Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kerja Keras Dewa dan dilema Albert


__ADS_3

"Apa yang kau rasakan Al, apakah kau benar-benar telah mengikhlaskan Carla untuk menjadi milik adik mu? " tanya Bagas sambil fokus menyetir..


Albert tersenyum kecut, entah apa yang harus dia jawab, karena antara hati dan pikiran sudah tidak berjalan dengan sejalan..


"Aku tidak tahu Bagas, sepertinya lama lama aku bisa gila karena semua ini" jawab Albert menatap kosong..


Bagas melirik kearah pria yang ada disamping nya saat ini, dia sangat mengerti dengan apa yang Albert rasakan, menanti seorang wanita hingga tiga tahun lama nya, bukan lah hal yang mudah dilakukan, apa lagi dirinya menyimpan rasa bersalah yang teramat besar, tentu saja Albert menginginkan agar diberi kesempatan untuk bisa kembali bersama, sambil menebus kesalahan nya di masa lalu,


Tapi... jika semua nya tidak sesuai dengan rencana yang ada, tentu saja Albert tak bisa berbuat apa apa, karena semua keputusan ada ditangan Carla...


"Al, menurut ku kau harus move on dari Carla, cobalah membuka hati untuk wanita lain, agar kau bisa melupakan dirinya dan mendapatkan cinta yang baru, yang mau menerima mu apa Adanya, belajar lah membuka hati mu itu Al, sudah tiga tahun lebih kau menutup nya demi Carla, sekarang saat nya kau membuka nya lagi, dan menyingkirkan nama Carla di dalam hati mu"


"Entah lah Bagas, aku juga tidak tahu apakah aku bisa atau tidak, bahkan aku mempunyai niat untuk menyakiti semua wanita yang akan mendekati ku, agar perasaan ini bisa pergi dari hati ku Bagas"


"Jangan Al, kau tidak boleh menyakiti wanita mana pun lagi, sudah cukup karma yang kau dapatkan ini, jangan menambah kesalahan mu lagi Al"


"Lalu.. aku harus bagaimana Bagas...? apakah aku harus berpura-pura mencintai seorang wanita begitu...? tidak.. aku tidak bisa, lebih baik aku tidak usah dekat dengan wanita sama sekali, dari pada aku harus memaksa hati ku sendiri, ya.. sudah aku putuskan jika aku tidak akan mau mengenal wanita mana pun, " teriak Albert yang telah mengubah arah duduk nya menghadap Bagas..


Pria itu bahkan sampai memukul dashboard mobil yang ada didepan nya karena merasa sangat kesal...


Sedangkan Bagas yang melihat hal itu pun, langsung terdiam membisu, dia tidak tahu harus bagaimana... sungguh hati nya tidak tega melihat kesengsaraan Albert yang akan dia bawa sampai seumur hidup nya..

__ADS_1


"Karena kesalahan mu satu kali, kau menjadi hancur seperti ini Al, sungguh aku sangat sedih melihat mu, dan aku akan berusaha untuk menjodohkan mu dengan teman istri ku, semoga saja kau mau menerima nya Al" gumam Bagas didalam hatinya...


****


Disisi lain, saat ini Dewa dan Raka sedang sibuk sibuk nya untuk memindahkan pusat perusahaan nya ke negara sang mama..


Dan tentu saja hal itu membuat Dewa menjadi tidak mempunyai waktu untuk menghubungi sang calon istri, Dewa memutuskan berangkat tepat pukul 4 pagi tadi, bahkan dia tidak ada waktu menyempatkan diri untuk beristirahat sedikit pun..


Belum lagi dengan permasalah yang baru saja menimpa dirinya, tentu saja hal itu membuat Dewa merasa sangat lelah... tanpa semua orang tahu jika selama tiga tahun ini Dewa telah bekerja sangat keras, agar bisa membuat mimpi nya menjadi kenyataan...


Dan ketika kesuksesan telah berada di tangan nya, Dewa malah merasakan jika dirinya tidak bisa berhenti sejenak untuk tanggung jawab tersebut, karena Dewa sangat ingin bisa membuat suatu perusahaan yang sukses untuk putra nya Al dan juga anak anak nya kelak bersama Carla..


"Dewa, aku rasa kau sudah sangat kelelahan, beristirahat lah sejenak Dewa" ucap Raka yang sedari tadi memperhatikan wajah Dewa..


"Tidak Raka, aku tidak bisa beristirahat, karena aku ingin segera memindahkan perusahaan pusat ke negara A, dan setelah menikah, aku akan tetap bekerja keras agar aku tidak kalah oleh kak Albert, aku ingin membuktikan kepada Carla jika aku juga sama sukses nya seperti kak Albert"


"Dewa, kau tidak boleh mempunyai pandangan seperti itu,Carla bukan lah wanita yang matre, dia akan menerima apapun keadaan mu, jadi kau jangan mengira jika Carla akan membandingkan kesuksesan mu dengan Albert, kau sudah cukup lelah bekerja selama tiga tahun ini Dewa, bahkan kau sampai melupakan waktu mu untuk beristirahat, aku takut jika kau sampai sakit Dewa"


"Ya... kau benar Raka, seperti nya aku harus beristirahat setelah resmi menikah, baiklah aku akan mengikuti saran mu itu, tapi untuk saat ini ayo kita selesai kan pekerjaan kita secepatnya, agar aku bisa kembali kerumah mama dengan cepat"


"Baiklah.. aku akan membantu mu Dewa" jawab Raka tersenyum..

__ADS_1


Tanpa Dewa tahu, jika saat ini Raka pun sangat ingin beristirahat karena dia sudah tak sabar mau mencari keberadaan sang mantan kekasih yang dikabarkan telah sakit jiwa....


Raka sudah mengetahui, jika perusahaan keluarga Sanjaya mengalami kebangkrutan, dan bisa jadi kedua orang tua Dina tidak mampu untuk membiayai pengobatan putri mereka,


Raka dengan hati yang tulus akan datang untuk menyelamatkan Dina, karena didalam lubuk hati nya yang paling dalam, Raka masih sangat mencintai Dina..


"Sabar lah Dina, setelah Dewa resmi menikah, maka aku akan mencari keberadaan mu, semoga kau masih bisa disembuhkan Dina, aku sungguh sangat mencintai mu" gumam Raka didalam hati nya..


Tidak terasa hari sudah menjelang siang, dan sepertinya Dewa telah melupakan janji nya kepada Carla yang akan pergi kebutik untuk mencari baju pengantin..


"Raka,kenapa pekerjaan ku tidak selesai juga, semua berkas ini sangat banyak dan membuat ku menjadi bosan"


"Lalu kita harus bagaimana, kau saja tidak mau menyuruh para karya yang lain untuk mengecek semua berkas penting itu, lebih baik bawa saja yang penting penting Dewa, selebihnya kita akan beli barang barang di negara A saja"


"Baiklah.. aku akan mengikuti saran mu, dan tepat pukul Sore kita akan kembali ke negara A, untuk menetap bekerja di sana , oya bagaimana dengan bangunan perusahaan yang sudah kau beli, apakah sudah rampung di renovasi nya? "


"Tentu saja sudah Al, mulai besok kita bisa langsung bekerja, " jawab Raka tersenyum..


Begitu juga dengan Dewa yang merasa senang karena dirinya tidak akan jauh jauh lagi dari sang istri,


Dewa akan mendampingi Carla dan Al disetiap saat, walaupun mereka harus tinggal satu atap bersama Albert...

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar ingin segera menikahi Carla, dan ini semua adalah impian ku yang telah lama aku inginkan Raka" ujar Dewa bahagia


__ADS_2