
Tok... tok..... tok......
Terdengar suara pintu rumah Carla yang diketuk dari arah luar, membuat wanita itu yang baru saja menyelesaikan kegiatannya sehabis mandi, langsung keluar dari kamar menuju pintu rumahnya..
Carla dibuat bahagia ketika melihat siapa wanita yang sudah berdiri didepannya saat ini,
Dina telah datang bersama kekasih nya yaitu Raka ,
Carla yang melihat kedatangan kedua insan tersebut pun langsung mempersilahkan masuk kedua orang tersebut...
"Dina...! aku kira kamu gak bakal datang,? "
Tanya Carla sedikit terkejut..
"Yaa...aku kan sudah janji sama kamu,kalau aku bakal datang kerumah kamu, , oya aku bawa kak raka sekalian kemari karena dia mau jenguk kamu Carla"
"Hay kak, makasih ya sudah mau datang untuk menjenguk Carla"
Sapa Carla menatap kearah pria tampan tersebut, yang diketahui adalah kekasih Dina..
Raka langsung menyunggingkan senyuman nya, pria itu menjawab pertanyaan Carla dengan ramah
"Sama sama Carla, sekalian aku ingin melihat keadaan mu, kata Dina kamu sedang sakit ya? apakah sekarang sudah mendingan? "
Tanya Raka kepada Carla, Raka adalah tipikal pria yang ramah dan juga perhatian, dia sudah mengenal Carla sejak lama, karena mereka adalah rekan kerja dicafe yang menjadi tempat Carla menjadi waters,
Raka bekerja sebagai manajer dicafe tersebut, dan pertemuan Dina bersama Raka bisa terjadi ketika Dina menjenguk Carla dicafe yang menjadi tempat dirinya mencari penghasilan...
"Aku sudah mendingan kok kak, ya sudah ayo kita masuk kedalam, kebetulan aku memiliki banyak cemilan"
"Benarkah! tapi... aku juga bawa cake enak lo buat kamu, aku sengaja beli agar kamu selalu bisa ngemil setiap saat"
"Wah... terimakasih ya Dina, kamu benar-benar sahabat terbaik aku"
__ADS_1
Peluk Carla dengan perasaan sayang, membuat Raka yang menyaksikan dua sahabat tersebut pun merasa bahagia...
Setelah itu mereka bertiga mulai masuk kedalam rumah milik Carla, Carla banyak menyuguhkan makanan ringan untuk mereka berdua,
Dan tepat setengah jam kemudian, Dina mulai mengajak Carla untuk bangkit dari duduknya..
"Kak, aku sama Carla kekamar sebentar ya, ada hal penting yang mau aku sampaikan kepada Carla"
Izin Dina menatap kekasihnya tersebut, Raka langsung menganggukkan kepalanya, membuat Dina dan Carla mulai melangkah meninggalkan Raka sendirian diruang tamu tersebut..
Kini Dina sudah berhasil membawa Carla untuk menjauhi Raka, dia berencana ingin menceritakan tentang kejadian dirinya yang sudah melabrak Albert tadi pagi.
Tentu saja hal itu membuat Carla merasa sangat terkejut, dia tidak pernah menyangka jika sahabat nya berani melakukan hal itu demi dirinya..
"Kamu beneran melabrak kak Albert ? memang nya kamu gak takut kalau sampai kak Albert nyakitin kamu Din? "
Tanya Carla memasang raut wajah sedih..
"Tentu saja tidak, aku tidak takut dengan kak Albert, dan aku sudah memberikan tamparan keras di pipi sebelah kirinya, Carla menurutku sepertinya Kak Albert memang tidak pernah mencintai mu, dan dia hanya memanfaatkan keluguan mu saja Carla, bahkan dia mengatakan secara terang terangan jika anak yang kamu kandung bukan lah darah daging dirinya, dia juga menuduh mu sudah melakukannya dengan pria lain, dan juga menyuruh mu untuk menggugurkan kandungan mu secepatnya, dan aku benar-benar sangat membenci Bajingan itu Carla"
Sedangkan Carla dia kembali merasakan sakit didalam hatinya,
Lagi lagi, Albert tega mengatakan perkataan racun yang membuat dirinya menjadi rapuh dan juga terluka...
