
Keesokan hari nya, dirumah keluarga Justin terdengar suara bahagia dari mam Ana dan juga papa Jordan karena ulah sang cucu, , saat ini mereka berdua sedang bermain bola karet didalam rumah mewah tersebut bersama dengan Al
Dan tentu saja permainan itu membuat keceriaan di wajah mereka berdua, Al. adalah anak yang sangat pintar dan juga bijak, dia juga tak segan segan untuk dekat dengan orang-orang yang telah berbuat baik kepada dirinya,
Sedangkan Carla saat ini baru saja selesai menyiapkan hidangan sarapan pagi, saat ini wanita muda itu telah tampak cantik dengan memakai baju gaun selutut yang diberikan oleh mama Ana..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara langkah sepatu yang berasal dari atas tangga..
Membuat mereka semua langsung menatap ke arah asal suara tersebut..
"Papa...! " panggil Al menjerit keras..
Dan tentu saja Albert langsung tersenyum manis ketika melihat kepintaran putra nya itu, dia sungguh bisa menebak jika Al akan sukses dimasa depan kemudian...
"Al... sini sayangku, peluk papa mu ini nak" jawab Albert yang langsung berjongkok tepat dibawah tangga,
Al benar-benar bahagia memiliki orang orang baru yang sangat menyayangi nya....
Dengan cepat Al berlari untuk menubruk tubuh pria tampan tersebut, Albert memasang wajah bahagia merasakan hangatnya pelukan yang diberikan oleh sang putra dan dia ikut memejamkan mata sejenak. hingga detik kemudian..
Al berusaha untuk meminta agar segera dilepaskan dari pelukan Albert..
"Papa, ayo kita belmain bola papa, apakah papa tidak mau ikut berlmain belsama Al? " tanya Al sambil menatap lama..
Albert tersenyum manis kepada putra tampan nya itu, dia tentu saja ingin bermain bola dengan anak nya, tapi apa daya, Al harus masuk ke kantor setelah beberapa hari absen dari kantor milik nya..
Dengan perlahan Albert mulai mengelus punggung Al, dan meminta maaf kepada putra nya tersebut.
"Maaf kan papa ya sayang, karena pagi ini papa harus segera berangkat ke kantor, karena banyak sekali pekerjaan yang sudah menumpuk, papa janji setelah pulang kerja nanti kita akan bermain bola dengan sangat seru, bagaimana? apakah kau mau sayang? " tanya Albert merayu Al
"Tapi papa janji ya? jangan seperti ayah Dewa yang cibuk telus pa, Al kan pengen main sama papa dan Ayah" protes Al membuat Albert merasa sedih..
Albert langsung menyentuh kedua pipi chubby putra nya itu, dan mengucap kan janji yang akan dia tepati nanti sore..
"Baiklah Al,papa janji kepada mu,. sekarang ayo kita sarapan terlebih dahulu, agar tubuh mu menjadi kuat saat sedang bermain bola bersama oma dan juga opa" ajak Albert merayu..
"Siap papa, ayo kita makan masakan bunda, masakan bunda enak banget pa, ayo oma dan opa, Al sudah lapar sekali"
"Siap, ayo sekarang kita menuju ke ruang makan" jawab papa Jordan menggendong tubuh Al..
Setiba nya diruang makan, Albert bisa melihat jika Carla baru saja selesai menyusun hidangan sarapan untuk mereka semua, dengan dibantu oleh para pelayan yang ada dirumah tersebut..
Sungguh Albert sangat terpesona ketika menatap sang calon adik ipar yang sudah terlihat tampak cantik dan juga wangi, wanita itu persis seperti sesosok bidadari yang ada di pagi hari..
Albert yang menyadari perasaan terlarang nya itu pun, langsung membuang wajahnya kearah samping, jangan sampai dirinya mengacau kan janji yang telah dia buat sendiri..
