
Kini mereka berempat sudah duduk dengan saling berhadapan, Carla sungguh panas dingin karena dirinya telah menjadi penyebab dari permusuhan kedua pria yang ada didepan nya saat ini
Dan untuk mengambil solusi terbaik, akhirnya mama Ana memberikan sepenuhnya pilihan kepada Carla, agar kedua putra nya bisa menghormati dan menerima apapun keputusan yang akan Carla pilih atas kehidupan kedepan nya yang akan mereka bertiga jalani
Sekali lagi, mama Ana mencoba menenangkan hati Carla, agar bisa mengambil keputusan yang sangat tepat
Jangan sampai keputusan yang dia ambil saat ini, nyatanya malah akan membuat dirinya menjadi tidak bahagia..
"Sekarang waktunya untuk kamu mengatakan apa keputusan mu itu Carla, sudah tiga tahun lebih kau pergi dari kenyataan pahit ini, dan tidak ada permasalahan yang bisa ditinggal kan begitu saja Carla, karena sejauh mana pun kita pergi, tetap saja permasalahan yang pernah kita buat itu akan menuntut kepada kita agar segera diselesaikan dengan baik, jadi sekarang juga kau harus mengambil keputusan dari lubuk hati mu itu Carla, agar semua permasalahan dimasa lalu bisa terselesaikan dengan cara kekeluargaan " jelas mama ana berbicara dengan sangat lembut..
Carla yang mendengar perkataan dari wanita itu pun langsung tersenyum tipis, sambil mengarahkan pandangan nya untuk menatap kedua pria yang ada didepan matanya saat ini
mereka berdua telah memasang wajah yang sama sama menyedihkan, serta memelas seakan-akan mengatakan jika mereka berdua ingin sekali dipilih oleh Carla untuk menjadi pendamping dari wanita cantik tersebut.
"Huh....! "
Sebelum berbicara, Carla menyempatkan diri untuk menarik nafas dengan dalam, dan mengeluarkan nya secara perlahan, dan setelah itu, dia pun mulai mengeluarkan suaranya untuk memberi tahu, keputusan apa yang sudah dia pilih saat ini
"Sebelum aku mengatakan keputusan ku kepada kalian berdua, aku ingin sekali meminta maaf kepada mama Ana, karena telah bersedia menerima wanita miskin seperti ku menjadi calon menantu nya, begitu juga dengan putra ku Al, terimakasih banyak ma, karena mau menerima dirinya juga" ujar Carla sambil mencium kedua tangan mama Ana..
Mama Ana tersenyum bahagia mendengar perkataan dari Carla, dan setelah itu Carla kembali melanjutkan pembicaraan nya sambil menatap kearah mereka kembali..
"Dan untuk mu kak Albert, jujur saja, jika rasa sakit didalam hati ku ini, tidak bisa hilang dengan sempurna, hati ku masih memendam semua perbuatan dimasa lalu yang telah kau lakukan kepada ku, tapi aku sudah memaafkan kejahatan mu itu sejak lama kak, jadi aku harap saat ini kita bisa menjadi partner yang baik"
"Sedangkan untuk Dewa, Terimakasih banyak karena kau sudah mau membantu wanita lemah ini Dewa, bahkan aku sangat berjasa kepada mu, karena kau mau bertanggung jawab atas hasil benih dari pria lain, kau yang selalu ada untuk menemani hari hari ku yang serasa sangat suram, menjadi tempat ku untuk berlindung dan juga berkeluh kesah, aku benar-benar banyak berhutang budi kepada mu Dewa" ucap Carla dengan tulus
"Dan untuk keputusan yang harus aku ambil, akhirnya atas izin Tuhan, aku telah mengambil keputusan dengan sepenuh jiwa dan rasa cinta ku, jika aku telah akan memilih Dewa sebagai seorang suami untuk ku kedepan nya dan juga selama lama nya..
__ADS_1
Deghhhhh....
Jantung kedua pria itu langsung berdetak dengan sangat hebat, saat mendengar pilihan yang sudah Carla katakan
Apa lagi Albert, yang sudah bisa menebak sejak awal jika Carla pasti tidak akan memilih dirinya
Dan kali ini Albert merasa belum dapat menerima nya dengan sepenuh hati, dia mulai membalas tatapan Carla dengan sangat tajam
"Apakah kau yakin dengan keputusan mu itu Carla?apakah kau sudah memikirkan secara matang, ingat jangan lupakan Al dalam masalah ini, karena dia masih membutuhkan seorang ayah kandung untuk nya" ujar Albert membuat Dewa merasa sangat kesal
"Apa maksud dari pertanyaan mu itu kak? bukan kah kita berdua akan menjadi ayah untuk Al, jadi tidak ada yang patut dipermasalahkan, karena tanpa menjadi suami Carla pun, kau tetap lah ayah kandung Al, jangan lupakan itu juga kak"
Deghhh...
