
Selama hampir satu jam lebih menempuh perjalanan, akhirnya Albert telah tiba dirumah milik Carla, pria itu langsung menatap wajah nya di depan cermin sambil merapikan rambut mohak nya
Dan setelah merasa sempurna, kini Albert langsung turun dari dalam mobil, di iringi dengan suara jantung yang benar-benar berdebar kencang setelah sekian lama akhirnya kembali lagi menginjak kan kaki dirumah sederhana tersebut.
"Huh.... aku benar-benar merasa jantungan, apakah ini karena aku sudah lama tidak menginjakkan kaki kerumah ini lagi? dan seperti nya pintu rumah Carla tertutup rapat, bagus lah, itu artinya aku bisa menghabiskan waktu dengan nya tanpa harus segan oleh bibi Monic" gumam Albert berbicara sendiri
Albert berkali kali mencoba menarik nafas dengan dalam, setelah itu dia pun mulai melangkah kan kaki nya menuju kerumah tersebut..
Kini Albert sudah naik ke atas teras rumah Carla, sungguh... tangan Albert menjadi panas dingin, saat akan mengetuk pintu rumah sederhana itu, Albert mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu, hingga detik kemudian, baru lah pria itu mengetuk pintu dengan suara yang pelan
Tok.... Tok.... Tok.....
"Permisi, Carla..! apakah kau berada didalam? " tanya Albert dengan suara lembut,
Albert terus memanggil nama Carla, tapi sudah beberapa kali melakukan panggilan, tetap saja sang pemilik rumah tidak menyahut dan membuka pintu rumah tersebut,
Albert mulai merasa panik, hingga dengan terpaksa dia mulai gantian memanggil nama bibi Monic
"Bibi Monic, apakah Carla berada didalam, aku mohon buka pintu nya bibi, tolong izinkan aku untuk bisa bertemu dengan Carla bibi" teriak Albert dengan perasaan kesal,
Setelah lelah memanggil, Albert mulai berusaha mendobrak pintu rumah sederhana itu, hingga tak lama kemudian, terdengar suara seseorang yang mengagetkan Albert,
"Hentikan tuan, kenapa kau berusaha ingin mendobrak pintu rumah milik nona Carla tuan? " tanya wanita tersebut yang tak lain adalah istri dari pak lurah dikampung itu
Albert langsung menghentikan kelakuan nya dan membalikkan tubuh nya untuk menatap wanita yang ada di depan nya saat ini
__ADS_1
"Maaf buk, aku tidak bermaksud untuk mendobrak pintu rumah ini, tapi... orang yang mempunyai rumah ini tidak mau membuka kan pintu nya untuk ku bu, "
"Tentu saja pemilik rumah tidak ingin membukakan pintu rumah nya tuan, karena sang pemilik rumah memang sudah tidak ada didalam rumah"
"Apa maksud mu bu? apakah Carla sedang kuliah saat ini? atau sedang bekerja di cafe? " tanya Albert menatap dengan penasaran
Sang ibu itu langsung menggeleng kan kepala nya, membuat Albert menjadi bertambah sangat penasaran
"Tidak tuan, nona Carla dan bibi nya sudah pindah dari rumah ini,mereka pergi tadi malam, dan menitipkan rumah ini kepada suami ku, agar kami bisa menjual nya dengan cepat"
Jeduarrrrr.......
Albert benar-benar merasa sangat terkejut mendengar pernyataan dari ibu tersebut, apakah dia tidak salah dengar atau memang ibu itu sedang mengeprank dirinya saat ini?
