Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kedatangan sang Dewa


__ADS_3

"Carla.... "


Teriak seorang pria yang baru saja tiba didalam rumah sederhana tersebut..


Carla yang masih menangis dengan terisak pun langsung mendongakkan wajah nya untuk menatap ke asal suara ..


Dan sungguh terkejut nya Carla, saat melihat siapa pria yang sudah berdiri masuk kedalam rumahnya saat ini..


Carla mencoba mengerjapkan matanya hingga berkali-kali, mungkin saja dia sudah bermimpi saat ini..


"Dewa"


Kata Carla tak yakin,


Hingga detik kemudian, Carla benar benar merasakan sentuhan dari pria tersebut yang sudah berlutut didepan dirinya,


Dewa memegang pundak Carla dengan perasaan yang sangat panik..


"Iya, ini aku Dewa, sebenarnya apa yang terjadi dengan mu Carla? kenapa kau sampai menangis sesegukan seperti ini? "


Tanya Dewa merasa sangat penasaran..


"Dewa, apakah ini mimpi, bagaimana mungkin kau bisa datang kerumah ku Dewa? "


Tanya Carla kembali dengan tatapan mata yang menyedihkan, wanita itu tampak sangat rapuh dan lemah, membuat Dewa tidak tega melihat nya dan langsung memeluk tubuh Carla dengan sangat erat..


"Menangis lah Carla, bukan kah kita sudah berteman sekarang, jadi kau bisa menggunakan pundak ku dengan sesuka hati mu Carla"


"Hiks.... hiks.... terimakasih Dewa, terimakasih karena sudah hadir disaat aku membutuhkan seorang teman, aku sungguh merasa sendiri saat ini Dewa, aku... benar benar sangat takut"


Ucap Carla memeluk tubuh pria tersebut..


Dewa mencoba mengelus punggung Carla yang bergetar dengan hebat, Dewa sangat yakin jika Carla pasti sedang mengalami kejadian yang membuat dirinya merasa tertekan..


"Carla... sebenarnya ada apa dengan mu? apakah ini ada sangkut paut nya dengan pria yang telah menghamili mu Carla.., aku mohon, beri tahu aku siapa pria itu, agar aku bisa membantu Carla"

__ADS_1


"Tidak... ini bukan karena dia Dewa, seperti yang aku katakan jika aku sudah tidak menganggap pria pengecut itu lagi, bagi ku pria itu sudah mati Dewa, dan anak ku adalah seorang anak yatim piatu"


Jawab Carla dengan sangat yakin membuat Dewa langsung melerai pelukan nya untuk menatap wajah wanita malang tersebut.


"Jika bukan karena dia, lalu karena siapa Carla? ayo cerita kan kepada ku, aku mohon"


Rayu Dewa dengan sangat lembut,


"Dewa,sebenernya ini semua karena ibu dari sahabat ku, ibu nya baru saja datang kesini dan menghina ku habis habisan, dia bahkan mengancam ku atas kehamilan ku ini Dewa, dia tidak menyukai jika aku berteman baik dengan putri nya, dan dia juga menyuruh ku untuk pergi dari kota ini Dewa"


"Apa...!!!"


Ucap Dewa dengan perasaan yang sangat terkejut..


Dewa bisa melihat karapuhan dari wanita malang itu dan Dewa benar-benar tidak tega melihat penderitaan yang Carla alami..


"Dewa, aku dan bibi ku sudah memutuskan jika kami secepatnya akan pergi dari kota ini, aku dan bibi akan kembali membuka kehidupan yang baru , bersama anak yang akan aku lahirkan kelak, jujur... aku tidak sanggup jika harus menerima hinaan dan cacian dari orang orang terhadap ku, karena rasanya sungguh menyakitkan Dewa, "


"Baiklah.. aku mengerti dengan niat mu itu Carla, dan aku akan mendukung apa pun keputusan mu bersama bibi mu, sekarang kau tidak boleh bersedih lagi Carla, sungguh aku tidak bisa melihat mu hancur seperti ini, kehidupan mu masih sangat panjang Carla, dan aku yakin jika kau mampu melewati semuanya dengan baik,"


Kini Dewa mulai mengenal wanita itu dengan dalam, dan dia benar benar menyukai karakter Carla yang jujur dan tidak penuh dengan kebohongan,


Di dalam hati Dewa,telah menyimpan rasa suka dan kagum terhadap wanita tersebut, dan dia berjanji dengan sepenuh jiwa jika dia akan menjadi Dewa penolong untuk Carla..


