Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kekecewaan Raka


__ADS_3

Setelah selesai membaca tulisan didalam kertas kecil tersebut, Dina langsung melihat situasi dan juga kondisi para orang tua yang sedang asyik dengan pembicaraan mereka..


Sepertinya Dina memiliki kesempatan untuk segera pergi sejenak dari tempat itu, agar dia bisa menenemui Raka dan menjelaskan semuanya kepada kekasih hatinya.


"Ma..., Dina pamit sebentar ya mau ke toilet"


Ucap Dina kepada mama Ambar, membuat Sang mama langsung menghentikan pembicaraan nya bersama mama Ana...


"Perlu mama temani Dina? "


Tanya Mama Ambar dengan perhatian,


"Tidak perlu kok ma, mama disini aja, sama tante Ana, Dina cuma sebentar kok ma"


"Iya jeng, kamu disini aja, Dina pasti berani kok pergi ke toilet sediri, "


Ucap mama Ana menimpali, membuat Mama Ambar langsung mengurungkan niat nya yang ingin mengantarkan Dina menuju toilet,


Dengan secepat kilat, Dina langsung pergi dari tempat tersebut, meninggalkan mama Ambar yang merasa ketar ketir jika saja ternyata putri nya telah menipu dirinya..


"Awas saja jika kau masih berani menemui pria miskin itu Dina, mama pastikan pria itu akan hancur dengan karirnya sebagai seorang manajer"


Gumam Mama Ambar sambil menatap kepergian Dina yang mulai menjauh...


Sedangkan Dina ,saat ini dia benar benar merasa sangat lega ,karena bisa terlepas dari pengintaian sang mama, setelah itu, Dina langsung mengambil handphone miliknya untuk menghubungi nomor kekasih nya Raka,


Hingga beberapa kali memanggil, Dina mulai merasa putus asa, karena nomor Raka ternyata sudah tidak aktif ...


"Ya Tuhan.. kemana kak Raka sebenarnya, bukan kah dia mengajak ku untuk bertemu, tapi kenapa juga nomor handphone nya tidak bisa dihubungi, apakah dia sengaja mematikan handphone miliknya? "

__ADS_1


Tanya Dina merasa panik,.


"Baiklah, jika begitu, aku akan segera datang ke gudang yang ada didekat toilet, kali saja kak Raka sudah berada di sana"


Ujar Dina kembali dan melangkah kan kaki nya berjalan menuju ke arah gudang disamping toilet,


Hingga detik kemudian, kini Dina telah masuk kedalam gudang yang tampak sangat menyeramkan, Dina melihat disekitar gudang itu, tapi tetap saja tidak bisa menemukan pria yang sedang dia cari..


Brakkk...


Suara pintu mulai tertutup dari arah dalam, diiringi dengan tampak nya seorang pria tampan yang telah masuk ke gudang tersebut,


Dina yang melihat kedatangan kekasih nya itupun langsung menatap dengan tatapan bahagia, dan mulai berlari ingin memeluk tubuh pria itu,


"Berhenti Dina, jangan mendekati ku"


Deghhh......


Dina mulai menatap wajah Raka dengan tatapan nanar


"Memangnya kenapa Kak? apakah kau marah kepada ku? "


Tanya Dina memasang wajah sedih


"Aku sudah mengetahui semua nya Dina, tepat nya seminggu yang lalu, tapi.. aku mencoba diam, karena aku ingin kejujuran dari dirimu sendiri, sekarang apakah kau kau tahu apa yang aku rasakan Dina, aku benar-benar merasa sakit dan merasa seperti seorang sampah didepan seluruh keluarga mu itu, seharusnya kau katakan saja yang sebenarnya Dina jika kau adalah seorang putri dari keluarga konglomerat dan juga telah dijodohkan oleh kedua orang tua mu, jadi aku tidak akan pernah mencintai mu hingga sangat dalam Dina"


Teriak Raka memasang wajah memerah, karena menahan rasa sakit didalam hatinya..