__ADS_1
"Sadarlah Albert,, kau tidak boleh menyukai adik ipar mu sendiri, jangan rusak kepercayaan yang diberikan oleh wanita itu, dan aku harus belajar untuk melupakan dirinya" gumam Albert memaki dirinya sendiri
Hingga tak lama kemudian, Albert dikejutkan oleh suara seorang wanita yang sudah berada di dekat kursi nya,
Carla sedang menaruh nasi menggunakan centong kedalam piring miliknya, sambil tersenyum dengan ramah..
"Aku rasa segini cukup kak, sekarang kau bisa makan terlebih dahulu, agar tidak telat berangkat ke kantor" ujar Carla yang berhasil membuat jantung Albert berdetak dengan hebat..
Albert memutuskan pandangan nya agar tidak menatap kearah wanita tersebut, dia berusaha keras memegang dada nya yang terasa mau pecah..
"Apa ini, kenapa aku jadi seperti ini,semakin aku menjauhi nya, semakin besar juga rasa ku kepada dirinya, ayolah Albert, kau tidak boleh membiarkan perasaan ini tumbuh dengan subur" gumam Albert di dalam hatinya..
Sedangkan Carla, dia sudah selesai mengelilingi meja makan tersebut untuk menaruh nasi disetiap piring masing-masing, .
Dan setelah nya, mama Ana mulai mengeluarkan suara untuk menanyakan kepergian Dewa
"Sayang, Apakah Dewa akan pulang nanti siang? " tanya mama Ana menatap Carla..
"Iya ma, Dewa pasti pulang kok ma nanti siang, karena kita akan pergi kebutik yang sudah mama suruh, "
"Bagus deh kalau begitu, mama takut jika Dewa tidak jadi kembali siang ini juga, karena mama sudah membuat janji nya dengan teman mama untuk menyambut kedatangan mu di siang hari, oya urusan yang lain nya sudah selesai mama lakukan, jadi sudah bisa dipastikan jika lusa kau dan Dewa akan menyelenggarakan acara pernikahan nak" ucap mama Ana yang membuat Carla tersenyum bahagia
Begitu juga dengan papa Jordan, tapi tidak dengan Albert yang merasa linu ketika mendengar berita tersebut..
"Wah.. terimakasih banyak ya ma, karena sudah menyiapkan pesta untuk pernikahan ku bersama Dewa, oya.. apakah aku boleh mengundang orang-orang kampung yang ada didekat rumah ku dulu ma..? "
Carla langsung tersenyum manis, dia sudah ikhlas dengan kepergian sang bibi, karena saat ini dirinya telah berhasil melewati masa sulit tersebut..
"Iya, gak apa apa kok ma,lagian Carla yakin jika mendiang bibi Monic sudah bahagia di alam sana,"
"Carla... lalu bagaimana dengan rumah mu itu? kata anak buah papa, rumah mu telah ditempati oleh orang lain, apakah kau telah menjual nya nak? " tanya papa Jordan kepada Carla
Dan tentu saja pertanyaan tersebut membuat seorang pria langsung tersedak dari makan nya, karena dia lah yang membeli rumah tersebut, dan menyuruh seseorang untuk merawat nya..
"Uhuk... uhukkk"....
" Albert, pelan pelan dong sayang makan nya, jangan terburu buru seperti itu" ucap mama Ana terkejut..
Al yang melihat papa nya itupun langsung turun dari kursi yang dia duduki dan memberikan Albert segelas air minum milik nya..
"Papa batuk, ayo minum dulu pa, kata bunda kalau batuk halus minum, iya kan Bunda? " tanya Al sambil menatap kearah Carla..
Carla tersenyum bangga dengan putra nya tersebut, sedangkan Albert, dengan cepat langsung mengambil gelas yang sudah ada ditangan Al...
Glekk.... glekkk.....
__ADS_1
"Terimakasih ya sayang, berkat kau papa sudah tidak batuk lagi" kata Albert menyentuh pipi putra nya..
"Sama sama papa, Al senang bisa bantu papa" jawab Al bahagia...
Albert langsung menarik tubuh putra nya agar duduk di atas pangkuan nya, setelah itu Albert mulai makan berdua dengan Al..
