Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
keegoisan kedua orang tua Dina


__ADS_3

Mama Ambar dan papa Erik benar-benar merasa sangat syok dengan penjelasan yang diucapkan oleh dokter yang menangani Dina,


Bahkan dokter itu juga memberikan saran agar Dina bisa dirawat ke psikiater yang mampu mengobati penyakit nya tersebut,


Sungguh kedua orang tua Dina tidak bisa menerima kenyataan yang telah terjadi, mereka tidak bisa menghancurkan nama baik keluarga Sanjaya hanya karena penyakit yang di derita oleh Dina..


Kini papa Erik mulai menatap kedua mata istri nya dengan tajam, dia benar-benar marah dan merasa kecewa kepada istri nya itu..


"Ambar, sebenarnya apa yang kau lakukan kepada putri kita sehingga dia bisa mengalami stress berat seperti saat ini! jawab aku Ambar"teriak papa Erik setelah keluar dari ruangan dokter


Mereka sedang berada di ruangan yang terlihat sepi, dan memilih berbicara di tempat itu, agar calon besan yang tak lain adalah mama Ana dan papa Jordan tidak dapat mengetahui tentang penyakit yang sedang diderita oleh putri mereka berdua


"Jawab aku Ambar! kenapa kau hanya diam saja, bukan kah selama ini kau yang berada dirumah bersama Dina, jadi tidak mungkin kau tidak mengetahui tentang perubahan yang terjadi oleh Dina, sekarang jelaskan kepada ku, apa yang sebenarnya terjadi Ambar" teriak papa Erik yang mulai merasa sangat emosi membuat mama Ambar terlonjak dengan kaget


"Cukup pa...! kau tidak berhak menghakimi aku seperti ini, apakah kau kira semua ini adalah kesalahan dari ku? itu semua karena ulah mu sendiri pa, karena kau sudah menyuruh ku untuk memaksa Dina menerima pertunangan bisnis tersebut, apakah kau tahu jika sebenarnya Dina tidak pernah setuju dengan keputusan kita, karena dia telah memiliki seorang kekasih seorang pria yang miskin, dan aku telah memaksa Dina, Dan mengancam wanita itu agar memutuskan hubungan nya bersama pria miskin tersebut, dan mulai saat itu Dina menjadi tertekan, dia banyak diam tidak berbicara sama sekali, dan aku hanya mengabaikan perilaku nya itu pa, aku tidak memperdulikan perubahan sikap Dina, dan aku tidak tahu jika dirinya sedang mengidap stress berat saat ini" jelas mama Ambar meluapkan segala uneg uneg yang ada didalam hatinya..


Papa Erik benar-benar terkejut dengan penuturan yang di ucapkan oleh istri nya


Dan dia langsung mengusap wajahnya dengan kasar,karena merasa sangat stress dan tidak dapat berfikir dengan baik..


"Sial... kenapa bisa menjadi seperti ini, sebenarnya apa yang ada didalam pikiran anak itu, karena ku paksa bertunangan sampai harus mengalami stress berat, aku sungguh kecewa dengan putri mu itu Ambar" ujar papa Erik menatap dengan marah


Sedangkan mama Ambar mulai merasa sangat bingung, sekarang apa yang harus mereka lakukan, apakah mungkin keluarga Justin mau menerima Dina yang sedang dalam keadaan stress berat.


"Lalu bagaimana sekarang, apakah kita harus membawa Dina untuk berobat ke psikiater seperti yang Dokter saran kan? "


"Tentu saja tidak, apakah kau mau jika reputasi ku akan hancur karena para media mengetahui jika salah satu anak ku sedang berobat ke psikiater, lalu bagaimana juga dengan besan kita, apakah kau mau jika pertunangan ini sampai batal Ambar? " tanya papa Erik dengan sangat marah, membuat mama Ambar terdiam membisu

__ADS_1


Setelah itu papa Erik tampak mondar mandir kesana kemari untuk mencari solusi yang terbaik,


Dia tidak bisa mengorbankan reputasi dan nama baik yang sejak lama sudah dia pertahanan kan dengan cara yang sangat susah payah..