Albert terdiam membisu mendengar perkataan dari Dewa, seperti nya Dewa memang benar benar sudah berubah saat ini
"Albert, mama mohon jangan memulai pertengkaran lagi, hargai lah keputusan yang sudah di ambil oleh Carla, karena dia telah memilih Dewa untuk menjadi suaminya dimasa depan.. dan mama ingin pernikahan kalian berdua dilakukan secepatnya, besok kita akan segera kembali ke negara Kita"
Dewa dan Carla langsung tersenyum mendengar perintah dari sang mama, akhirnya mereka berdua bisa bersatu diiringi restu dari kedua orang tua..
Dewa langsung bangkit dari duduk nya dan berlutut didepan mama Ana, membuat Carla menjadi terharu dan sedih...
"Terimakasih ma... terimakasih karena sudah mendukung dan memberikan kami restu, aku sungguh bahagia ma"
"Iya nak, mungkin ini lah hasil dari kebaikan yang kau lakukan dimasa lalu,, jika tidak ada kau, mungkin saja kami tidak akan pernah bertemu dengan Carla dan cucu mama lagi, kau adalah anak yang baik Dewa, mama bangga kepada mu" kata mama Ana meneteskan air mata
Mama Ana langsung memeluk putra tiri nya itu, membuat Carla ikut menetes kan air mata,
__ADS_1
Akhirnya selama tiga tahun lamanya bersembunyi dan hidup di iringi rasa takut, kini Carla dan Al bisa hidup dengan tenang dengan keluarga yang benar-benar menyayangi mereka berdua..
Albert yang melihat pemandangan tersebut pun, langsung bangkit dari duduknya, sungguh hati nya terasa sangat sakit dan sesak,
Dia tidak mampu melihat kebahagiaan dari wanita yang sangat dia cintai, apakah tidak ada kesempatan kedua untuk dirinya, atas penantian tiga tahun yang dia rasakan di iringi perasaan bersalah,
Albert berjalan mundur kebelakang, dan tanpa terasa langkah nya malah menuntun nya untuk menuju kekamar tamu yang ditempati oleh putra nya,
Putra yang tidak pernah mengenal dirinya, dan tidak menganggap dirinya ada...
kreekkkk....
Pintu mulai terbuka dengan pelan, Albert melangkah masuk kedalam sambil meneteskan air matanya..
Mungkin ini adalah air mata pertama sejak dirinya kehilangan Carla tiga tahun yang lalu, Albert langsung mendudukkan bokong nya di tepi ranjang untuk menatap wajah sang putra..
Rasa penyesalan mulai menyeruak kembali dihati Albert, dan dia langsung memegang tangan mungil Al serta mencium nya penuh cinta...
"Hiks.... hiks.... maafkan aku Tuhan.. maafkan aku, aku janji akan berubah menjadi lebih baik lagi, tapi aku mohon kepada-Mu, kembalikan mereka berdua kepada ku Tuhan, aku sungguh menyesal dan aku benar-benar tulus mencintai mereka berdua, nak... papa mohon, sayangi lah papa mu ini, kau adalah harta ku saat ini Al, hanya kau yang bisa membuat ku bahagia" ucap Albert meneteskan air matanya, dia benar-benar meluapkan kesedihan nya bersama sang putra yang sedang tertidur..
Sedangkan diluar kamar, Carla melihat apa yang terjadi kepada Albert,
Dan dia bisa merasakan betapa hancur nya hati Albert saat ini, tapi Carla tidak bisa memilih pria itu, karena ada seorang pria yang akan lebih tersakiti dengan sangat dalam jika sampai dia melakukan nya
Lagian Carla juga sangat mencintai pria tersebut, dan ingin membalas perasaan Dewa untuk menjadi istri dari pria itu selama lamanya..
"Maaf kak Albert, jika aku telah membuat mu merasa kecewa dan hancur, tapi ini lah yang harus aku putuskan, aku tidak bisa membohongi diriku sendiri kak, dan aku harus membalas kebaikan Dewa yang telah mengorbankan semua nya untuk ku hingga tiga tahun lamanya, aku do'akan semoga kau mendapatkan jodoh yang terbaik kak, dan aku berjanji tidak akan memisahkan mu dari putra mu Al, kalian berdua akan menjadi ayah untuk Al, selama lamanya " ujar Carla didalam hati, sambil mengusap air matanya yang mengalir
__ADS_1
Carla berjanji jika ini adalah air mata yang terakhir dia keluarkan, karena kedepan nya hanya akan ada kebahagiaan untuk mereka semua...