Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Dina masuk rumah sakit


__ADS_3

Disebuah rumah sakit mewah yang ada di kota tersebut, terlihat beberapa orang yang sedang berlari dengan perasaan panik,


Papa Erik menggendong tubuh putri nya yang sudah pingsan tak sadarkan diri, sungguh pria paruh baya itu merasa sangat panik dan juga khawatir, karena semenjak rencana pertunangan yang akan segera diselenggarakan, Dina berubah menjadi seperti orang yang sedang sakit


Papa Erik menyadari perubahan tersebut, tapi karena ambisi dan keegoisan yang dia miliki, membuat dirinya merasa lupa dengan keadaan putri nya sendiri..


Dan saat ini mereka semua sudah tiba didepan ruang IGD, papa Erik langsung menjerit dengan kuat untuk memanggil dokter dan juga perawat yang ada didalam ruangan tersebut.


"Dokter, suster, tolong putri saya, dia... dia pingsan dokter, lihat lah wajahnya sangat lah pucat, aku mohon selamat kan putri ku" ucap papa Erik dengan perasaan panik


Begitu juga dengan mama Ambar dan yang lain nya , mereka benar-benar panik ketika menyaksikan tubuh Dina yang sudah lemah tidak berdaya


Setelah itu para suster langsung membantu papa Erik untuk menidurkan Dina di atas brankar yang sudah tersedia, dan dokter memerintah agar Dina dibawa masuk kedalam ruangan IGD


Mereka semua langsung duduk dengan perasaan lemas, terutama mama Ambar yang merasa sangat takut dengan keadaan putri nya tersebut,


Mama Ana yang melihat hal itu pun langsung berjalan untuk mendekati calon besan nya tersebut,


"Jeng, sebenarnya ada apa dengan Dina? kenapa dia bisa sampai pingsan seperti ini, apakah Dina sedang sakit? karena aku juga melihat jika Fina tampak berbeda dari yang biasa nya? " tanya mama Ana kepada mama Ambar,


Membuat wanita tersebut langsung membalas tatapan mama Ana,


"Sebenarnya Dina itu hanya sedang tidak fit saja jeng, Dina tidak sakit , dia itu sehat, tapi bisa jadi ini semua karena kedatangan wanita miskin itu, membuat Dina menjadi merasa bersalah dengan pertunangan yang sudah dia Terima"


"Apa maksud mu jeng? kenapa kau menyangkut pautkan kan masalah ini dengan kedatangan wanita muda itu? apakah kau mengenal wanita tersebut jeng Ambar? " tanya mama Ana yang merasa sangat penasaran


Begitu juga dengan papa Jordan dan papa Erik, mereka mulai mendekati mama Ambar untuk mengetahui tentang wanita muda yang sudah membuat pertunangan putra putri mereka menjadi hancur berantakan

__ADS_1


"Apakah kau mengenal wanita muda itu ma? '" tanya papa Erik yang merasa tidak sabaran


Mama Ambar mulai menghela nafas dengan dalam, seperti nya ini lah kesempatan untuk dirinya agar bisa membuat mereka semua membenci Carla, terutama kedua orang tua Albert yang akan berfikir jika Carla bukan lah wanita yang baik.


"Iya, aku mengenal wanita muda yang telah menghancurkan pesta pertunangan kedua anak kita, karena wanita itu adalah salah satu teman Dina kuliah, dia bernama Carla, seorang anak yatim piatu yang tidak mempunyai etika dan sopan santun, apakah kau tahu jeng Ana, jika Carla telah menggoda putra mu Albert dan menjalin hubungan dengan putra mu secara diam diam, bahkan wanita itu tidak segan segan untuk memeloroti Albert karena Carla itu matre dan juga miskin , dia ingin hidup mewah dengan cara mendekati putri ku dan juga putra mu, aku juga heran kenapa dia bisa datang keacara pertunangan, sedangkan Dina tidak pernah mengundang dirinya ,karena Dina sudah memutuskan pertemanan mereka berdua, Dina terpaksa melakukan itu semua,karena Carla tidak Terima saat mengetahui jika Dina akan bertunangan dengan Kekasih nya, jadi bisa disimpulkan jika kedatangan Carla, memang sengaja dia lakukan untuk menghancurkan pertunangan Dina bersama Albert " jelas mama Ambar yang berhasil membuat ketiga orang tersebut merasa sangat terkejut


