
Keesokan hari nya, di sebuah gedung perkantoran yang sangat maju dikota C, terlihat seorang pria yang sedang berdiri sambil menatap ke arah pemandangan diluar dari kaca jendela
Dan pria itu tak lain adalah Dewa, yang sedang tersenyum bangga kepada dirinya sendiri, karena telah berhasil memajukan kota kumuh tersebut menjadi kota yang memiliki lapangan pekerjaan dan juga berkembang dengan pesat
Bisa dibilang, jika Dewa sudah sama seperti nama nya, yang menjadi Dewa penolong untuk masyarakat dikota itu ,karena awal nya, kota tersebut hanyalah kota yang tampak ketinggalan Zaman karena para penduduk nya hanya bekerja bercocok tanam saja
Mereka tidak mempunyai pekerjaan yang layak, karena keadaan Kota yg masih terlalu ketinggalan zaman dari kota yang lain nya, bahkan penduduk di kota C juga tidak maju dan memiliki sedikit kartu keluarga, ..
Tapi sejak Kedatangan perusahaan Dewa yang berjalan di bidang property, dan juga pembuatan semua perabotan keluarga, akhirnya para penduduk di kota C memiliki pekerjaan dan hasil gajih yang sangat layak,
Dan saat ini Dewa sedang membangun banyak proyek seperti hotel dan juga gedung bertingkat dikota tersebut,
Dia sengaja melakukan hal itu, agar bisa bersaing dengan perusahaan sang papa yang sudah dipegang kendali nya oleh Albert..
Hingga tak lama kemudian, Dewa dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan dan memanggil nama nya...
"Selamat pagi bos, " sapa pria itu yang tak lain adalah Raka
Dewa langsung membalikkan tubuh nya untuk menatap kearah pria itu, dan Dewa tersenyum kepada pria tersebut yang tak lain adalah Raka..
"Pagi juga Raka" jawab Dewa ramah..
Dan senyuman yang ada dibibir Dewa benar-benar telah membuat Raka menjadi merasa sangat penasaran..
"Kau kenapa? apakah kau habis menang proyek hari ini? " tanya Raka penasaran..
Dewa tersenyum menanggapi pertanyaan dari teman nya itu, sambil kembali memberikan pertanyaan....
"Menurut mu, apakah hanya tentang proyek saja yang membuat diriku bisa sebahagia ini, ? " tanya Dewa yang membuat Raka manggut manggut dan langsung tersenyum menyeringai
"Oh... aku mengerti sekarang, ini pasti menyangkut dengan Carla dan juga Al, ada apa Dewa? apakah wanita itu sudah dapat menerima dirimu? " tanya Raka memasang wajah penasaran..
Dewa langsung tersenyum dengan manis sambil menatap wajah Raka dengan lekat,
"Tebakan mu sangat benar sobat, akhirnya setelah sekian lama menunggu, Carla ku menerima lamaran ku juga, dan secepatnya aku akan segera menikahi nya Raka"
__ADS_1
"Benarkah... wah.. selamat ya sobat, akhirnya apa yang kau inginkan sejak lama bisa menjadi kenyataan, tapi... seperti nya aku memiliki kabar yang buruk untuk mu Dewa, dan aku harap kau bisa menyikapi nya dengan perasaan dewasa" ujar Raka membuat Dewa mengeryitkan kening nya
"Memang nya, kabar buruk apa Raka? "
"Ini soal kakak mu Albert, dia ingin mengajak mu untuk bertemu"
"Apa.....!!!! "
Jantung Dewa langsung berdetak dengan hebat, sungguh dia tidak menyukai apa yang diucapkan oleh sahabat nya tersebut
"Bagaimana mungkin dia mengetahui keberadaan ku secepat ini Raka? " tanya Dewa memasang wajah memerah
"Tentu saja mereka mengetahui nya Dewa, apakah kau lupa jika saat ini kau sudah menjadi seorang pengusaha terkenal, bahkan perusahaan kita telah menjadi saingan bisnis perusahaan milik papa mu sendiri"
Deghhh....
Sungguh Dewa benar-benar lupa dengan
semua hal itu, dan itu artinya keberadaan Carla akan segera tercium oleh keluarga besar nya..
