
Hari demi hari, telah terlewati tanpa dirasa oleh Carla, saat ini dirinya hanya fokus menemani suami nya yang sedang dalam masa kritis, dokter sudah memberitahu penyebab dari penyakit yang menyerang Dewa ,
Selain kelelahan dan kurang beristirahat, Dewa juga memiliki keturunan dari ibu nya, dahulu ibu nya mengidap penyakit mematikan itu, dan tentu saja papa Jordan tidak mengetahui nya,
Mama Ana dan papa Jordan baru mengetahui nya setelah ibu nya Dewa meninggal dunia, disaat itu baru lah dokter membongkar penyakit yang di derita oleh seorang wanita yang disebut pelakor tersebut
"Tolong, jaga putra ku, maaf jika aku telah merebut suami mu mbak, tapi sungguh aku tidak bermaksud melakukan nya, aku sangat mencintai mas Jordan, dan aku tidak berniat memiliki nya selama nya , sekali lagi maafkan aku mbak, "ucap Ibu Dewa sebelum menutup mata..
Mama Ana sangat mengingat kejadian puluhan yang tahun itu, dan dia berdoa agar Dewa tidak mengalami hal yang sama seperti ibu nya..
" Nak... " panggil mama Ana menyentuh pundak Carla..
"Iya ma"
"Terimakasih karena kau mau setia menemani putra mama, mama harap kau tidak akan pergi meninggalkan nya nak"
__ADS_1
"Tentu saja aku tidak akan melakukan hal itu, walaupun keadaan mas Dewa harus mengalami koma hingga bertahun-tahun lama nya , aku tidak akan meninggalkan suami ku ma, karena aku telah memberikan hidup dan mati ku hanya untuk mas Dewa" ujar Carla tulus..
Albert yang tak sengaja mendengar nya pun langsung tersenyum bahagia, dia benar-benar telah mengikhlaskan wanita yang dia cintai itu untuk selalu hidup bersama adik nya Dewa
"Terimakasih nak, kau sungguh wanita yang sangat baik, pantas saja jika kedua putra ku sangat mencintai mu Carla" puji papa Jordan meneteskan air mata...
kini mereka sedang berdiri diruang tunggu untuk menanti jalan nya operasi yang dilakukan dokter kepada Dewa, mereka berusaha mengangkat sel kanker di dalam otak Dewa yang masih mempunyai kemungkinan untuk kembali sehat...
Hingga tak lama kemudian, lampu ruangan mulai berubah warna, dan itu tanda nya operasi telah selesai dilakukan..
Membuat semua orang mulai tak sabar untuk menunggu dokter yang akan segera keluar dari pintu ruangan itu..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu ruangan yang telah di buka
"Dokter, bagaimana dengan operasi nya? " tanya mama Ana dan papa Jordan tidak sabaran,
__ADS_1
Dokter itu memasang wajah tak bahagia, dia lalu mulai menarik nafas sambil berkata..
"Maaf tuan dan nyonya, operasi nya memang sudah berhasil dilakukan,tapi keadaan pasien semakin kritis, "
"Apa...!!! " teriak mereka secara bersamaan
Bagaikan tersambar petir, mereka semua langsung lemas bagaikan tak bertulang, Albert salah satu orang yang sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi oleh Dewa,
Karena dirinya lah yang membuat Dewa menjadi sakit seperti saat ini..
"Ma.., aku yang bersalah ma, karena aku Dewa menjadi sakit ma" ucap Albert meneteskan air mata.
Dia benar-benar menyesal karena pernah menghina dan menyudutkan Dewa sehingga pria malang itu menjadi seorang pria yang paling menyedihkan,
Albert langsung luruh dari berdirinya menangis dengan sangat menyedihkan, ini adalah kali kedua Albert menangis seperti saat ini, dan Carla baru melihat sisi rapih dari seorang Albert..
__ADS_1
"Nak.. kau tidak boleh seperti ini, " ucap Mama Ana menenangkan dirinya..