Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Albert dan Carla sepakat berdamai


__ADS_3

Albert kini sedang menyendiri duduk di bangku yang ada di taman depan perkarangan rumah nya, dia menghisap bahan nikotin yang sudah hampir 3 tahun ini menjadi teman setia untuk dirinya..


Asap putih mulai mengepul di udara, bersamaan dengan hembusan yang di keluarkan dari arah mulut Aditya, entah mengapa setiap kali dia melakukan hisapan itu, otak nya terasa lebih tenang dan damai,


Aditya seakan bisa melupakan sejenak permasalahan yang berhasil membuat perasaannya menjadi hancur lebur seperti kepingan kecil yang sangat menyedihkan


Dan Albert sampai tak sadar jika dirinya telah menetes kan air mata, yang mengalir tak terasa di kedua pipinya


"Malang sekali nasib ku ini, apakah semua yang terjadi kepada ku adalah balasan dari mu Tuhan, karena perbuatan ku di masa lalu, yang telah menyia nyiakan wanita yang sangat aku cintai dan juga seorang putra yang sudah tumbuh sehat dan tampan sama persis seperti diriku, aku mohon... bantu lah aku untuk melupakan rasa sakit ini Tuhan" gumam Aditya sambil menatap keatas langit..


Dari kejauhan tepat nya di teras rumah, Ada dua pasang mata yang menatap kearah Albert,


Orang itu tak lain adalah Carla dan juga Dewa, yang sedang bersedih ketika melihat kehancuran Albert karena ulah mereka berdua,


Carla yang tak tega pun langsung mengarahkan pandangan nya untuk menatap wajah Dewa , dia memohon agar diberikan waktu untuk berbicara berdua dengan pria malang itu sebelum hari pernikahan dilaksanakan..


"Apakah kau mengizinkan ku Dewa? " tanya Carla menatap sedih..


Dewa langsung tersenyum manis, dan dia menyentuh wajah Carla dengan perasaan sayang..


"Tentu saja sayang, kau memang harus mengajak Albert untuk berbicara,agar masalah kalian berdua dimasa lalu bisa terselesaikan dengan cepat, sudah waktunya untuk kita bertiga berdamai dengan keadaan Carla, karena kita harus menjadi orang tua yang baik dan kompak untuk Al putra kita" ucap Dewa kepada Carla


Carla mengangguk dengan cepat, dan dia langsung mencium sebelah tangan Dewa yang sedang menyentuh wajahnya...


Cupp...


"Terimakasih sayang, kau benar benar pria yang sangat baik dan pengertian, jika begitu aku akan mendatangi Albert sekarang juga, apakah kau mau ikut menemani ku sayang?"

__ADS_1


"Tidak sayang, kau saja yang pergi untuk menemui kak Albert, agar kalian berdua bisa berbicara dengan leluasa dan aku akan menunggu dirimu disini, untuk memantau mu dari kejauhan" ujar Dewa tersenyum..


Membuat Carla merasa gemas dan langsung mencubit pipi Dewa yang terlihat sangat tampan..


Setelah itu Carla mulai melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam taman tersebut dan setibanya di samping bangku yang Albert duduki, Carla langsung berdehem membuat Albert menjadi terkejut


"Ehmm..... "


"Carla...! ucap Albert yang terlonjak kaget,


Dengan cepat pria itu langsung membuang bahan nikotin yang dia pegang sedari tadi, sambil bangkit dari duduknya..


