
Carla yang mendengar suara keributan di ruangan suaminya itu pun, langsung terburu buru menyelesaikan ritual mandi nya, dia sangat takut jika terjadi sesuatu kepada suaminya tersebut..
"Ada apa di luar, apakah mas Dewa kembali kritis, ya Tuhan, aku mohon jangan ambil suami ku, aku sangat mencintai nya tuhan" doa Carla sambil mengenakan pakaian nya secara asal...
Hingga setengah jam kemudian, baru lah Carla keluar dari kamar mandi yang ada didalam ruangan itu, betapa terkejut nya Carla ketika melihat para dokter dan juga Suster sudah ramai mengerumuni ranjang suami nya itu..
Begitu juga dengan Albert, yang telah menangis menetes kan air mata, Carla benar-benar tidak kuat jika dirinya harus mendapatkan kabar yang tidak dia ingin kan,
Dengan lemah, Carla mulai luruh dari berdiri nya itu,
"Ya Tuhan... ada apa dengan suami ku, apakah kau telah mengambil nya, aku mohon, kembali kan dia kepada ku Tuhan, aku mohon" gumam Carla meneteskan air mata..
Setelah itu Carla mencoba untuk bangkit kembali, kebetulan jarak antara ranjang pasien dan juga kamar mandi lumayan jauh, jadi mereka tidak tahu jika Carla telah keluar dari dalam kamar mandi..
"Kak, apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Carla panik..
Albert yang mendengar suara dari Carla pun langsung menatap ke arah wanita itu
__ADS_1
"Carla , kau sudah selesai? " tanya Albert terkejut sambil mengelap air mata nya
"Sudah kak, apa yang sebenarnya terjadi kak, apakah suami ku kembali kritis? " tanya Carla dengan panik..
Albert yang melihat penampilan Carla yang tampak berantakan pun merasa sangat iba, ingin sekali dirinya memeluk wanita malang itu, tapi Albert sungguh tidak berani untuk melakukan nya,
Dia juga sudah sadar jika Carla memang bukan lah jodoh untuk nya, jadi sampai kapan pun sudah bisa dipastikan jika mereka tidak akan pernah bisa bersatu..
"Tenang kan dirimu Carla , karena apa yang kau pikirkan tidak seburuk kenyataan nya Carla.. "
"Apa maksud kakak, apakah"
"Apa...! ya Tuhan , apakah ini benar kak? " tanya Carla memasang raut wajah bahagia,
Secepat kilat dia pun langsung melesat ke arah ranjang untuk melihat keadaan suami nya, dan benar saja apa yang Albert katakan, jika Dewa sudah mulai siuman dari koma nya itu
"Mas Dewa" ucap Carla meneteskan air mata,
__ADS_1
Dengan perlahan dia pun langsung memeluk tubuh Dewa erat, tanpa menyakiti nya sedikit pun, Sungguh Carla benar-benar merasa sangat bahagia,
"Aku bahagia mas, ternyata tuhan benar-benar sangat baik kepada kita, dia telah menyembuhkan mu mas, aku sungguh senang mas Dewa" ujar Carla meluapkan kebahagiaan nya itu
Dewa belum bisa menjawab perkataan istri tercinta nya, tapi dia juga tak kalah bahagia seperti yang Carla rasakan..
"Terimakasih Tuhan karena kau sudah memberikan ku kesempatan kedua untuk hidup, aku berjanji setelah ini aku akan lebih menjaga kesehatan ku, agar aku bisa menjaga keluarga kecil ku dengan baik, dan untuk mu kak Albert, terimakasih karena kau telah menepati janji mu itu, kau tidak merebut istri ku dan membantu ku untuk menjaga dirinya, sekarang kau sudah membuktikan jika kau benar-benar sudah berubah kak, semoga kau segera diberikan jodoh oleh Tuhan" gumam Dewa berbicara didalam hati nya..
Albert tersenyum senang melihat kebahagiaan yang terjadi antara Dewa dan juga Carla,
Dengan perlahan dia keluar dari kamar rawat itu, setelah dokter dan suster selesai memeriksa keadaan Dewa..
Albert melangkah dengan lunglai dengan hati yang tersenyum lega, akhirnya dia bisa mengikhlaskan apa yang memang bukan menjadi milik nya..
"Selamat tinggal cinta ku, dan selamat jalan masa lalu ku, mulai saat ini aku benar-benar telah mengubur mu, tidak ada harapan palsu lagi dan tidak ada cinta terlarang lagi,tapi yang ada hanya kasih sayang ku kepada putra kandung ku dan juga kepada adik kandung ku juga, selamat tinggal semua nya, aku akan membuka kehidupan yang baru" ujar Albert sambil berjalan menyusuri koridor rumah sakit tersebut..
Banyak hikmah dan pembelajaran yang dapat Albert ambil dari kisah semua nya, dan Albert akan menjadi seorang pria yang lebih baik lagi..
__ADS_1
The end......