Sedangkan Carla, kini wanita itu sudah kembali merasa tenang, dia mengusap air matanya dan mulai tersenyum manis,


menatap kearah wajah Dewa,


Membuat Dewa langsung merasakan getaran didalam hati nya..


"Ya Tuhan... lagi lagi, hati ku bergetar hebat, saat melihat senyuman manis dari Carla, apakah rasa suka ini sudah berubah menjadi cinta, tapi.... bagaimana dengan Carla.. apakah dia mau menerima ku, sedangkan dia pasti masih sangat mencintai pria yang menjadi darah daging dari bayi yang dia kandung saat ini, semoga saja semua nya bisa berjalan seperti air mengalir dan jika suatu saat ini Pria itu benar-benar membuang Carla, maka aku akan dengan hati yang terbuka akan menerima Carla dan juga ank nya dengan hati yang tulus, sekarang lebih baik seperti ini dulu"


Gumam Dewa didalam hati nya, sambil menatap mata Carla yang memancarkan kesedihan yang mendalam..


"Terimakasih Dewa, karena kau sudah mau menjadi teman ku, bahkan kau telah datang di waktu aku terpuruk seperti saat ini, jika tidak ada kamu, pasti aku sudah jatuh kedalam lubang penghinaan yang di lontarkan oleh ibu sahabat ku "

__ADS_1


"Itu lah guna nya teman Carla, ada disaat susah maupun senang, sekarang ayo bangkit lah, jadi lah Carla yang kuat agar kau bisa membuktikan oleh semua orang yang menghina dirimu, jika kau adalah seorang wanita yang kuat, aku janji akan berada disamping mu Carla, menemanimu disetiap langkah baru yang akan kau Jalani"


"Dewa, kenapa kau terlihat sangat manis, aku sungguh terharu mendengar nya"


Ucap Carla tersenyum, membuat Dewa merasa sangat gemas dan langsung mengusap atas kepala Carla..


"Oya.. aku ingin meminta tolong kepada mu Carla, apakah kau mau membantu ku? "


Tanya Dewa menatap dengan tatapan yang serius, kali ini Dewa telah merubah pembicaraan nya, dan Carla mendengar kan perkataan itu dengan seksama


"Kau mau aku melakukan apa Dewa, katakan saja, jika aku mampu pasti aku akan menolong mu"


"Baiklah.... sebenarnya aku ingin mengajak mu untuk menghadiri acara pertunangan kakak ku, apakah kau mau Carla? "


"Maksud mu, semacam acara pesta ya? "


"Iya.. bisa dibilang begitu, aku sungguh merasa sendiri Carla, karena aku tidak mempunyai teman ataupun pacar, jadi... aku berinisiatif untuk membawa mu ke acara pesta pertunangan kakak ku, dan aku harap kamu mau menemani ku Carla"


"Tentu saja aku mau Dewa, lagian aku juga belum pernah menghadiri acara pesta, tapi. ada satu masalah Dewa"


"Masalah, masalah apa Carla? "


Tanya Dewa memasang wajah penasaran..


"Masalah nya adalah, aku tidak mempunyai gaun pesta ataupun perlengkapan untuk pesta, apa kah kau tidak malu jika membawa ku dengan tampilan yang sangat sederhana? "


" Ya Tuhan... jadi itu masalah nya, kau benar-benar lucu dan sangat jujur Carla, dan aku sungguh suka dengan karakter mu ini, soal penampilan mu, serahkan semuanya kepada ku, yang terpenting besok sore kau harus sudah menyiapkan diri mu untuk aku jemput, bagaimana? "


"Baiklah... aku mau Dewa"


"Terimakasih Carla, akhirnya aku bisa hadir dengan seorang wanita yang menjadi pasangan ku, aku sungguh bahagia Carla"


Ucap Dewa yang tanpa sadar sudah memeluk tubuh Carla dengan erat, bahkan Dewa memberikan kecupan di atas kepala Carla, membuat Carla merasa aneh dan diam membisu..


"Kenapa Dewa memeluk dan mencium kepala ku, sepertinya dewa sangat menyayangi ku sebagai sahabat nya"

__ADS_1


Gumam Carla sambil tersenyum bahagia....


__ADS_2