Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kejadian yang tak terduga


__ADS_3

Tepat pukul setengah tujuh petang, Dina baru saja tiba didepan rumah mewah miliknya, setelah memasukkan mobil kedalam garasi, Dina pun berjalan naik keteras rumah nya yang sangat mewah...


Dan betapa terkejut nya Dina, saat tiba didepan pintu, ternyata mama nya yang bernama mama Ambar, sudah berdiri dengan tegak, sambil mengangkat kedua tangannya dia atas pinggang..


Dina berusaha untuk mengabaikan raut wajah mama nya tersebut, dia bersikap layaknya seperti orang yang tidak melakukan kesalahan..


"Sore ma.., maaf ya kalau Dina telat sampai rumah"


Sapa Dina menarik tangan mama Ambar dengan paksa dan langsung menciumnya..


Mama Ambar sungguh kecewa terhadap putrinya tersebut , entah harus menggunakan cara apa lagi, agar Dina mau menuruti apa katanya...


"Kau pasti kerumah anak miskin itu lagi kan Dina? "


Tanya mama Ambar memasang wajah memerah, membuat Dina dengan terpaksa harus membalas tatapan mata dari mama nya tersebut..


"Tidak ma, Dina ada kuliah tambahan tadi, makanya telat pulang, lagian tadi Carla tidak masuk kampus, jadi Dina tidak ada bertemu dengan nya hari ini"


Jawab Dina yang berusaha berbohong, sudah menjadi kebiasaan seorang Dina untuk berbohong kepada mama nya, karena mama Ambar memang tidak menyukai persahabatan yang Dina jalin bersama Carla,


Menurut mama Ambar, Mereka adalah seorang putri yang berbeda kasta dan juga status, jadi sangat tidak pantas, jika putri nya yang berasal dari keluarga kaya raya, harus mempunyai sahabat baik, seperti Carla yang hanya seorang anak yatim piatu, dan juga miskin..


Mama Ambar sangat takut, jika saja Carla mencoba untuk memanfatkan kebaikan Dina, dan berusaha untuk mempeloroti uang milik mereka, makanya mama Ambar berusaha keras untuk menjauhkan putri nya dari gadis miskin seperti Carla,


"Kau jangan bohong Dina, mama sudah tahu, jika kau masih berhubungan baik dengan Carla dan juga pacar miskin mu itu, tolong Dina.., aku memohon sebagai mama mu, tolong kau turuti semua perintah yang aku katakan, kau tidak boleh mendekati Carla dan putuskan hubungan mu dengan Raka, atau tidak... mama akan membuat hidup mereka menderita"


"Mama....! kenapa mama selalu mengancam Dina seperti itu, Dina bahagia bisa berteman dengan Carla ma, dan Dina juga bahagia bisa menjadi kekasih dari kak Raka, Dina sangat mencintai mereka berdua ma, jadi Dina mohon jangan ganggu mereka, dan biarkan Dina tetap mendekat dengan mereka ma"


Plakkkk......

__ADS_1


Sebuah tamparan keras, langsung mendarat sempurna di pipi kanan Dina, dan ini adalah tamparan pertama kali yang pernah mama Ambar berikan kepada dirinya,


Dina sungguh sangat terkejut, dia memegang pipinya yang memerah sambil meneteskan air mata..


"Mama nampar aku? "


Tanya Dina menangis..


"Iya.., mama nampar kamu, agar kamu sadar dengan apa yang kamu perbuat Dina, kali ini, dengarkan perkataan mama baik baik, kau jauhi Carla dan juga Raka, atau tidak mereka tidak akan pernah selamat, papa mu sudah mengetahui apa yang kau lakukan diluar sana, dan dia sangat marah kepada ku Dina..!"


"Kenapa papa harus marah ma? apakah karena mereka miskin, makanya papa tidak memperbolehkan ku untuk menjalin hubungan dengan mereka? "


Tanya Dina dengan tatapan menyedihkan


"Itu salah satu alasannya, dan alasan yang paling penting adalah, perjodohan mu, sudah berada didepan mata, dan nanti malam kau akan bertemu dengan jodoh mu itu Dina, untuk membicarakan waktu yang tepat acara pertunangan"


"Apa maksud mama?? "


Lalu bagaimana dengan hubungan nya bersama Raka, Dina sangat mencintai pria baik itu, tidak mungkin jika Dina mengkhianati Raka...


