Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Tiba dirumah mewah milik Dewa


__ADS_3

Sedangkan disisi lain, saat ini Dewa telah bersiap siap untuk keluar dari rumah mewah milik nya, dia mengenakan jaket denim yang membalut ditubuh kekarnya tersebut , membuat penampilan nya tampak menjadi sangat tampan dan juga keren


Dewa mengambil sepatu yang akan dia kenakan sambil duduk di atas sofa yang ada diruang tamu,


Tanpa Dewa sadari jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yang menatap tajam kearah dirinya, dan langsung melangkah untuk mendekati Dewa..


"Kau mau pergi ke mana Dewa? " tanya Albert menatap tajam..


Dewa membalikkan tubuh nya untuk melihat ke asal suara, dan dia kembali melanjutkan kegiatan nya yang sedang memasang tali sepatu di kedua kaki nya.


"Kau tidak perlu tahu aku mau pergi kemana" jawab Dewa ketus tanpa melihat wajah Albert


Albert sungguh merasa sangat kesal,atas jawaban yang dilontarkan oleh adiknya tersebut, dan dia mendengus dengan perasaan marah..


"Jangan sok hebat Dewa, aku berhak mengetahui apa yang akan kau lakukan pagi ini" teriak Albert tak mau kalah..


Dewa langsung berdiri dari duduknya, karena dia telah selesai memasang tali sepatu yang dia kenakan


Dan Dewa tersenyum sinis menatap kearah wajah kakak nya tersebut..


Kakak yang tidak pernah mengakui dirinya sebagai adik satu darah dari pria yang ada didepan nya saat ini


"Memang nya apa urusan mu Albert, bukan kah sedari awal kau tidak pernah mau tahu tentang kehidupan yang aku jalani, tapi mengapa sekarang kau malah sok sok an perduli kepada ku" ujar Dewa sangat berani,


Bahkan pria itu telah membalas tatapan tajam Albert dengan tatapan seperti seorang pembunuh, dan tentu saja hal itu membuat Albert langsung mundur kearah belakang,


Dia menghirup nafas dengan dalam, agar bisa mengontrol emosi yang dia miliki, karena Albert sudah menyusun rencana yang lain nya


Albert berfikir, jika sepertinya ini bukan lah waktu yang tepat untuk membalas kesombongan yang dimiliki oleh Dewa, dan Albert Berencana akan mengobrak abrik perusahaan yang Dewa miliki dengan cara yang sangat halus


Tanpa pria lugu itu sadari, jika dirinya lah yang telah bermain dari arah belakang


"Baiklah.. jika memang aku salah kepada mu, aku minta maaf, sekarang kau pergi lah jika memang ingin pergi"ujar Albert memasang wajah tulus...


" Okey, sekarang juga aku akan pergi , dan kau ! jaga rumah mewah ku dengan baik, awas saja jika rumah milik ku ini sampai kemalingan , maka kau yang harus wajib menanggung semua kerugian nya" Ledek Dewa memberikan ejekan kepada Albert..

__ADS_1


Albert tersenyum menyeringai kearah pria tersebut, hingga akhirnya Dewa mulai keluar dari rumah dan langsung mengendarai salah satu mobil milik nya,


Sedangkan Albert memasang wajah bersahabat saat mengantarkan kepergian Dewa di depan pintu rumah, hingga beberapa menit kemudian, kini Albert sudah tinggal sendiri didalam rumah mewah tersebut..


Karena Raka dan juga Bagas , mereka sama sama sama pergi untuk mengerjakan pekerjaan masing-masing, dan Albert saat ini berencana akan membobol ruang kerja milik Dewa agar dapat menemukan sesuatu hal yang penting.


.


Yang bisa menjadi alat yang akan gunakan untuk mengancam Dewa agar mau memberitahu keberadaan Carla berada


"Ini kesempatan bagus untuk ku, karena aku hanya sendirian dirumah ini, sekarang aku akan beraksi untuk mencari kelemahan dari perusahaan yang dipegang oleh Dewa, dan juga mencari tahu dimana alamat Carla dan putra ku tinggal" ujar Albert masuk kedalam rumah ..