Apa lagi mama Ana, dia tidak menyangka jika wanita yang tampak sangat menyedihkan dan lugu itu ternyata memiliki hati yang picik


"Kurang ajar, jadi wanita itu bukan lah wanita baik baik, tapi siapa yang sudah mengundang dia ma, bukan kah kita tidak mengenal dirinya? tanya papa Jordan yang merasa sangat marah


Pria itu mulai menatap wajah istri nya dengan banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab, sedangkan mama Ana mulai mengingat sesuatu tentang kedatangan Carla dipesta tersebut.


"Tunggu.... sepertinya Dewa lah yang sudah membawa wanita itu masuk kedalam acara pesta, dan setelah melihat pertunangan Albert bersama Dina, wanita itu langsung merasa sangat terkejut, begitu juga dengan Dewa, bahkan Dewa berani bertengkar dengan kakak nya sendiri , sepertinya ada hal yang tidak aku ketahui dari kedua putra ku, dan aku harus segera menanyakan hal ini kepada Albert " gumam Mama Ana didalam hati nya,


Mama Ana sengaja tidak mau memberitahu apa yang sedang dia fikirkan kepada ketiga orang tersebut,


Dan saat mama Ambar masih asyik menjelek jelekkan Carla, tiba tiba saja terdengar suara pintu ruangan yang terbuka dengan lebar,


Membuat mereka berempat langsung berdiri untuk menanyakan dokter yang sudah keluar dari ruangan tersebut,


Wajah sang dokter tampak ditekuk, seperti menahan kepanikan yang sedang terjadi, tentu saja hal itu membuat mereka semua menjadi sangat penasaran..


"Dokter, bagaimana keadaan putri saya, putri saya tidak sakit apa apa kan dokter? pasti dia hanya kecapean saja kan dokter? " tanya mama Ambar memasang wajah panik


"Saya ingin berbicara dengan kedua orang tua Pasien, apakah anda mama nya? "


"Iya benar dokter, saya adalah mama nya, dan ini suami saya, papa nya Dina" jawab mama Ambar sambil menarik tubuh papa Erik

__ADS_1


"Baiklah... jika begitu kalian berdua bisa ikut saya untuk masuk ke ruangan saya, karena ada hal penting yang ingin saya bicarakan"


"Baiklah dokter"


Jawab mama Ambar sambil menatap ke arah mama Ana


"Jeng, aku titip putri ku ya"


"Iya, kamu pergi lah bersama dokter, aku dan mas Jordan akan menjaga Dina" Jawab mama Ana dengan tatapan yang tulus


Setelah itu mereka berdua mulai melangkahkan pergi untuk meninggalkan mama Ana dan papa Jordan,


Mengikuti langkah sang dokter yang menaiki lift menuju kelantai ruangan kerja nya..


Hingga tak lama kemudian, mama Ambar bersama papa Erik sudah duduk di depan meja dokter yang menangani Dina


Dan Dokter itu mulai menatap wajah mereka berdua dengan sangat intens..


"Tuan dan nyonya, sebelum saya mengatakan tentang penyakit yang diderita oleh putri kalian berdua, saya ingin bertanya terlebih dahulu kepada kalian berdua, apakah selama ini pasien mengalami stress berat? " tanya Dokter tersebut membuat papa Erik langsung menatap ke arah istri nya


"Ma, coba jawab ma, kan kau yang setiap hari nya berada dirumah bersama Dina? " ujar papa Erik membuat mama Ambar merasa bingung


"Iya dokter, memang beberapa hari ini putri ku terlihat murung seperti sedang sakit, mungkin karena dia akan segera bertunangan dokter"


"Tidak nyonya, putri anda sering seperti orang sedang sakit bukan karena hal itu, tapi putri tuan dan Nyonya sedang mengidap stress berat yang bisa sangat membahayakan, dirinya telah terkunci dengan pemikiran yang membuat syaraf otak nya tidak bisa bekerja dengan baik, dan jika dibiarkan terus menerus maka putri anda akan mengalami gangguan jiwa ataupun kematian secara tiba-tiba "


"Apa......!!!!! " teriak kedua orang tersebut secara bersamaan....

__ADS_1


__ADS_2