
Hampir satu jam mengendara, akhirnya mereka berempat sudah tiba di sebuah pekarangan rumah yang sangat terlihat mewah,
Rumah nya didesain dengan model minimalis yang bernuansa modern, memancarkan pesona keren dan elegant di setiap desain nya, sungguh Albert sampai melongo ketika melihat indah nya rumah tersebut..
Bagaimana mungkin, selama tiga tahun Dewa pergi meninggalkan rumah milik kedua orang tua nya, kini Dewa malah mempunyai sebuah rumah yang melebihi kemewahan dari rumah milik keluarga justin,
Albert menggenggam tangan nya dengan erat, sungguh dia merasa iri dengan pencapaian yang Dewa dapatkan saat ini
"Tidak... ini semua sangat mustahil, aku yakin Dewa pasti memiliki usaha yang ilegal sehingga dirinya bisa kaya dengan waktu yang sangat cepat, aku yakin itu" gumam Albert didalam hati nya,
Hingga tak lama kemudian, Albert dikejutkan dengan sebuah tepukan yang berada tepat dibahu milik nya,
"Kak.... ada apa..? kenapa kakak hanya berdiam saja sedari tadi? " tanya Dewa yang merasa penasaran..
Albert terlonjak kaget, dan dia mulai tersadar dari lamunan nya tersebut,.
"Eh.... maaf Dewa, seperti nya aku merasa sangat kelelahan, sehingga aku tidak mendengar panggilan dari mu" jawab Albert berbohong..
Dewa memasang wajah khawatir kepada kakak nya itu, dan dia mulai menarik tangan Albert agar mau segera masuk kedalam rumah nya..
"Ayo cepat masuk kak, kau harus segera beristirahat, karena tubuh mu pasti sangat lelah"
"Iya, kau benar Dewa, terimakasih ya... karena kau sudah mengizinkan aku untuk menginap kedalam rumah mewah mu ini"
"Hehehe.... iya kak, lagian sudah kewajiban ku menyuruh kakak untuk menginap dirumah ku ini kak, tapi.. maaf ya karena rumah ku baru beberapa bulan selesai dibangun, jadi fasilitas nya tidak selengkap seperti dirumah papa"
"Oh... tidak masalah Dewa, yang terpenting kan ada AC didalam kamar nya"
"Pasti ada dong kak, ayo kak kita masuk kedalam " ajak Dewa yang melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam rumah milik nya,
__ADS_1
Albert juga mengikuti langkah kaki pria tersebut, hingga setiba nya didalam ruang tamu, mata Albert langsung membulat dengan sempurna, bahkan hampir keluar dari tempat nya..
Begitu juga dengan Bagas, yang membawa koper sambil berdiri menunggu kedatangan sahabat nya itu
"Kau harus kuat Albert, kau tidak boleh mengamuk disini" ucap Bagas yang merasa panik..
Sedangkan Albert masih terdiam kaku, ketika melihat sebuah foto besar yang terpampang jelas di dalam ruang tamu mewah tersebut.
Sungguh hati Albert langsung hancur berkeping-keping ketika mendapatkan sebuah fakta yang tidak ingin dia bayangkan selama tiga tahun lamanya..
Rasa nya, air mata Albert ingin segera meluncur dengan sangat deras, apa lagi ketika melihat seorang anak kecil yang tersenyum di tengah tengah mereka berdua
Albert sangat yakin jika anak kecil itu adalah seorang anak yang berasal dari benih yang pernah tidak dia anggap, sungguh... Perasaan Albert hancur sehancur hancur nya,
Bagaikan sebuah piring yang dibanting dan pecah menjadi sangat berserakan.
Dewa, yang menyadari perubahan dari raut wajah kakak nya itu pun, langsung tersenyum menyeringai, ini lah yang dia inginkan sejak lama, memberitahu kan kepada pria sombong tersebut jika dirinya bisa dan mampu memiliki semua yang dia ingin kan..
"Ada apa kak...? kenapa kau menghentikan langkah mu? kata nya kau lelah, ayo aku antar kau ke kamar kak" ajak Dewa kepada pria tersebut..