"Maksud mama sudah jelas Dina, demi kerja sama antara papa mu dan juga teman nya, mereka sudah sepakat untuk menikah kan kamu dengan salah satu putra dari teman bisnis papa mu"


"Apa...!!!. ma... apakah kalian berdua mau menjual ku, apakah kalian mau membuat aku menjalankan pernikahan bisnis secara paksa,. aku tidak mau ma..! aku tidak mau...! aku sangat mencintai kak Raka, dan aku ingin menikah hanya dengan dia ma, bukan dengan pria lain"


"Tutup mulut mu Dina...! sepertinya aku sudah sangat lembek dengan mu, sehingga kau telah berani melawan perkataan ku, seharusnya sedari dulu aku melarang keras kau untuk berteman dengan gadis miskin itu, agar kau memiliki etika dan sopan santun yang baik"


Teriak mama Ambar dengan sangat marah,..


"Mama... jangan salah kan Carla, dia tidak bersalah, dan dia tidak pernah memberikan aku pelajaran negatif, aku mohon... batalkan perjodohan itu ma, aku mohon"

__ADS_1


Ucap Dina langsung luruh dari berdirinya, wanita itu sudah duduk bersimpuh didepan mama Ambar, membuat mama Ambar membuang wajahnya secara kasar..


"Tidak Dina, kau harus tetap menerima perjodohan tersebut, karena harta lebih berharga dari pada segala nya, mungkin saat ini kau belum mengerti, karena kau masih terlalu muda dan juga masih bodoh mengartikan dari sebuah kekayaan, dan suatu saat nanti kau pasti akan sangat berterimakasih kepada kedua orang tua mu, karena kami sudah memberikan mu hidup yang mewah dan juga bahagia , sekarang masuk lah kedalam kamar,cepat mandi, karena sebentar lagi akan datang MUA yang merias wajah mu itu Dina"


Perintah mama Ambar kepada Dina, setelah itu mama Ambar mulai memapah tubuh Dina untuk masuk kedalam rumah,


Dan setelah nya dia langsung mengunci pintu rumah dengan rapat..


Dina hanya diam sambil menangis terisak, sekarang... apa yang harus dia lakukan, kenapa kehidupan nya sama berat nya dengan yang dialami oleh Carla,


"Hiks.. hiks.... aku gak mau pisah sama kamu kak Raka, aku cinta banget sama kamu, tapi aku juga gak berani buat melawan perintah mama dan papa, mereka terlalu kejam untuk orang lain kak, aku takut kamu sama Carla bakal terkena masalah karena aku, apa yang harus aku lakukan sekarang...? kenapa semua nya jadi seperti ini"


Ucap Dina kembali bersimpuh dilantai kamar miliknya...


Entah apa yang harus dia katakan kepada Raka, sedangkan pria itu adalah pria yang sangat baik dan juga penyayang..


Tidak terasa malam yang dinantikan oleh kedua keluarga besar kini telah datang juga,


Papa Erik, selaku papa Dina, langsung menatap putri semata wayangnya dengan tatapan tajam, begitu juga dengan kakak laki laki Dina yang bernama Bastian, dia juga tidak kalah tajam menatap adik perempuan nya dengan sangat menyeramkan..


"Dina.., mama mu pasti sudah memberitahu semua yang harus kau lakukan bukan? ingat. tidak ada kata penolakan, karena aku tidak mau jika perjodohan ini sampai gagal"


Ucap papa Erik dengan nada yang tegas..


"Benar yang dikatakan oleh papa, kau harus menerima pria itu dengan baik, karena dengan perjodohan ini, maka perusahaan kita akan semakin kuat dan juga berkuasa, Dina,apakah kau tahu, jika sudah sangat lama, kakak menginginkan semua ini, dan kau harus membantu kakak mu ini untuk mendapatkan semua impian ku Dina"


Ujar kak Bastian yang tak kalah menekan Dina, sungguh gadis itu benar-benar rapuh saat ini, berada di antara keluarga yang menggilai harta, membuat Dina merasa sangat tertekan..


Jika boleh meminta, Dina sangat ingin bisa menjadi orang yang sederhana saja..

__ADS_1


"Selamat kan aku kak Raka, aku muak dengan sikap mereka yang terlalu gila dengan harta dan kekuasaan, semoga pria itu tidak mau menerima ku"


Gumam Dina berdoa didalam hatinya.....


__ADS_2