Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kecurigaan Carla


__ADS_3

Malam telah datang menyapa, dan entah mengapa sikap Dewa terlihat sangat berbeda, dia tak suka marah marah lagi seperti beberapa Minggu yang lalu,


Pria itu lebih banyak diam dan juga termenung sendiri, Carla yang merasa sudah tidak tahan memendam uneg uneg yang dia rasakan pun langsung duduk di depan suaminya tersebut..


"Mas Dewa, kita perlu bicara" Carla menatap kedua mata Dewa yang terlihat kosong, entah apa yang sedang pria itu pikirkan saat ini..


Dengan berani, Carla mengulurkan tangan nya untuk menyentuh lengan Dewa..


"Mas.....! "


"Ada apa? " tanya Dewa tanpa melihat..


"Sebenarnya apa yang terjadi kepada mu, apakah kau belum bisa mempercayai ku juga mas? aku sungguh tidak pernah mempunyai niat sedikit pun untuk mengkhianati mu mas, apa lagi kembali bersama Kak Albert, aku berani bersumpah" jelas Carla dengan mata yang berkaca kaca..


Dewa mulai mengarahkan pandangan nya untuk menatap sang istri, dia juga tahu jika istri nya tidak mungkin mengkhianati dirinya, tapi entah mengapa bayang bayang ketakutan itu, sering kali menghantui Dewa


Apa lagi ketika dirinya pernah memergoki sang kakak yang sedang memegang foto Carla dan mencium foto itu dengan penuh cinta, Dewa benar-benar merasa marah dan juga kecewa,


Karena itu juga Albert memutuskan untuk keluar dari rumah, karena dirinya merasa malu kepada Dewa,


Albert juga berkali-kali mengatakan jika dia tidak pernah mempunyai niat sedikit pun untuk merebut Carla dari nya, tapi hati Dewa tetap merasa tidak tenang..


Dewa yang merasa kasihan melihat raut wajah menyedihkan istri nya itu pun langsung memegang tangan Carla erat.


Dia sadar, jika beberapa Minggu ini sikap nya telah membuat Carla menjadi tersiksa..


"Maafkan aku Carla, karena aku telah membuat mu sedih, sikap ku yang berubah telah membuat mu menderita, aku sungguh menyesal telah melakukan nya Carla" ujar Dewa penuh penyesalan..


Carla menetes kan air mata, dan langsung memeluk tubuh suami nya dengan erat..


"Mas... aku sudah memaafkan mu, sungguh.., tapi bisa kah kau jangan berubah seperti kemarin mas, jika ada masalah kau bisa menceritakan nya kepada ku, "


"Tidak, aku tidak mempunyai masalah apapun sayang, terimakasih ya karena kau sudah menjadi istri yang baik untuk ku" jawab Dewa melerai pelukan nya..

__ADS_1


Setelah itu Dewa kembali memandang wajah Carla dengan lama, membuat Carla merasa heran..


"Mas...!


" Carla, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada mu? " tanya Dewa lembut


"Iya, tentu saja boleh"


"Jika saja tiba-tiba aku mengalami suatu penyakit yang mematikan, apakah kau masih mau menemani ku Carla"


Deghhh.....


Jantung Carla langsung berdetak hebat ketika mendengar pertanyaan seperti itu,


Apakah benar dugaan nya selama ini, jika suaminya sedang sakit parah, tapi... kenapa tidak ada yang mengetahui nya,


Tubuh Dewa terlihat kurus dan juga wajah nya pucat, jika benar dugaan nya, maka Carla akan menjadi istri terbodoh yang pernah ada,


"Tidak, aku tidak sakit, aku hanya ingin bertanya saja kepada mu, "


"Jangan bohong mas.., kau tidak pernah pandai berbohong, dan aku telah mencurigai mu selama satu bulan ini , sebenarnya apa yang sedang kau alami, kenapa kau tidak mau memberitahu ku mas"


"Aku tidak sakit Carla,! aku hanya ingin bertanya saja kepada mu, sekarang apa jawaban mu, apakah kau masih mau menerima ku Carla? " tanya Dewa yang tak mau jujur..


