Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kepergian Dewa


__ADS_3

"Hentikan...... "


Terdengar suara teriakan yang di ucapkan oleh papa Jordan, setelah itu pria tua tersebut langsung memanggil Bagas yang tak jauh dari Albert berdiri untuk mengumumkan kepada seluruh para undangan yang hadir jika acara sudah selesai diadakan,


Dan dengan cepat para undangan yang hadir mulai berbondong bondong untuk keluar dari ruangan aula tersebut,


Hingga beberapa menit kemudian, kini papa Jordan mulai kembali menatap kearah kedua putra nya dengan tatapan yang sangat tajam


Pria itu bahkan tidak segan segan langsung melayangkan tamparan di kedua wajah pria tampan tersebut


Plakkkkk.......


Plakkkkk.......


Mama Ana yang menyaksikan hal tersebut pun, langsung membuang wajahnya kearah samping, sungguh dia tidak sanggup melihat suaminya menyakiti kedua putra yang sangat dia cintai...


Sedangkan keluarga Sanjaya hanya diam menatap apa yang terjadi saat ini


"Dasar memalukan...! kalian berdua benar-benar berhasil membuat ku merasa sangat kecewa, bahkan aku sangat malu di depan para undangan yang hadir, apakah kalian tidak memikirkan reputasi ku hah? " tanya papa Jordan dengan berteriak marah..


Albert yang disalahkan oleh sang papa pun mulai merasa tidak Terima dengan tuduhan tersebut,


Dia mulai membalas tatapan mata papa Jordan dan menyangkal perkataan pria tersebut


"Papa jangan marah dan juga menuduh ku, karena ini semua akibat ulah Dewa yang sengaja ingin merusak acara pertunangan ini papa" Jawab Albert kepada papa nya,


Membuat Dewa langsung menyunggingkan senyuman sinis kearah pria tersebut, saat ini Dewa benar-benar sangat ingin keluar dari tempat tersebut, agar bisa mengejar Carla yang tampak sangat hancur dan juga rapuh


Dewa mulai memberanikan diri untuk memandang wajah papa nya tersebut, sambil membungkuk dengan hormat


"Maaf kan Dewa, jika karena Dewa acara pertunangan ini menjadi berantakan pa, tapi sungguh Dewa tidak mempunyai niat untuk melakukan hal tersebut, sekarang Dewa mohon undur diri, karena ada hal yang lebih penting yang harus Dewa kerjakan pa" ujar Dewa kepada papa nya,


Sambil langsung membalikkan tubuh nya untuk mengejar keberadaan Carla, tapi lagi lagi, Dewa merasakan jika tubuh nya kembali dicekal oleh seseorang,

__ADS_1


Membuat Dewa merasa marah dan langsung memegang tangan tersebut..


"Apa yang kau mau sebenarnya kak, kenapa kau menghalangi kepergian ku? " tanya Dewa memasang wajah memerah,


"Kau mau pergi ke mana hah, aku tahu, kau pasti ingin mengejar Carla bukan? aku tidak akan membiarkan itu terjadi Dewa"


"Cih... memang nya apa urusan mu , bukan kah kau telah membuang wanita lugu itu, setelah kau berhasil menghancurkan hidup nya, sekarang aku sudah mengetahui rahasia terbesar mu kak, jadi jangan sampai aku membongkar nya didepan semua orang" ancam Dewa membuat Albert langsung melepaskan pegangan tangan nya di lengan tangan Dewa,


Sungguh Albert tidak pernah menyangka, jika Dewa mengetahui apa yang terjadi dengan Carla saat ini,


"Dasar picik, kau pasti sengaja ingin mencari tahu kelemahan ku bukan? agar kau bisa melawan dan juga mengancam ku saat ini"


"Jaga mulut mu kak, aku sudah muak dengan semua tuduhan yang kau layangkan untuk ku, sekarang juga biarkan aku pergi"


"Baiklah... kau boleh pergi, tapi tidak untuk kembali lagi, " ucap Albert kepada Dewa dan langsung mengarahkan pandangan nya menatap papa Jordan


"Papa, Dewa sudah mengatakan kepada ku, jika dia ingin keluar dari keluarga Justin, jadi mulai saat ini juga aku memutuskan jika Dewa bukan lagi anggota keluarga kita "


Deghhh......