"Kita akan mengobati penyakit Dina dirumah saja, aku akan membuka praktek khusus untuk penyakit nya tersebut, dan kita akan mendatangkan seorang dokter ternama yang bisa kita percayai, dan itu lah salah satu jalan terbaik nya Ambar"


"Baiklah... aku setuju pa, lalu bagaimana dengan calon besan kita? jika mereka menanyakan soal penyakit Dina, apa yang harus kita jawab pa? " tanya mama Ambar kepada papa Erik


"Bilang saja jika Dina sedang kecapean karena terlalu lelah mempersiapkan pertunangan dirinya bersama Albert , dan selanjutnya kau harus pintar pintar bersandiwara didepan mereka semua Ambar"


"Baiklah.. jika begitu aku akan mengikuti perkataan kamu pa"


Jawab mama Ambar tersenyum lega, setelah itu mereka kembali turun ke bawah untuk menemui calon besan dan juga melihat keadaan Dina..


Setibanya di lantai bawah, mama Ana langsung berlari mendekati mama Ambar, dia benar-benar merasa panik dan juga takut jika sampai terjadi sesuatu kepada calon menantunya


Mama Ambar mulai menjelaskan semua sandiwara yang sudah dia susun dengan matang, sehingga mampu membuat mama Ana dan papa Jordan merasa sangat lega.


"Syukur lah jika Dina tidak mengidap penyakit apapun, jika begitu saya dan juga suami saya harus pamit pulang sekarang ya, besok saya akan kemari lagi untuk mengunjungi putri kamu jeng"


"Iya, terimakasih banyak ya jeng, sekarang kamu pulang lah, untuk beristirahat" ujar mama Ana sambil bercepika cepiki sebelum pergi..


*****


Di dalam mobil papa Jordan langsung mengajak mama Ana untuk berbicara, sungguh sebenarnya ada banyak hal yang papa Jordan pikirkan pada malam ini,


Terutama tenang wanita muda bernama Carla yang dia ketahui adalah seorang wanita yang dibawa oleh putra nya Dewa

__ADS_1


Sebenernya papa Jordan tidak suka jika Dewa keluar dari rumah milik nya, tapi karena demi nama baik dan keharmonisan keluarga didepan banyak orang, dengan terpaksa papa Jordan menyetujui permintaan putra nya tersebut..


Hingga hampir satu jam lebih mengendara, akhirnya mereka berdua sudah tiba di depan rumah yang terlihat sangat mewah


Mama Ana langsung turun dari mobil untuk menemui sang putra yaitu Albert.


"Pa... biarkan mama bicara sebentar dengan Albert, dan besok bagian papa yang berbicara dengan dirinya"


"Baiklah, jika begitu papa istirahat dikamar duluan"


"Iya pa" jawab mama Ana merasa tidak bersemangat, hingga setelah nya wanita paruh baya tersebut langsung melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam kamar Albert


Mama Ana ingin menanyakan soal keributan yang terjadi di pesta beberapa jam yang lalu dan juga soal sikap Albert yang tidak mau ikut mengantar kan calon istri nya masuk kedalam rumah sakit,


Hingga setelah berhasil masuk kedalam Kamar, Mama Ana langsung menarik tangan putra nya yang sedang asik berbaring sambil bermain game agar berdiri menatap dirinya,


Albert benar-benar merasa terkejut dengan sikap mama nya tersebut..


"Apa yang mama lakukan? kenapa mama menarik tangan Albert dengan sangat kasar? "


"Mama sengaja agar kau mau mengatakan apa yang telah kalian berdua lakukan dibelakang mama, sekarang beritahu mama kenapa kau mengajak Dewa bertengkar demi wanita yang tidak kau kenal itu Albert? ".


"Tentu saja aku marah kepada dewa, karena Dewa sudah berusaha mengambil milik ku ma, Carla adalah milik ku begitu juga bayi yang ada didalam kandungan nya dan aku tidak akan pernah membiarkan Dewa merebut mereka berdua dari ku ma"


Jeduarr........


Mama Ana langsung terdiam membisu mendengarkan perkataan dari putra pertama tersebut...

__ADS_1


__ADS_2