Tanpa pria itu sadari, jika disetiap sudut rumah mewah tersebut, Telah terhubung oleh kamera kecil yang hanya Dewa yang mengetahui nya..


Sedangkan didalam mobil, Dewa fokus menyetir sambil menatap rekaman dari kamera yang ada didalam rumah nya.


"Cih... ternyata apa yang ku curigai benar adanya, jika Albert tidak pernah tulus terhadap ku, bahkan bukan Clara dan juga Al saja yang dia ingin kan, tapi Albert juga menginginkan kebangkrutan atas kekuasaan ku dinegara ini ,lihat saja.. aku pasti kan kau tidak akan mendapatkan apapun Albert" gumam Dewa didalam hati nya, sambil terus menyetir dengan kecepatan sedang..


****


.


Dan ini adalah kali kedua mereka berdua berkunjung kerumah Dewa, rumah itu adalah rumah yang sengaja Dewa buatkan untuk dirinya bersama Al, sungguh Dewa benar-benar seorang pria yang sangat baik hati....


Dan sesampainya didepan gerbang, Terlihat jika penjaga di gerbang itu sedang tidak ada didalam pos, dan gerbang tidak terkunci dari arah dalam,


Membuat Carla memutus kan untuk menerobos masuk kedalam agar dapat memberikan kejutan untuk sang pria pujaan...


"Sayang, bagaimana jika kita masuk kedalam saja, seperti nya penjaga nya sedang tidak ada didalam pos, ataupun pergi ke toilet sebentar, sehingga dia tidak mengunci gerbang nya dengan baik" ujar Carla kepada Al..


Al tersenyum lucu mendengar ide dari bunda nya itu, karena Al menganggap jika semua rencana mereka ini sudah seperti sebuah permainan petak umpet


"Okey, Al setuju bunda, ayo kita masuk diam diam agal ayah terkejut saat melihat kedatangan kita bunda" jawab Al tidak sabaran


Setelah itu Carla langsung memasukkan motor milik nya secara perlahan menuju kedalam gerbang,

__ADS_1


Dan Carla memilih berjalan menuntun Al, menuju masuk kedalam rumah mewah tersebut..


"Bunda, lumah Ayah bagus ya bunda..! Al mau deh kalau tinggal dicini" ujar Al menatap wajah Carla


Carla langsung tersenyum manis menanggapi perkataan putra nya tersebut,


Hingga akhirnya Carla mulai mendorong pintu rumah yang tidak terkunci dari dalam..


Kreekkk.....


"Assalamualaikum" sapa Carla dengan suara yang pelan..


Al langsung tertawa cekikikan melihat apa yang bunda nya lakukan saat ini, karena menurut Al mereka sudah mirip seperti seorang maling...


"Bunda kita sudah macam maling lo bunda"


"Iya, kamu benar sayang, oya kira kira ayah kamu ada dimana ya? " tanya Carla sambil berdiri tegak memperhatikan ruang tamu mewah tersebut.


Al tersenyum menatap bunda nya dari arah bawah, sepertinya ini saat nya untuk dirinya mencari keberadaan sangat Ayah..


"Bunda, boleh gak kalau Al ikut cari Ayah juga? " tanya Al memasang wajah memohon,


Carla tersenyum sambil menyentuh pipi sang putra dengan sangat gemas,


Dan setelah itu Carla langsung mengangguk mengiyakan..


"Ya sudah, tapi... gak boleh naik keatas tangga ya nak, biar Bunda aza yang naik kr atas tangga buat cari Ayah, sedangkan Al hanya boleh memutar ruangan yang ada dibawah, termasuk ruangan kerja Ayah"


"Okey, siap bunda...! kalau begitu Al pelgi cekarag ya bunda"


"Hemm... ingat jangan ribut ya nak" ujar Carla mengizinkan sang putra untuk mencari keberadaan Ayah nya,


Sedangkan Carla juga mulai mencari, dengan naik ke atas lantai atas..


Dirumah itu tidak mempekerjakan ART yang tinggal dirumah, karena Dewa hanya mempekerjakan ART hanya untuk membersihkan rumah nya saja, selebih nya, Dewa masih memanfaatkan tenaga nya sendiri....

__ADS_1


__ADS_2