Albert langsung mengarahkan pandangan nya untuk menatap kearah Dewa, sambil memasang wajah yang sangat memerah..
"Apa hubungan mu dengan wanita milik ku Dewa? apakah kau sudah menikah dengan nya? " tanya Albert sangat emosi..
Dewa tersenyum manis kepada kakak nya tersebut, dia menanggapi nya dengan ekspresi yang santai..
"Kak, kenapa kau jadi berubah seperti ini? kau terlihat sangat menyeramkan lo kak" ujar Dewa berpura-pura bodoh..
Albert sungguh tidak dapat menahan kemarahan nya yang sudah berkobar berapi api, membuat Raka dan juga Bagas, langsung mengambil aba aba untuk menghalau kejadian yang buruk..
__ADS_1
Bruukkkk.....
"Bangsat kau Dewa....! ternyata kau adalah seorang pengkhianat, sama seperti ibu mu yang sudah mati itu, kau perebut kekasih ku dan juga putra ku, bajingan kau Dewa....! " teriak Albert mencengkram kerah baju Dewa dengan kuat,
Hingga detik kemudian, Albert mulai melayangkan tinjunya untuk menumbuk wajah Dewa..
Dan tentu saja, kedua orang yang sudah menunggu kejadian itu terjadi langsung menghalangi Albert dan memegang tangan Albert dengan erat.
Albert memberontak marah, ketika Bagas memeluk dirinya dari arah belakang, sedangkan Raka mulai mengajak Albert untuk berbicara..
"Albert.... aku tahu, apa yang kau rasakan saat ini, tapi.. bukan seperti ini cara mu untuk menyelesaikan masalah Al, kita sudah sama sama dewasa, bahkan umur kita telah menginjak 30 tahun, jadi berubah lah untuk bersikap dewasa, jangan seperti anak anak seperti ini"
"Diam kau! kau sama saja dengan pria bajingan itu, karena kau adalah salah satu pesuruh milik nya, lebih baik kau minggir sekarang juga bangsat" teriak Albert kepada Raka..
"Tidak, aku tidak akan menyingkir, sebelum kau mau di ajak berbicara secara baik baik, Bagas, cepat kau ikat Albert menggunakan tali ini" ucap Raka menyerahkan sebuah tali panjang ketubuh Albert..
Sungguh Albert bertambah berteriak histeris, dia juga memaki Bagas karena pria itu terlah berkhianat kepada diri nya,
Hingga detik kemudian, kini Albert sudah di dudukkan di sebuah kursi yang ada diruang tamu, begitu juga dengan Dewa, yang tersenyum menyeringai kepada kakak nya..
"Sekarang kita akan duduk dan berbicara dengan pemikiran yang dewasa, dan kau harus berkata yang sejujurnya kepada kami Albert, begitu juga dengan Dewa, yang akan berkata jujur kepada mu"
"Cih.... aku sungguh tidak percaya dengan kalian semua, kalian benar-benar sangat menjijikkan, sebenarnya kau dibayar berapa oleh pria pengkhianat itu hah! aku bahkan sanggup membayar mu berapa pun yang kau mau" ucap Albert kembali sombong,
Dewa sungguh bosan dengan sikap dari kakak nya tersebut, ternyata sudah 3 tahun berpisah, tetap saja pria itu tidak berubah sedikit pun..
"Diam lah Albert, aku sungguh bosan mendengar kesombongan mu itu, apakah kau kira kau saja yang kaya dan mempunyai banyak uang? bahkan aku juga sama kaya nya dengan mu, tapi aku tidak pernah bersikap sombong seperti mu Albert" teriak Dewa sambil berdiri tegak, sungguh dia tidak dapat berdiam diri lagi, dan membiarkan Albert berkata-kata dengan sesuka hati nya.
Albert yang mendengar teriakan Dewa pun merasa sangat terkejut, seperti nya yang telah dijebak bukan lah Dewa, melainkan dirinya..
__ADS_1
"Sial... sepertinya sedari awal, aku lah yang sudah ditipu oleh mereka berdua, bodoh... kenapa aku tidak menyadari nya.. mana mungkin Dewa mau mempercayai ku begitu saja, sial... benar benar sial" maki Albert didalam hati nya...