"Secepatnya Dewa, dalam beberapa hari ini, sepertinya Albert ingin membahas tentang keberadaan Carla dan juga anak nya Dewa"
"Benarkah..! tapi untuk apa? bukan kah kak Albert sudah bertunangan dengan Dina? dan bisa jadi saat ini mereka pasti sudah menikah, karena sangat terlalu lama jika pertunangan harus menunggu sampai 3 tahun baru menikah" ujar Dewa berfikir keras
"Kau salah Dewa, sepertinya mereka belum menikah, karena tidak ada satu kabar pun yang menginformasikan berita tersebut, begitu juga dengan keluarga tuan Erik Sanjaya, ada isu yang mengatakan jika perusahaan mereka sedang berada di ambang kebangkrutan Dewa"
"Tidak.. itu mustahil Raka, tidak mungkin pertunangan mereka batal, sedangkan kedua keluarga itu sudah saling menyepakati nya, begitu juga dengan Albert dan juga Dina, tidak mungkin mereka batal menikah Raka" jawab Dewa yang merasa panik
Sungguh Dewa tidak suka jika semua kabar itu benar adanya, karena jika sampai itu terjadi maka pasti Albert akan berusaha untuk merebut Carla kembali..
"Tidak... ini benar-benar kabar yang sangat buruk, jangan sampai Albert merebut calon istri ku itu, dan seperti nya aku harus membatalkan kepindahan Carla bersama putra nya, agar mereka berdua bisa hidup dengan nyaman dari gangguan Albert" ucap Dewa yakin
Setelah itu, dia pun langsung mengutus Raka untuk menyusun pertemuan penting kepada pria tersebut..
***
__ADS_1
Tepat pukul 6 Sore, Albert sudah tiba di rumah keluarga JastinJastin, dan dia langsung mencari keberadaan sang mama untuk menceritakan apa yang sudah dia temui
Terlihat dari kejauhan jika mama Ana sedang menyulam sesuatu, ya.... sepertinya semenjak mereka saling berdiam diri, mama Ana labih banyak menghabiskan waktu untuk mencari kegiatan sendiri..
Bahkan di saat Albert berjalan mendekati mama nya itu pun, wanita itu tetap tidak menyadari nya keberadaan nya,
Hingga detik kemudian....
"Mama... " sapa Albert yang langsung terduduk di atas lantai dengan kepala yang dia taruh di bagian pangkauan sang mama
Dengan terpaksa mama Ana menghentikan kegiatan nya tersebut, karena merasa terkejut dengan apa yang putra nya lakukan kepada nya
"Apa yang kau lakukan Al? " tanya mama Ana
Albert hanya tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, sambil mengucapkan sebuah perkataan yang menjadikan mama Ana kembali terkejut..
"Aku tidak apa apa ma, hanya sedang merindukan sikap manja seperti ini saja, sepertinya mama sudah sangat lama tidak mengelus rambut ku, dan malam ini aku ingin kau melakukan nya"
"Cih... apa kau lupa jika aku sedang marah kepada mu Al" sindir mama ana kepada putra nya
"Aku tahu ma, tapi lebih baik mama sudahi saja ngambek nya, karena sebentar lagi aku akan membawa calon menantu dan juga cucu mama untuk datang kerumah ini"
Degghhh......
Mama Ana langsung membuang sulamanya untuk menatap wajah putra nya itu dengan lama, sungguh... dia benar-benar bahagia saat mendengar perkataan yang dilontarkan oleh putra nya tersebut
"Apakah kau sedang tidak bercanda sayang? " tanya Mama Ana menyentuh wajah Albert
"Tentu saja tidak ma, aku bersumpah ma, sekarang ayo peluk putra mu ini ma, karena sebentar lagi aku akan di panggil ayah Oleh seseorang"
Brukkk....
"Terimakasih sayang... mama sungguh bahagia mendengar nya" ucap mama Ana meneteskan air mata
Sungguh Albert sangat senang karena telah berhasil membuat sang mama menjadi bahagia kembali, karena sudah 3 tahun lebih sang mama tidak pernah tersenyum kembali....
__ADS_1