" Eh.... duduk saja kak, tidak usah berdiri, karena aku ingin mengajak mu untuk berbicara penting "


"Memang nya apa yang ingin kau bicara kan kepada ku Carla? apakah kau ingin mengatakan jika saat ini kau telah berubah pikiran? " tanya Albert menatap dengan intens


"Tidak kak..! bukan itu yang ingin aku bicarakan kepada kakak, tapi.. ini tentang hubungan kita dimasa lalu, aku ingin kita segera menyelesaikan nya saat ini juga, agar kakak tidak merasa sakit dan marah ketika melihat ku bersama Dewa"


"Oh... memang nya apa yang ingin kau katakan Carla, jujur.. aku sangat menyesal dan meminta maaf kepada mu, karena aku telah membuat hidup mu menjadi menderita, tapi satu hal yang harus kau tahu, jika aku juga sama menderita nya seperti mu Carla" ucap Albert menatap sedih


"Aku sudah memaafkan semua kesalahan mu dimasa lalu kak, dan aku juga ingin meminta maaf kepada mu, karena aku tidak bisa bersama mu lagi, hati ku telah menjadi milik Dewa saat ini, karena dia lah pria yang selalu ada disisi ku, , Kak Albert, aku mohon... jangan dendam dan benci kepada ku dan juga Dewa, aku berharap agar kita bisa membuka lembaran yang baru, , setidaknya kita bisa mencoba nya untuk menjadi saudara ipar yang kompak dan saling menyayangi, terutama untuk mendidik Al, dan menyayangi dirinya, kita harus bersatu agar dia bisa bahagia kak"


"Kau benar Carla, mulai saat ini, kita harus memikirkan seorang putra yang ada ditengah tengah kita, Al sangat membutuh kan kasih sayang dari ku,begitu juga kasih sayang dari mu dan Dewa, baiklah.... aku pasti akan berusaha keras untuk membuka lembaran yang baru, walaupun aku tidak yakin bisa melupakan mu atau tidak, tapi aku berjanji kepada mu, jika aku tidak akan pernah mengharapkan mu lagi Carla, aku ikhlas jika kau menjadi istri adik ku Dewa"


"Benarkah kak...! apakah kau sungguh sungguh mengatakan nya kak? " tanya Carla tidak percaya..


Albert langsung bangkit dari duduknya , dan dia mulai melangkah untuk mendekati Carla berdiri..

__ADS_1


Hingga detik kemudian, Albert mengulurkan sebelah tangan nya tepat di depan Carla, yang berhasil membuat Carla terpaku bingung..


"Kenapa kakak malah mengulurkan tangan kepada ku? " tanya Carla polos..


Albert tertawa dengan lucu, inilah yang dia suka dari seorang Carla, yang mempunyai sifat lugu dan juga apa adanya..


"Aku ingin mengajak mu untuk berkenalan seperti dulu lagi Carla, sebagai tanda jika kita akan memulai hubungan yang baru, hubungan sebagai kakak ipar dan juga adik ipar" jelas Albert membuat Carla merasa senang..


Dengan tersenyum manis Carla langsung menyambut jabatan tangan tersebut, dan mereka berdua mulai berjabat tangan dengan saling tersenyum ramah..


"Aku Albert Justin, kakak ipar mu, "


"Dan aku Carla, adik ipar mu kak"


"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita Carla, aku harap kau bisa bahagia bersama Dewa"


"Amiin.. terimakasih untuk doa nya kak, oya apakah kau tidak ingin berbicara juga kepada adik mu kak, seperti nya dia juga ingin meminta maaf kepada mu" ucap Carla menatap kedua mata Albert.


Albert terdiam terpaku saat memandang kedua mata wanita cantik tersebut..


Apakah mungkin dia bisa melupakan Carla begitu saja, sedangkan mereka akan sering bertemu didalam rumah yang sama, seperti nya sehabis Dewa menikahi wanita tersebut,


Albert berinisiatif akan pindah ke apartemen milik nya, salah satu Apartemen yang telah menjadi saksi bisu ketika


mereka berdua melakukan hubungan terlarang di masa lalu,


Albert akan mengingat masa itu didalam benak dan hatinya yang paling dalam, serta menutup nya rapat rapat, agar tidak bisa keluar dari persembunyian nya untuk selama lamanya....

__ADS_1


__ADS_2