
Carla masih betah menatap kepergian mobil milik seorang pria yang sudah menjadi teman nya..
Bahkan Carla tidak berkedip sedikit pun, walaupun mobil tersebut sudah hilang dari pandangan mata nya,
Perkataan Dewa, akan kehidupan nya yang ternyata sangat lah menyakitkan, benar benar membuat Carla merasa sangat tersentuh dan juga iba,..
Carla benar benar tidak pernah menyangka, jika hidup seorang putra dari keluarga kaya raya, belum tentu memiliki kehidupan yang bahagia dan mulus seperti jalan tol,
Karena sejati nya, setiap manusia dimuka bumi ini, pasti akan mengalami cobaan masing masing untuk melengkapi kehidupan nya agar bisa lebih baik lagi,.
Carla yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya pun, langsung tersadar dari lamunan nya tersebut,
Dia mengelus kembali perutnya yang masih tampak rata, sambil berdoa didalam hati, agar persalinan nya kelak bisa lancar dan juga selamat..
"Sayang.... bunda akan berusaha agar kita bisa hidup bersama untuk selama lamanya, bunda tidak akan pernah meninggalkan kamu sendirian sayang, bunda janji"
Ucap Carla kepada sang jabang bayi yang ada didalam perutnya..
Setelah itu, Carla langsung naik ke teras rumah, dan masuk kedalam,
Kebetulan pintu rumah sudah tidak terkunci, yang artinya bibi Monic sudah pulang dari kerja nya..
"Assalamu'alaikum bibi"
Sapa Carla masuk kedalam rumah tersebut..
"Walaikumsalam nak! eh.. kamu akhirnya pulang juga, bibi surat sedari tadi tungguin kamu pulang lo nak? "
Tanya Bibi Monic memasang wajah khawatir..
"Maaf ya bi, tadi Carla main ke taman sebentar bareng teman Carla, "
"Ya sudah tidak apa apa, sekarang kamu bersih bersih ya, sudah hampir magrib, pamali untuk seorang wanita yang sedang hamil Carla"
"Iya bi, jika begitu Carla masuk ke kamar sekarang"
__ADS_1
Jawab Carla langsung melakukan perintah dari sang bibi..
Hingga tak lama kemudian, kini Carla sudah keluar dari kamar milik nya, dengan penampilan yang sudah wangi dan juga cantik,
Bibi Monic yang melihat kedatangan Carla menuju ke kursi yang dia duduki pun langsung tersenyum dengan manis,
"Sini nak, ayo duduk sama bibi"
"Iya bibi"
Jawab Carla menurut, dan setelah duduk di samping bibi nya, bibi Monic mulai mengarahkan tangan nya ke perut milik Carla..
"Wah... sepertinya sudah mulai mengeras dan membesar, Carla..apakah bibi boleh bertanya sesuatu kepada mu? "
" Tentu saja boleh bi, memang nya bibi mau bertanya apa? "
Kata Carla dengan tatapan penasaran...
"Carla, apakah kamu sudah siap dengan penampilan mu untuk beberapa bulan ke depan? bibi rasa beban yang kamu tanggung ini sangat lah berat nak, bibi takut jika kamu tidak bisa menanggung nya"
"Begini Carla, setiap seorang wanita yang sedang hamil, lama kelamaan pasti kehamilan nya akan tampak membesar, begitu juga dengan kandungan mu Carla, lambat laun, perut rata mu ini akan tampak membesar, dan pasti nya akan menjadi perhatian dari para masyarakat dan juga tetangga, apakah kamu sudah siap untuk menerima pertanyaan dari mereka nak? "
"Bibi.... aku..... aku. sungguh tidak tahu bi"
Jawab Carla menundukkan wajahnya, membuat bibi Monic langsung memeluk tubuh Carla dengan erat..
"Carla, bibi tahu, jika kamu belum kuat untuk menerima semua ini nak, dan bibi juga tidak mau jika kamu sampai menjadi bahan gunjingan dari para tetangga dan juga teman teman mu dikampus, jadi bibi sudah memutuskan jika kita akan segera pindah dari rumah ini, bagaimana menurut mu Carla? "
Tanya Bibi Monic membuat Carla mulai melerai pelukan nya...
