
Dokter dan suster langsung masuk kedalam ruangan rawat untuk memeriksa keadaan Dewa yang seperti nya sudah lebih membaik..
Detak jantung nya terlihat telah berdetak dengan normal, dan tentu saja hal itu membuat mereka semua merasa bahagia, seperti nya Tuhan benar-benar menampakkan keajaiban untuk kesembuhan Dewa..
Albert yang menyaksikan kejadian itupun langsung meneteskan air mata, dia sungguh terpaku ketika melihat keajaiban Tuhan yang terjadi tepat di depan mata nya..
Dewa yang hampir di vonis sudah tidak ada harapan lagi, kini tiba-tiba bisa sembuh dan hampir siuman hanya karena perkataan ancaman yang dia ucapkan..
Albert tersenyum dengan tipis, seperti nya Dewa benar benar sangat mencintai istri nya itu..
"Bagaimana mungkin kau bisa memiliki cinta yang begitu besar untuk Carla Dewa, dan mungkin cinta yang aku miliki tidak apa apa dibanding kan rasa cinta mu untuk dirinya, sekarang aku mengerti Dewa jika kau adalah seorang pria yang menjadi jodoh untuk Carla selama lamanya , terimakasih karena sudah menyadarkan ku Dewa, kau pantas untuk bahagia sekarang, jadi aku mohon sadarlah Dewa, dan peluk istri mu yang telah setia menanti diri mu Dewa" gumam Albert di dalam hati nya dengan perasaan yang sangat iklhas..
Mungkin bisa di bilang jika dirinya terlalu terlambat menyadari semua itu, jika jodoh tidak bisa di paksa dan di atur,
__ADS_1
Dari semua yang terjadi Albert mendapatkan banyak pengalaman berharga atas apa yang dia lakukan di masa lalu , jika setiap yang dia ingin kan, belum tentu bisa terwujud sama persis seperti apa yang dia mau, begitu juga dengan Karma, apa yang dia lakukan di masa lalu, itu lah yang akan dia tuai di masa depan..
Kini dengan perlahan Dewa mulai membuka sedikit demi sedikit kedua matanya itu, dan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam rentina nya itu,
Dewa masih mengingat apa yang telah terjadi dengan dirinya, dan apa yang terjadi di dalam mimpi nya sebelum dia kembali membuka mata nya.
"Haus ...' ujar Dewa dengan suara serak..
Dengan cepat suster wanita yang ada disamping ranjang nya itu langsung memberikan minum untuk Dewa..
Dewa menenggak habis air di dalam gelas itu, dan rasa nya benar-benar sangat segar, ketika air dingin itu mulai mengalir di dalam tenggorokan nya yang kering..
Setelah itu, Dewa kembali tidur sambil mengingat tentang mimpi yang selama ini telah menemani dirinya..
__ADS_1
Di dalam mimpi itu, Dewa telah bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang terlihat cantik tapi sangat kurus, wanita itu seperti sedang mengidap penyakit yang menyerang dirinya, sehingga penampilan dari wanita itu tampak lemas tak bertenaga..
Dan di dalam mimpi itu, Dewa layak nya seperti seorang anak kecil yang di asuh dan dijaga oleh wanita paruh baya tersebut, hingga wanita itu berkata kepada Dewa
"Anak ku Dewa, kau harus kuat dan juga tegar, jangan mau menyerah dengan keadaan yang menimpa dirimu nak, karena kau pasti bisa melewati nya, dan kau tidak boleh pergi seperti ibu, semangat lah nak, karena ada seorang wanita yang menantikan dirimu" ucap wanita itu dengan suara lemah..
Dewa langsung memeluk tubuh wanita dengan erat, dan dia menaruh kepala nya tepat di atas paha wanita tersebut.
"Terimakasih karena sudah menemui ku ma, sekarang aku tidak penasaran lagi dengan wajah mu itu, jika boleh aku ingin sekali ikut bersama mama, tinggal bersama mama selama nya, karena aku telah lelah hidup sendiri ma"
"Tidak sayang... kau tidak boleh mengatakan hal seperti itu, banyak orang orang yang menyayangimu dan juga mencintaimu, jadi kau tak boleh menyerah Dewa, tetap lah hidup dengan kebahagiaan nak"
"Tapi.. bagaimana dengan mama? " tanya Dewa bersedih..
__ADS_1
"Aku akan tetap berada disini putra ku, Untuk menanti kedatangan mu disuatu saat nanti"
"Baiklah, tunggu lah aku ma beberapa puluh tahun lagi, aku berjanji akan menyusul mama" Jawab Dewa tersenyum bahagia....