"Kak.., kakak sudah salah paham , aku sungguh tidak tahu jika kedua orang tua ku telah menjodohkan aku dengan pria lain , aku baru mengetahui tadi Sore kak, saat kita baru pulang dari rumah Carla, aku sungguh berkata jujur kak, aku tidak bohong"

__ADS_1


Jelas Dina meneteskan air mata..


"Lalu, apa tanggapan mu dengan perjodohan itu Dina? apakah kau menerima nya? "


Tanya Raka memasang tatapan tajam,


"Aku.... aku tidak tahu kak, tapi.. sepertinya aku tidak bisa menolak nya, aku takut dengan kedua orang tua ku kak, karena mereka telah mengancam kehidupan mu kak"


"Cih.... bilang saja jika kau memang mau menerimanya perjodohan itu Dina, aku sadar diri siapa aku sebenarnya ,ibu mu benar jika aku tidak pantas untuk menjadi pendamping mu, karena aku hanyalah seorang pria kampung yang merantau ke kota untuk mencari keberuntungan, dan saat ini kau lebih memilih pria kaya itu dibanding aku, maka aku ikhlas untuk melepaskan mu Dina, pergilah bersama jodoh yang diberikan oleh kedua orang tua mu itu"


Ucap Raka menahan rasa sakit nya dan langsung membalikkan tubuh untuk membelakangi Dina..


Dina langsung mengeluarkan air mata nya hingga sangat deras, apakah pilihan nya telah salah, sedangkan dia rela berkorban untuk menyelamatkan karir kekasih nya..


"Kak.. apakah kau marah kepada ku, aku melakukan semua ini karena aku ingin menyelamatkan karir mu kak, mama akan menghancurkan karir mu sebagai seorang manajer di restoran ini jika aku tidak menuruti perintah dari nya, dan aku tidak bisa melihat jika kau harus kehilangan perkerjaan mu kak, aku tahu kau sangat mencintai mu perkerjaan mu ini kak Raka,"


Teriak Dina membuat Raka kembali membalikkan tubuhnya untuk menatap wajah dirinya yang telah meneteskan air mata..


"Apakah kau kira aku bahagia dengan pilihan mu itu Dina, seperti nya kau telah salah menilai ku , aku bahkan rela jika harus mengorbankan karir ku hanya demi kamu Dina, bahkan aku tidak perduli dengan apa yang akan mama mu perbuat, bahkan aku rela diam saat terus terusan dihina oleh mama mu, apakah kau tahu betapa aku sangat mencintai mu Dina, dan sekarang aku akan membuktikan kepada mu jika aku tidak membutuhkan semua ini, aku tidak butuh pengorbanan mu, aku putuskan malam ini juga, aku akan resign dari pekerjaan ku di restoran ini, dan aku akan kembali ke kampung ku untuk membawa luka yang telah kau berikan Dina,, terimakasih untuk semuanya, aku sangat senang telah mengenal dirimu, dan aku doakan semoga kau bahagia dengan pria yang menjadi pilihan mu, aku pamit Dina, selamat tinggal "


Jelas Raka dan langsung melangkah kan kaki nya ,pergi meninggal kan Dina seorang diri..


Dina langsung luruh dari berdirinya, hancur sudah kisah cinta dia bersama Raka,seorang pria yang sangat dia cintai....


"Hiks... hiks...kenapa jadi seperti ini, bukan kah aku telah berkorban , tapi kenapa semua menjadi sia sia, aku sungguh sakit merasakan nya, "


Ucap Dina menangis dengan sesegukan, hingga tak lama kemudian, Dina merasakan sebuah pegangan tepat dipundak kanan nya..


Membuat Dina langsung mendongakkan kepala, untuk menatap siapa orang yang telah menyentuh dirinya...

__ADS_1


"MAMA...!!!


__ADS_2