"Tapi... bagaimana dengan kehidupan bibi, dan juga pekerjaan bibi disini? "
"Bibi sudah memikirkan nya dengan matang nak, bibi sudah mempunyai banyak tabungan untuk membuka usaha di tempat tinggal kita yang baru, yang terpenting sekarang kamu dan bayi ini bisa hidup dengan tenang, lagian ayah dari bayi mu juga tidak mau bertanggung jawab bukan? jika begitu, tidak ada yang perlu diberatkan lagi Carla"
"Iya... bibi benar, baiklah... jika begitu Carla akan mengikuti apa yang bibi ucapkan bi"
__ADS_1
"Ya sudah, jika begitu, sebelum kita pindah, maka kita akan menjual rumah ini terlebih dahulu , karena kita tidak akan kembali lagi ke kota ini, dan satu lagi, kamu juga harus mengurus kuliah mu sebelum kita pergi dari tempat ini, bagaimana Carla? apakah kamu setuju? "
"Iya, aku setuju bibi, maaf kan Carla ya bi, karena kekhilafan Carla, sehingga membuat hidup kita menjadi berantakan seperti ini"
"Tidak nak,. ini bukan karena kesalahan kamu, sudah takdir nya , kamu melahirkan seorang bayi nak, sekarang jangan sedih lagi, ayo kita makan malam, anak kamu pasti sudah lapar saat ini"
Ajak bibi Monic menuntun tubuh Carla membuat Carla tersenyum dengan bahagia..
Sangat bersyukur karena dirinya masih memiliki seorang bibi yang sangat baik kepada dirinya,
Andai saja tidak ada Bibi Monic disisi nya saat ini, entah apa yang akan Carla lakukan kepada dirinya sendiri...
Tepat pukul 9 malam, Carla sudah selesai dengan kegiatan nya, dan saat ini Carla sudah berada didalam kamar sambil duduk di atas ranjang,
Carla menatap kearah kamar yangs sedari kecil sudah dia singgahi, dan sebentar lagi rumah tersebut akan dijual oleh orang lain..
Carla sebenarnya tidak rela jika rumah tersebut sampai dijual, karena sangat banyak kenangan yang tersimpan didalam rumah sederhana tersebut..
Tapi... Carla tidak boleh egois, saat ini bibi Monic benar benar membutuhkan modal untuk kepindahan mereka berdua, dan Carla bisa membeli rumah lagi..ketika sudah pindah ke kota yang lain nya..
Saat sedang asik dengan lamunan nya, Tiba-tiba saja Carla dikejutkan dengan sebuah notif pesan yang masuk kedalam handphone milik nya..
Dengan cepat Carla langsung membuka pesan tersebut, karena dia sangat berharap jika Dina lah yang menghubungi nya saat ini
Hingga tak lama kemudian,kedua mata Carla langsung membulat dengan sempurna setelah membaca pesan dari nomor seseorang yang telah memblokir dirinya..
Dan sepertinya , orang tersebut mulai membuka blokiran dan langsung mengirim pesan yang panjang untuk dirinya..
"Carla, ini aku Albert, maaf jika aku sempat memblokir nomor mu ya Carla, tapi satu hal yang perlu kau ketahui Carla, jika sampai kapan pun aku akan tetap sangat mencintai dirimu,dan aku mohon kepada mu Carla, agar kau mau menunggu ku untuk beberapa bulan lagi, sampai aku bisa mendapatkan apa yang aku ingin kan, Carla... aku berjanji akan menikahi mu dan menerima anak itu Carla, tapi... kau harus sabar menunggu nya, aku harap kau jangan pernah menerima pria mana pun yang ingin mendekati dirimu Carla, karena sampai kapan pun, kau hanyalah milik Albert seorang "
Tulis Albert didalam pesan yang Carla baca, membuat Carla langsung membanting handphone nya di atas ranjang karena merasa sangat marah..
"Dasar tidak punya malu kau Albert , bisa bisa nya kau mengirim pesan seperti itu kepada ku! apakah kau kira aku mau menerima mu lagi Albert, aku sudah melupakan mu, dan sangat membenci mu, sekarang aku benar-benar akan pergi, sampai kau tidak bisa menemui aku dan juga anak ku"
Ucap Carla dengan tatapan penuh keyakinan.....
__ADS_1