"Apa maksud mu Albert,? kenapa kau mengatakan hal seperti itu kepada adik mu sendiri? " tanya mama Ana menetes kan air matanya


Albert yang melihat mama nya menangis dengan sangat deras pun langsung menyentuh bahu wanita itu dengan perasaan sayang..


"Ma.. ini semua bukan lah keputusan ku, karena ini adalah keputusan Dewa sendiri, dia yang menginginkan untuk keluar dari keluarga kita ma, karena dia ingin membuktikan jika dirinya sangat mampu hidup tanpa kita semua"


"Tidak... kamu tidak boleh mengambil keputusan itu nak, apakah kau tega melihat mama menderita karena kepergian mu Dewa? " tanya mama Ana sambil memeluk tubuh Dewa dengan erat,


Membuat Dewa merasa bersalah dan langsung membalas pelukan dari wanita tersebut


"Maaf ma, maaf jika Dewa sudah membuat mama merasa kecewa, tapi Dewa telah mengambil keputusan ini ma, Dewa ingin hidup mandiri tanpa harta yang papa berikan, Dewa janji, jika Dewa akan sering sering menjenguk mama dirumah, Dewa mohon restui kepergian Dewa ma" ucap Dewa dengan perasaan sedih..


Hingga tak lama kemudian, papa Jordan mulai berjalan untuk mendekati putra dan istri nya tersebut..

__ADS_1


Papa Jordan mengelus tubuh mama Ana yang sedang menangis, sedangkan tangan satu nya lagi dia gunakan untuk menepuk punggung Dewa dengan perasaan bangga


"Mama, Dewa kini sudah dewasa, jadi biarkan dia memilih jalan nya sendiri, papa mohon, restui niat nya itu, papa percaya jika Dewa akan mampu hidup diluar sana tanpa kita bertiga"


"Tapi pa...!"


"Ma, Dewa mohon ma, biarkan Dewa pergi"


" Baiklah nak... mama akan mengizinkan kamu untuk pergi dari kehidupan kami, tapi kamu tetap lah keluarga Justin, tidak ada seorang pun yang bisa menyangkal kenyataan tersebut nak"


"Iya, aku tahu ma, jika begitu Dewa pamit sekarang juga" ucap Dewa langsung memberikan kecupan kepada mama nya tersebut,


Dan setelah nya Dewa menyalami tangan Papa Jordan dengan sangat hormat,


"Pa, terimakasih karena sudah memberikan kesempatan untuk Dewa, Dewa titip mama ya pa" ucap Dewa menyalami tangan papa nya,


Hingga setelah itu, kini pria tersebut mulai berjalan ke arah Albert berdiri


"Aku titip mama dan juga papa, semoga kau bisa semakin sukses kak"


Ucap Dewan kepada kakak nya tersebut, dan langsung pergi meninggal kan mereka semua.....


Albert yang melihat kepergian Dewa pun mulai tersenyum menyeringai, akhirnya dia bisa menyingkirkan saingan nya sebagai hak waris keluarga,


Albert juga sangat yakin, jika dengan keadaan Dewa yang miskin, akan membuat dia tidak akan bisa mendekati Carla, karena Dewa akan sibuk dengan kehidupan yang masih baru dia jalani dari nol....


"Akhirnya aku bisa menyingkirkan Dewa dari keluarga ku, dan setelah acara pertunangan selesai, besok aku akan datang untuk menyambangi rumah Carla" gumam Albert didalam hati nya


Hingga detik kemudian, mereka semua dikejutkan dengan jatuhnya Dina yang langsung pingsan dari berdiri nya....


Brukkkkkk......


"Dina, kau kenapa nak, ! " teriak Mama Ambar yang merasa sangat syok....

__ADS_1


Begitu juga dengan yang lain nya, dan mereka langsung membawa Dina menuju kerumah sakit terdekat, karena tubuh wanita itu tiba-tiba saja menjadi memucat....


__ADS_2