"Tentu saja aku akan menerima mu mas, bahkan aku sendiri yang akan merawat dan membawa mu untuk pergi berobat , aku tidak akan mempercayakan mu kepada siapapun, karena kau adalah suami ku, kau suami ku mas" jawab Carla terisak..


Dewa yang melihat kesedihan istri nya pun mulai ikut meneteskan air mata..


Dia belum siap untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya, .


"Jangan menangis Carla, aku jadi ikut sedih melihat nya, sekarang ayo kita tidur, hari sudah malam" ajak Dewa yang mulai naik ke atas ranjang,


Pria itu meninggal kan sang istri dan menutup selimut di tubuh nya sendiri, bahkan Dewa juga memunggungi istri nya tanpa mau melihat nya lagi..

__ADS_1


Hati Carla benar-benar merasa hancur, apakah kebahagiaan nya hanya bertahan tiga bulan saja, setelah itu dirinya kembali diberi ujian yang sangat berat..


"Tuhan... apakah kau sangat sayang kepada ku? sehingga kau tidak henti henti nya memberikan aku ujian berat seperti ini, baiklah jika kau ingin aku menjadi lebih kuat dari tiga tahun yang lalu, maka aku akan menerima nya tuhan, aku akan mencari kebenaran tentang suami ku sendiri.. " gumam Carla didalam hati nya, menahan perasaan sedih dan juga sakit..


***


Sedangkan di tempat lain, saat ini terlihat seorang pria yang baru saja selesai menyuapi kekasih nya makan malam..


Raka tersenyum bahagia ketika melihat kemajuan atas kesehatan wanita yang sangat dia cintai itu, Dina kini sudah bisa berbicara lagi setelah satu bulan bertemu dengan dirinya..


"Apakah kau sudah kenyang? " tanya Raka menatap wajah Dina


"Hemm... sudah.., aku mau tidur"


"Baiklah... jika begitu ayo kita ke kamar" ajak Raka dengan lembut..


Wanita kurus itu mulai berjalan sambil memegang lengan tangan Raka, sungguh miris hidup kekasih nya yang dulu nya sangat bergelimang harta


Karena setelah pertunangan Dina bersama Albert gagal , keluarga kaya itu langsung jatuh miskin dalam waktu yang sangat singkat


Mama Ambar yang merasa tidak sanggup dengan kehidupan nya pun, memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua, sedangkan papa Dina mengalami stress berat yang mengakibatkan dirinya menjadi sakit sakitan dan akhirnya meninggal dunia,


Selama ini Dina berada di dalam rumah sakit jiwa, dia dimasukkan oleh pembantu yang pernah bekerja dirumah nya dahulu


Tiga tahun berpisah, kehidupan Dina sangat berubah drastis, tidak ada yang mengetahui nasib nya itu, begitu juga dengan Albert, karena dia benar-benar memutuskan hubungan kepada keluarga Sanjaya...


Sedangkan Raka, setiba nya di negara A, dia pun langsung mencari keberadaan sang kekasih hati nya, hingga akhirnya Raka menemukan Carla di sebuah rumah sakit jiwa,


Saat itu juga Raka mengambil Dina, dan meminta izin kepada pihak rumah sakit agar dirinya di perbolehkan membawa Dina,,


Dan sungguh keajaiban, setelah melihat wajah Raka,Dina langsung berangsur sembuh dan mau tersenyum kembali..


"Kenapa semua jadi begini, kehidupan setiap orang tidak ada yang tahu, kini Dina sudah berangsur sembuh dari penyakit nya, tapi sahabat ku, malah kembali di terpa musibah, apakah aku harus tetap diam, sedangkan keluarga nya terutama istri nya tidak boleh mengetahui nya, aku sungguh merasa bersalah jika sesuatu hal terjadi kepada Dewa, lebih baik, aku menceritakan apa yang aku ketahui selama ini" gumam Raka sambil mengelus rambut Dina agar terlelap tidur...

__ADS_1


__ADS_2