Carla bahagia melihat keakraban yang terjadi di antara mereka berdua, karena walaupun dirinya tidak bisa bersama dengan Albert, tapi putra nya masih bisa dekat dengan papa nya..
"Terimakasih kak, karena telah menerima seorang anak yang pernah tak kau anggap, semoga kau bisa menyayangi nya kak,, karena Al adalah putra yang sangat baik , aku bahkan tidak tahu jika hidup kami tanpa Dewa, apakah dia akan mendapatkan kasih sayang dari seorang pria yang di anggap sebagai ayah? tapi sekarang dirinya bahkan memiliki dua orang ayah sekaligus, aku sungguh sangat bersyukur rasanya " gumam Carla didalam hatinya..
Hingga tak lama kemudian, Albert mulai bangkit dari duduknya sambil menurun kan Al dari gendongan nya..
Hari ini Albert akan pergi ke kantor ditemani oleh Bagas yang sudah menunggu diruang tamu..
"Sayang, antar Albert sebentar ya, seperti nya Al masih belum mau melepaskan papa nya" ujar mama Ana kepada Carla..
Papa Jordan langsung menatap wajah istri nya dengan lama, karena dia tidak terlalu suka jika Carla berdekatan kembali dengan Albert..
Papa Jordan takut jika putra sulung nya tidak bisa melupakan wanita yang sebentar lagi akan menjadi adik ipar nya..
Setelah melihat kepergian Carla yang menyusul Albert dan juga Al keruang tamu, papa Jordan langsung memberikan peringatan kepada sang istri..
"Ma... papa rasa Carla tidak boleh terlalu dekat dengan Albert, karena walau bagaimana pun, Albert masih sangat mencintai Carla ma, papa tidak mau jika anak itu sampai melakukan hal diluar batas kepada adik ipar nya sendiri" ucap papa Jordan menatap tajam
"Kenapa papa bisa berfikiran seperti itu? mama sangat yakin jika putra ku tidak serendah itu pa, Albert tidak mungkin berani menyentuh adik ipar nya sendiri"
"Iya, papa tahu ma, tapi entah mengapa papa merasa takut saja, semoga saja Albert tidak akan membuat kita merasa kecewa untuk yang kedua kali nya, aku ingin pernikahan Dewa dan Carla segera dilaksanakan, agar Albert bisa membuka hati nya untuk menerima wanita lain"
"Ya... semoga saja hal buruk tidak akan pernah terjadi lagi, tapi mama tidak setuju jika papa ingin menjodohkan Albert lagi, jangan buat dirinya bertambah hancur pa"
"Tentu, papa tidak akan melakukan kesalahan itu lagi ma" Jawab papa Jordan, membuat mama Ana tersenyum lega
Sedangkan di luar teras, saat ini Al sudah berada digendongan Carla.
Putra nya itu merasa sedih ketika mengantarkan Albert untuk pergi ke kantor, Albert yang merasa tidak tega pun langsung mencium kedua pipi Al dengan sayang , membuat jarak di antara dirinya dan Carla menjadi sangat dekat dan rapat,
Carla merasa tidak enak dengan keadaan tersebut, dia pun memalingkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan wajah pria tersebut..
Sungguh.. hati Albert merasa hangat ketika berada di posisi seperti ini, andai saja tidak ada jurang yang memisahkan mereka berdua, Pasti Albert sudah memeluk tubuh Carla erat dan memberikan ciuman yang banyak di pipi wanita cantik tersebut..
Dan lamunan Albert langsung buyar ketika mendengar nama nya di panggil oleh Bagas, Albert terpaksa menyudahi ciuman dan pelukan nya kepada Al..
"Carla, aku titip putra kita ya,dan Al, kamu jangan nakal dirumah sama bunda, papa akan segera kembali"
"Iya pa, kami akan menunggu kepulangan papa dirumah,selamat bekerja pa" kata Al tersenyum
__ADS_1
Begitu juga dengan Carla yang ikut tersenyum manis..