Sungguh... Albert tidak bisa menerima kenyataan itu, dia tidak boleh kehilangan Carla disaat kedua orang tua nya sudah memberikan restu kepada dirinya
"Apakah bibi tahu dimana mereka pindah ? tidak mungkin jika kalian tidak mengetahui nya bukan? "tanya Albert berharap
" Tidak, aku dan juga suami ku tidak mengetahui kemana mereka pergi tuan, karena mereka tiba tiba-tiba saja mengatakan nya, dan karena Monic terlihat sangat membutuhkan uang, jadi suami saya memberikan mereka uang sebagai pembayaran untuk rumah ini,memang sih uang nya tidak terlalu banyak, tapi sangat cukup untuk memulai kehidupan yang baru serta membuat usaha kecil kecilan ditempat baru yang akan mereka datangi" jelas wanita itu membuat Albert merasa benar-benar sangat kesal
Rasa penyesalan mulai menyeruak menghinggapi hati Albert, apakah benar jika Carla sengaja menjauhi dirinya karena sangat marah dengan pertunangan yang telah terjadi
Sungguh... Albert ingin sekali meluapkan emosi nya tersebut, kenapa juga penyesalan selalu datang belakangan, kenapa sedari awal dirinya tidak berkata jujur dengan kedua orang tua nya sendiri
"Buk, aku mohon jangan jual rumah ini, karena aku akan membeli nya dengan harga dua kali lipat"
__ADS_1
"Apa... ! yang benar tuan? apakah tuan tidak sedang bercanda saat ini? " tanya ibu itu merasa tidak yakin..
"Tidak, aku tidak sedang bercanda bu, nanti asisten ku yang akan mengurus berkas pembayaran nya, tapi dengan satu syarat ibu harus mengabari ku jika Carla sudah kembali kerumah ini lagi"
"Baiklah tuan, pasti ibu akan melakukan perintah mu itu tuan, jika begitu ibu permisi sekarang ya, mau memberi tahu suami ibu"
"Iya bu" jawab Albert tidak bersemangat,
Dan setelah kepergian ibu itu Albert pun kembali meluapkan kemarahan nya, dia bersimpuh di atas lantai teras dengan perasaan dan hati yang sangat hancur
"Bodoh... kau benar benar pria terbodoh di dunia ini Albert, kau telah menyia nyiakan seorang wanita yang mencintaimu dengan sangat tulus, bahkan wanita itu juga rela mempertahankan benih milik mu didalam rahim nya dan dengan gampang nya kau malah mengusir wanita itu agar pergi dari kehidupan mu, kau sungguh bodoh Albert,hiks.... hiks.... andai waktu dapat diputar kembali, aku sangat ingin memperbaiki kesalahan ku ini Tuhan, aku mohon... kembali kan Carla kepada ku lagi" ucap Albert menangis sedih
Entah apa yang akan dia jelaskan kepada kedua orang tua nya, terutama sang mama tercinta....
Dan hingga hampir setengah jam lama nya, berada didepan rumah sederhana itu, akhirnya Albert memutuskan untuk kembali pulang kerumah
Penampilan Albert terlihat tidak rapi seperti tadi, wajah nya murung dan penuh kesedihan, dan dia berjalan bagaikan tidak bertulang untuk menuju kedalam mobilnya..
Hingga setibanya di dalam Mobil, Albert mulai menelungkup kan wajahnya didepan stir dan meluapkan perasaan nya tersebut
"Kenapa rasa nya sangat sakit! apakah ini yang di alami oleh Carla disetiap hari nya, kenapa juga dia pergi tanpa menemui ku terlebih dahulu, aku tahu pasti dia mengira jika aku akan menikahi Dina dan menjadikan nya sebagai istri ku, jika begitu aku harus mencari dimana pun dia berada, aku tidak mau jika sampai kehilangan dirinya dan juga bayi yang ada didalam kandungan nya itu, ya.. aku harus mengutus anak buah papa untuk mencari keberadaan Carla " gumam Albert mencoba bersemangat
Dan setelah itu di pun kembali melanjutkan perjalanan nya menuju pulang kerumah..
Setibanya didalam perkarangan rumah, tampak seorang wanita paruh baya yang sudah menunggu ke pulangan dirinya,
__ADS_1
Membuat Albert merasa kembali senam jantung
"Mama... kenapa mama menunggu ku, sekarang aku benar-benar bingung untuk menjelaskan nya kepada mama" ucap Albert panik...