
Dewa yang memperhatikan sikap Albert yang mulai tak wajar ketika menatap kearah calon istri nya itu pun, langsung melangkah kan kedua kaki nya untuk mendekati mereka berdua,
Dewa sangat takut jika nyata nya Albert tidak bisa menerima kenyataan yang ada, kalau Carla lebih memilih dirinya dan akan segera menikah dengan nya..
Rasa cemburu di hati Dewa mulai kembali menyeruak ketika memperhatikan sikap Albert yang tak henti henti nya memandang wajah sang kekasih, dan tentu saja Dewa tidak akan membiarkan hal itu terjadi..
"Sayang...!" sapa Dewa setelah tiba di dekat mereka berdua berdiri..
Albert yang mendengar suara Dewa pun langsung tersadar dari rasa terpesona nya terhadap kedua mata Carla...
Albert sangat sadar, jika apa yang telah dia lakukan saat ini adalah hal yang sangat salah, lagian Albert telah berjanji jika dirinya telah menganggap Carla sebagai adik ipar untuk nya, jadi benar-benar tak pantas jika Albert memandang wajah Carla dengan tatapan memuja seperti itu...
Sedangkan Carla, yang merasa dipanggil oleh Dewa pun langsung membalikkan tubuh nya untuk menatap ke asal suara.
Dan betapa bahagia nya Carla ketika mengetahui jika kekasih nya saat ini sudah berada di antara mereka berdua, itu artinya Carla tidak perlu susah susah untuk memanggil Dewa lagi
"Sayang... akhirnya kau mau menyusul ku juga, oya sangat kebetulan sekali sayang, karena kak Albert ingin mengajak mu untuk berbicara hal yang penting" ujar Carla tersenyum manis menatap Dewa..
Dewa yang mendengar ucapan kekasih nya itu langsung mengarahkan pandangan nya untuk menatap wajah Albert,
Dia tidak suka jika kakak nya tersebut ingin kembali membuat kesepakatan yang akan memancing pertengkaran di antara mereka berdua...
"Sayang... sekarang kau masuklah kedalam, karena hari sudah sangat malam, aku tidak mau kau sakit dihari pernikahan kita" ucap Dewa memerintah Carla..
__ADS_1
Pria itu memegang kedua bahu Carla sambil berkata dengan sangat lembut, membuat Albert merasa iri dan membuang wajah nya ke arah samping..
Carla tersenyum dengan manis, dan dia menganggukan kepala nya menurut..
"Baiklah... aku akan langsung masuk kedalam, karena aku juga sudah merasa sangat lelah, tapi kamu jangan lama lama berada diluar ya sayang, aku juga tidak mau jika kau sampai sakit nantinya"
"Tentu sayang, setelah selesai berbicara dengan kak Albert, aku pasti akan langsung masuk kedalam rumah, sekarang masuk lah,langsung tidur dan mimpi kan diriku"
"Okey, bay sayang,... " jawab Carla melambaikan tangan nya, setelah itu dia mengarahkan pandangan nya untuk menatap kearah Albert..
"Kak, Carla masuk sekarang ya, selamat malam"
"Iya, selamat malam" jawab Albert tersenyum tipis..
Dia tidak suka jika Albert bersikap ramah kepada calon istri nya tersebut, karena Dewa sangat takut jika dirinya akan kembali kehilangan Carla...
"Apa yang kau lihat kak? apakah kau sangat terpesona dengan calon istri ku itu? " tanya Dewa kepada Albert..
Albert langsung memutus kan pandangan nya, dan kini kedua matanya sudah teralih kan untuk memandang wajah Dewa..
Albert tidak mau membuat keributan seperti biasa nya lagi, karena baginya semua usaha yang dia lakukan untuk mendapatkan Carla kembali sudah sia sia saja
Karena wanita itu telah memilih jodohnya sendiri..
__ADS_1
"Apa maksud mu Dewa, jangan memancing kemarahan ku, aku mohon"
"Baiklah kak, aku tidak akan memancing kemarahan mu lagi, tapi bisakah aku mendengar janji yang akan kau sepakati bersama ku kak? " tanya Dewa menatap lama..
Albert juga ikut membalas tatapan pria tersebut, sambil menahan rasa amarah yang terasa sangat membuncah...
"Janji apa lagi yang kau mau Dewa? bukan kah kau sudah berhasil mendapatkan semua yang aku miliki? " tanya Albert berteriak marah,
Sedangkan Dewa masih bersikap tenang dan juga tak tersulut emosi
"Iya... aku tahu kak tapi.. aku hanya ingin memastikan nya sekali lagi, agar aku bisa mempercayai semua perkataan mu itu, aku harap kau memang sudah ikhlas menerima jalan takdir ini kak, maaf karena aku telah membuat hati mu menjadi hancur kak" ucap Dewa memasang wajah sedih
Entah mengapa, sekesal dan semarah dirinya kepada Albert, tetap saja Dewa tidak bisa membenci pria yang menjadi kakak nya tersebut...
Albert mulai menatap wajah Dewa dengan lama, dia akan mengatakan semua yang dia rasakan saat ini..
"Dewa, sebenarnya aku memang belum bisa menerima semua ini hanya dengan waktu yang singkat, karena rasanya penantian ku selama tiga tahun lama nya benar-benar telah membuat hati ku menjadi hancur berkeping-keping, tapi... aku juga tidak boleh egois, aku tidak bisa memaksa Carla agar tetap memilih diriku, dan mau tidak mau, aku harus tetap merelakan kalian berdua untuk menikah, pesan ku kepada mu, tolong jagalah Carla dengan baik Dewa, cintai dia dan sayangi dirinya dengan tulus, karena dia pantas untuk bahagia , sudah cukup penderitaan yang dia rasakan di masa lalu Dewa, aku berjanji kepada mu, jika aku tidak akan pernah menganggu kalian berdua" ucap Albert tegas membuat Dewa langsung merasa terharu dengan perkataan dari kakak nya tersebut..
Dewa memeluk tubuh Albert dengan erat, sungguh dia sangat menyayangi pria yang ada di dekapan nya saat ini..
"Terimakasih kak, terimakasih banyak karena telah mempercayakan Carla untuk ku, aku pasti akan membuat dirinya bahagia, begitu juga dengan mu kak, semoga kau mendapatkan jodoh yang lebih baik dari pada Carla" jawab Dewa menangis haru
Begitu juga dengan Albert, yang ikut meneteskan air mata tanpa mengeluarkan suara sedikit pun
__ADS_1