Bahkan Albert tega mengatakan hal itu kepada sahabat nya sendiri, apakah pria itu tidak memiliki malu dan perasaan sedikit pun..
"Carla... maaf jika telah membuat kamu menjadi sedih Carla, aku sungguh tidak bermaksud untuk membuat mu terluka"
Ucap Dina yang merasa tidak enak dengan sahabat nya itu..
Carla mulai mencoba tersenyum, menyembunyikan perasaan sedih didalam jiwanya..
"Tidak Dina, aku tidak sedih sama sekali, karena aku sudah tahu jika Kak Albert memang tidak mau menerima anak ini, dia bersikeras agar aku menggugurkan nya karena dia tidak bisa menikahi ku Dina, dia sedang memiliki misi untuk mewujudkan impian nya, dan dia menganggap jika keberadaan benih didalam rahim ku, sebagai penghalang untuk impiannya tersebut, "
__ADS_1
"Apa..!!!.Tunggu....! apakah itu artinya kau sudah bertemu dengan kak Albert Carla? "
Tanya Dina yang merasa terkejut..
Carla langsung menganggukkan kepalanya, sambil menyunggingkan senyuman kesedihan..
"Iya, tadi siang, aku tidak sengaja bertemu dengan nya, dan dia meminta ku untuk memberikan waktu agar bisa berbicara dengan dirinya, dan satu kesimpulan yang aku dapatkan dari keinginan nya itu Dina, jika dia sebenarnya tidak mau putus dengan ku, dia ingin mempertahankan ku sebagai kekasih rahasianya, sampai dia mendapatkan keinginan yang dia inginkan, tapi dia tetap tidak bisa menerima benih ini , dan dia menyuruh ku untuk menggugurkan janin ku Dina, agar kami bisa tetap bersama "
"Apa..!!! lalu apa jawaban mu Carla? apakah kau menyetujui keinginan nya itu? "
Tanya Dina memasang wajah sangat penasaran,
Carla langsung tersenyum tipis ke arah Dina, sungguh hati nya benar-benar hancur saat mengingat kembali perkataan pria yang sangat dia cintai tersebut..
"Tentu saja aku menolak nya Dina, bahkan aku sudah memutuskan hubungan kami, dan aku juga mengatakan jika aku telah menganggap ayah dari anak ku sudah meninggal dunia,"
"Ya Tuhan....! kau benar-benar wanita hebat Carla, kau sudah mengambil keputusan yang sangat benar, jangan sampai kau menjadi pengemis Carla, sekarang aku sangat mendukung mu, "
Jawab Dina tersenyum bahagia, dan dia langsung memeluk tubuh Carla dengan erat,
Membuat Carla membalas pelukan tersebut, dan mencoba untuk tetap tegar dan juga kuat..
Jujur saja, jika sebenarnya perkataan itu sangat gampang di ucapkan, sedangkan perbuatan, sangat sulit untuk dijalankan, didalam diri Carla yang sangat dalam, sebenarnya dia menyimpan rasa takut karena harus menjadi seorang single momy untuk anak nya kelak..
Semoga saja Carla bisa melewati cobaan berat tersebut..
hampir satu jam Dina dan Raka berada dirumah miliknya, dan setelah nya mereka berdua pamit pulang karena Dina mendapatkan telfon dari mamanya yang menyuruh gadis itu harus segera pulang ke rumah,
Dina mengatakan jika nanti malam, dia akan menghadiri pertemuan keluarga dengan salah satu teman bisnis papanya,
Sehingga dengan terpaksa Dina harus kembali tanpa mengantarkan Raka menuju ke cafe tempat dirinya bekerja...
Carla tersenyum kecut saat melihat kehidupan Dina yang sangat lah sempurna, bahkan wanita itu sudah terlahir kaya dan dikelilingi oleh seluruh keluarga yang sangat mencintai dirinya...
__ADS_1
Dan Carla sangat beruntung, karena diberi kesempatan untuk menjadi teman baik dari wanita sesempurna Dina,
Semoga saja mereka akan tetap menjadi teman baik sampai selama lamanya....