Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kembali pulang kenegara asal


__ADS_3

Tepat pukul 8 malam, akhirnya mereka semua telah tiba dirumah keluarga Justin yang terlihat sangat lah mewah..


Al yang baru pertama kali nya menginjakkan kaki dirumah itu pun, langsung minta diturunkan dari gendongan Albert karena dia ingin segera berlari lari didalam ruangan luas tersebut, hingga tiba-tiba saja, Al yang sedang berlari langsung terhenti karena telah tertabrak oleh kaki seseorang, dan tentu saja Al langsung mendongakkan wajah nya untuk menatap kearah orang tersebut


"Maaf kan Al ya kek, Al tidak sengaja menablak kakek" ucap Al yang merasa bersalah,


Dan tentu saja sikap sopan dari seorang anak kecil yang ada didepan matanya itu, langsung membuat papa Jordan menjadi sangat terkejut dan juga syok,


Pasal nya paras dari anak itu, sangat persis dengan putra sulungnya diwaktu masih kecil dahulu, dan dengan gerakan replek, papa Jordan langsung berlutut dibawah lantai sambil menyentuh pipi Al dengan mata yang berkaca kaca...


Mereka semua menyaksikan apa yang sedang dilakukan oleh papa Jordan saat ini, dan tentu saja hal itu membuat mama Ana ikut meneteskan air mata


"Ma... apakah dia adalah cucu kandung kita? " tanya papa Jordan bergetar..


Mama Ana menganggukkan kepala nya dengan cepat, membuat papa Jordan langsung memeluk tubuh mungil itu kedalam dekapan nya..


Greppp....


"Ya Tuhan cucu ku..! ternyata kau benar-benar sudah lahir , dan kau telah tumbuh besar dengan sehat, aku sungguh bahagia ya Tuhan" ucap papa Jordan meneteskan air mata..


Dia bahkan sudah berkali-kali memberikan kecupan tepat di kepala dan seluruh wajah Al, dan tentu saja hal itu membuat Al merasa heran sekaligus geli..


"Kakek siapa! kenapa sedali tadi kakek telus mencium wajah Al, geli tahu kek" ucap Al melakukan protes,


Mereka semua langsung tertawa melihat kepolosan dari anak kecil tersebut, terutama Carla dan Albert, mereka sungguh merasa bangga karena memiliki keturunan yang sangat tampan dan juga cerdas seperti seorang Al..

__ADS_1


"Kakek ini adalah oppa kamu sayang,dan itu artinya Al adalah cucu oppa satu satu nya, apakah Al mau jadi cucu oppa? " tanya papa Jordan yang telah melerai pelukan nya di tubuh Al..


Al yang mendapat kan pertanyaan tersebut pun, langsung tersenyum dengan bahagia, dia juga senang karena memiliki seorang kakek, nenek dan juga papa yang akan menemani dirinya..


"Iya, Al mau kek, Al seneng banget kalena punya oppa, oma dan juga Papa ganteng seperti papa Albert, ditambah lagi dengan bunda dan juga Ayah , Terimakasih ya Oppa kalena sudah mau jadi kakek Al, sekalang pasti Al tidak akan kesepian lagi seperti biasanya" Jawab Al sangat bijak dan penuh perasaan, membuat mereka semua yang mendengar jawaban Al pun ikut merasa sedih dan langsung meneteskan air mata.


Papa Jordan kembali memeluk tubuh cucu tampan nya tersebut, sungguh tidak ada yang lebih membahagiakan di dunia ini, selain bisa bertemu dengan cucu kandung nya dan berkumpul kembali bersama kedua anak dan calon menantu nya nanti..


Mama Ana telah menceritakan semua yang terjadi dinegara D kepada suaminya, dan tentu saja Papa Jordan ikut merasa sedih serta terpukul, karena kejadian ini tidak jauh jauh dari kesalahan nya sendiri.


Andai saja dirinya tidak pernah menantang Albert untuk menyelesaikan misi yang dia berikan agar dapat menjadi pewaris atas harta kekayaan nya, pasti Albert tidak akan membenci adik nya sendiri yaitu Dewa,


Begitu juga dengan perjodohan yang dia paksakan kepada Al, yang lagi lagi membuat Al harus tega meninggalkan kekasih nya Carla yang sedang mengandung cucu nya sendiri, pasti semua perpisahan ini tidak akan pernah terjadi


Papa Jordan juga tidak bisa mengetahui jika Albert telah menghamili seorang wanita yang lugu serta tidak bersalah, dan ketika wanita itu pergi melarikan diri, Papa Jordan juga tidak mampu mengutus para anak buah yang dia miliki untuk mencari keberadaan calon menantu nya tersebut...


Dan saat ini, papa Jordan sangat bersyukur karena ternyata dibalik menghilang nya Carla bersama cucu kesayangan nya, ada putra bungsu nya sendiri yang telah menyembunyikan mereka berdua..


Papa Jordan yang mengetahui hal itu pun langsung menggendong tubuh Al, sambil berjalan mendekati Dewa..


Dewa tersenyum tipis saat melihat wajah sang papa, dia takut jika papa nya malah akan meluapkan kemarahan kepada diri nya karena telah menyembunyikan keberadaan Carla dan Al..


Dewa yang merasa bersalah langsung berlutut didepan kaki sang papa, untuk memohon maaf kepada beliau..


"Maaf kan Dewa pa,maaf karena Dewa sudah lancang menyembunyikan keberadaan mereka berdua" ucap Dewa menunduk

__ADS_1


Papa Jordan yang melihat hal itu pun langsung menyentuh tubuh Dewa agar segera kembali bangkit , dan tentu saja Al yabg ikut menyaksikan kejadian itu langsung memberikan sebuah komentar.


"Ayah, kenapa ayah berjongkok didepan Oppa, ayo bangun ayah, " ujar Al menatap heran..


Hingga detik kemudian, kini Dewa langsung berdiri kembali dari berlutut nya dan berdiri tegak didepan wajah sang papa..


Papa Jordan memeluk tubuh Dewa dengan bahagia dan juga bangga, karena berkat kepedulian dirinya,, Carla dan Al tetap terjaga dari pantau keluarga mereka..


"Terimakasih nak, terimakasih karena kau sudah menjaga mereka berdua dengan baik, bahkan kau jua telah sukses tanpa bantuan dari harta dari papa, papa sungguh bangga dengan mu putra ku"


"Sama sama pa, ini semua juga berkat papa yang telah memberikan banyak ilmu Kepada Dewa, dan sekarang Dewa mohon restu dari mu pa, agar bisa menikahi Carla secepatnya"


"Tentu saja papa akan memberikan restu papa untuk mu sayang, papa mau acara pernikahan mu bisa berlangsung dirumah kita ini, dan untuk mu Carla, aku sudah menerima mu sebagai menantu dikeluarga ku" ucap papa Jordan sambil menatap kearah Carla..


Carla yang mendengar hal itu langsung tersenyum dengan bahagia, sambil membungkuk didepan papa Jordan...


Mama Ana ikut tersenyum bahagia, dan mulai melangkah mendekati mereka berempat..


Hanya Albert saja yang diam tak tersenyum, karena hati nya merasa linu ketika melihat pemandangan indah tersebut..


Seharusnya dirinya lah yang berdiri di samping tubuh Carla, , tapi apa mau dikata, karena nasi telah menjadi bubur


Bagas dan Raka hanya menatap pemandangan tersebut dari kejauhan, mereka berdua sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Albert..


"Sungguh malang nasib mu sobat, semoga kau kuat melalui semuanya"gumam Bagas kepada Albert...

__ADS_1


__ADS_2