku butuhkan, bisakan tuan?" tanya Kayla, pemaksaan Key tapi gapapa lah asalkan proyek berjalan dengan baik
"tidak apa-apa, katakan saja kapan kamu butuh bantuan saya" ucap Morgan dan akhirnya makanan mereka datang
keduanya langsung menikmati makan siang, dengan perasaan bercampur aduk, Kayla bahkan bisa melihat bagaimana gagahnya pria disampingnya, mengalahkan mantannya dulu
mantan?, Kayla bahkan membandingkan pria ini dengan mantannya dua tahun lalu
__ADS_1
"nona.. apakah anda punya kekasih? atau dekat dengan pria?" tanya Morgan setelah mereka selesai makan dan sekarang waktunya ngobrol santai
"emmm.. aku tidak, tapi orangtuaku terlebih papa memaksaku menikah diumur segini. bahkan aku sudah dijodohkan" ucap Kayla menunduk, ia tak bisa menymbunyikan wajah sedihnya
"apa kamu mau dengan pria yang dojodohkan papamu?" tanya organ lagi, ia ingin emndapat jawaban atas perasaannya terhadap gadis itu. jika Kayla mau berarti ia harus meminta bantuan dua sahabatnya untuk emndapatkan gadis itu
"tidak.. aku bahkan menyukai orang lain" ucap Kayla mendonggakan kepalanya menatap Morgan
"emmm begitu ya, lalu bagiamana orang itu, apa dia menyukaimu?"tanya Morgan menaikkan alisnya dan menatap Kayla dengan serius
"tidak tau tuan, kami bahkan baru saja bertemu beberapa hari ini. tapi aku tidak yakin jika dia masih sendiri" ucap Kayla, lagi-lagi gadis itu menundukkan kepalanya tidak mau terllau terlohat menunjukkan rasa sukanya terhadap pria itu
Morgan saja tidak tau, ia merasa jika ada saingan yaitu pria yang disukai oleh Kayla. ia bahkan tidak peka karna baru kali ini mendekati wanita tidak tau rasanya gimana seorang wanita juga menyukainya
"ya sudah.. lupakan saja tuan, bagaimana dengan tuan apa sudah punya kekasih?" tanya Kayla berusaha tenang mendengar jawaban Morgan
ya Keyla akui bahwa dirinya sudah tertarik dengan pria disampingnya ini sejak mereka pertama kali bertemu, ditambah lagi dengan Morgan yang bicara kepadanya di restoran dulu, kayla menyimpan perasaan itu tidak yakin dengan hatinya, namun semakin mereka sering chatingan Kayla merasa bahawa ia jatuh cinta
"ehmmm.... lupakan itu, apa yang bisa aku bantu?" tanya Morgan tidak mau berlama-lama membahas pribadi lebih dalam
"aku ingin menanyakan ini, bagaimana jika kita merekrut beberapa orang yang berpengalaman untuk menjadi BA di proyek ini, mana tau custumer kita teratrik karna orang yang kita rekrut lumayan berpengaruh dikalangan masyarakat, jika hanya mengandalakan popularitasku aku tidak yakin bisa menarik custumer banyak" ucap Kayla mengeluarkan ponsel miliknya dan memberitahu beberapa BA yang akan mereka rekrut
"tidak perlu, produk kita ini cukup terkenal dikalangan masyarakat atas jadi kita tidak pelu merekrut BA untuk memperkenalkannya. dan amu tidak perlu promosi berlebihan hanya saja kamu harus memantau bagaimana keinginan cutumer, kita harus peka terharap perubahan model atau bahkan pertamabahan produk dengan nilai yang berbeda, karna cutumer kita adalah kelangan atas" ucap Morgan dan mengeluarkan ponsel miliknya juga
"ini salah satu contoh proyek kecantikan kami, perusahaan hanya perlu memantau perkembangan dan perubahan permintaan custumer dan harus segera mungin melakukan perubahan itu. makanya kita perlu kepekaan disini" ucap Morgan memberikan beberapa contoh proyek mereka dibidang kecantikan
"tapi aku ingin kalangan menengah kebawah juga merasakan produk kita, aku berfikir bahwa produk kita juga harus dikenal mereka walaupun harus mengurangi biaya dan mungkin kualitas yang kurang bagus namun cukup untuk domper pasar yang kita tuju" ucap Kayla
dia sudah memikirkan bagaimana caranya kalangan menengah kebawah mampu merasakan produk mereka dengan melakukan perubahan, baik dari segi harga dan bahan baku yang mereka pakai tanpa harus membuat produk itu menurunkan kualitas dan brand yang sudah terkenal
__ADS_1
"umm.. lalu apa kamu punya ide atau hal yang bisa dilakukan untuk membuat proyek itu, karna bahan baku produk ini saja sangat mahal dan biaya pekerja yang dibutuhkan juga lumayan juga" ucap Morgan menatap Kayla serius
Morgan ingin tau bagaimana gadis itu mengatasi kasus yang terjadi dalam proyek itu, karna semua usaha pasti ada maslaah besar atau kecil dan itulah yang harus dijaga supaya tidak terjadi dalam proyek
"aku punya ide, namun belum tentu bisa dijalankan" ucap Kayla berhenti memainkan ponselnya
"katakan" Morgan serius mendengarkannya
"kita harus melakukan observasi terharap pasar yang akan kita tuju, mulai dari pendapatan rata-rata kalangan bahawa sampai menengah agar bisa kita diskusikan harga rata-rata produk ini, juga kita harus melihat jarak tempat tinggal mereka dalam pengiriman produk" ucap Kayla dan Morgan masih setuju
"dari sana kita akan tau berapa harga jual dan pendapatan yang akan kita terima dengan melakukan observasi dan melihat vendor dalam menjual bahan baku, jangan samakan bahan baku untuk kalangan atas dengan kalangan menengah kebawah karna selisih harganya pasti berbeda namun ketika kita produksi produk ini kita bisa mengambil sedikit bahan baku dari itu" ucap Kayla panjang lebar
Morgan bahkan tidak fokus dengan apa yang dikatakan gadis itu, malahan fokus dengan bibir gadis itu dari tadi bahkan tidaak mendengarkan apa ide Kayla
"tuan.. apa tuan dengar apa yang kukatakan?' tanya Kayla sadar jika Morgan tidak fokus pada pembicaraan mereka
"hh iya.. aku dengar, nanti aku akan berdiskusi dengan sekretarisku untuk memikirkan ide yang kamu katakan" ucap Morgan dan Kayla hanya menganguk setuju
"baiklah kalau begitu kita pulang saja" ucap Morgan dan diikuti oleh Kayla, namun sampai diluar ternyata hujan sangat deras dan Kayla juga tidak membawa kobil, dirinya kesini membawa motor kesayangannya
"kamu pulang bagaimana?' tanya Morgan dan Kayla menggeleng tidak tau, tidak mungkin menerobos hujan segeda ini
"ya sudah pulang bersamaku saja, tapi kita kekantorku dulu" ucap Morgan tanpa bantahan langsung menarik tangan Kayla
"motorku bagaimana tuan?" tanya Kayla polos, astaga ini ujian buat Morgan
"nanti akan diambil asistenku" ucap Morgan dan mereka akhirnya melaju kekantor Morgan untuk melanjutkan pekerjaanya sedikit lagi
to be continue
__ADS_1
~Lentera