
Keesokan hari nya, setelah mengantarkan Dewa di teras rumah, untuk pergi menuju ke perusahaan milik nya, Carla langsung bersiap siap akan segera bertemu dengan Raka..
Tadi malam saat Dewa sudah tertidur, Raka sempat menelfon Carla dan mengajak nya bertemu esok hari,pria itu juga mengatakan jika dirinya ingin memberitahu sesuatu hal penting kepada nya..
Dan tentu saja Carla langsung menyetujui ajakan teman nya itu, karena ini lah kesempatan Carla agar bisa mengetahui apa saja yang sedang suaminya sembunyikan..
Carla yang sudah selesai mengganti pakaian nya pun langsung melangkah kan kaki nya menuju ke taman belakang,dia ingin meminta izin kepada sang ibu mertua beserta putra nya, sebelum pergi melaksanakan misi nya..
"Ma.... Carla pamit pergi sebentar ya, apakah mama tidak merasa kerepotan jika Gio aku titipkan kepada mama? " tanya Carla memasang wajah tak enak..
Mama Ana langsung bangkit dari duduknya untuk menyentuh wajah cantik menantu nya itu
"Tentu saja tidak sayang, mama malah senang bisa main bersama Al, oya memang nya kamu mau pergi kemana sayang? " tanya mama Ana penasaran
"Oh... aku. akan bertemu dengan sahabat lama ku ma, jika begitu aku pamit sekarang ya ma, sayang jangan nakal sama oma ya nak" ujar Carla memeluk putra nya..
Al tersenyum manis kepada bunda nya itu,
"Iya Bunda, Al akan jaga oma dirumah"
"Haha.... jadi kau ya Al yang akan jaga Oma, bukan Oma yang akan menjaga mu"
"Iya Oma, Al kan sudah besal sekalang, kata papa Al tidak boleh selalu ikuti mama, karena Al sudah besal"
"Iya itu memang benar sayang, uhh.... senang nya punya cucu sepintar kamu saya" peluk mama Ana dengan gemas
Carla tersenyum melihat pemandangan itu, setelah nya dia pun langsung pergi keluar dari rumah mewah tersebut dan masuk ke dalam mobil milik nya..
Pak supir pun langsung menancap gas untuk membawa Carla menuju ke cafe yang sudah Carla katakan..
__ADS_1
"Pak.. nanti bapak kalua mau makan, langsung duduk saja ya , mungkin aku agak lama, jadi bapak bisa menghabiskan waktu untuk makan siang di cafe"
"Iya baik nona, terimakasi nona" jawab pak supir itu.
Sedangkan di dalam cafe, saat ini Raka baru saja tiba, dan langsung mengambil tempat duduk yang sudah dia pesan
Dan tak lama kemudian, Handphone Raka terdengar berdering membuat dirinya melihat siapa yang telah menelfon diri nya..
"Dewa... apakah dia sudah tiba di perusahaan" gumam Raka mengangkat telfon tersebut..
"Hallo Dewa"
"Hallo, Raka kau sedang berda dimana? pagi ini aku tidak bisa masuk ke perusahaan, tubuh ku kembali sakit, dan aku langsung pergi ke klinik milik dokter Bima"
"Apakah rasa sakit itu muncul lagi Dewa? "
"Iya,aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini,padahal aku sudah mengkonsumsi obat dengan rutin dan tidak telat makan juga, "
Dewa langsung menggeleng kan kepala nya, dia tidak mau jika Carla meninggal kan dirinya dan kembali kepada kakak nya, karena dirinya sudah tidak sehat seperti dulu
"Tidak.... aku tidak bisa Raka, aku takut kehilangan istri ku, karena kak Albert masih sangat mengharapkan dirinya , lebih baik aku tutupi saja selama nya, agar Carla tetap berada di samping ku Raka"
"Dewa.. kenapa kau tidak bisa mempercayai istri mu sendiri, bukan kah Carla sangat mencintai mu, aku sangat yakin jika dirinya tidak akan pernah meninggalkan mu Carla, dia pasti akan mengurus mu dengan setia, lupakan masa lalu Albert dan juga Carla, kakak mu juga tidak setega itu kepada mu Dewa"
"Itu menurut mu Raka, karena kau tidak pernah tahu seperti apa kak Albert itu, dia adalah seorang pria yang memiliki ambisi besar, jika dia menginginkan nya maka dia akan merebut nya dari ku Raka"
"Iya, aku tahu, tapi setiap orang bisa berubah Dewa, aku yakin kak Albert tidak akan mungkin tega menusuk mu dari belakang, begitu juga dengan Carla, dia tidak akan meninggalkan mu hanya demi Albert Dewa"
"Raka.... aku mohon hentikan, aku sudah sangat kesakitan , dokter Bima akan segera mengobati ku, aku tutup sekarang juga" izin Dewa mematikan panggilan tersebut..
__ADS_1
Raka mulai terdiam membisu, kenapa semua nya menjadi rumit seperti ini,
Hingga tak lama kemudian, dirinya dikejutkan oleh seorang wanita yang telah memanggil dirinya..
"Kak.Raka"
Raka terlonjak kaget mendengar panggilan itu, dan dia mulai menatap ke asal suara..
"Carla... kau sudah tiba"
"Iya kak, baru saja, maaf ya jika aku telat kak"
"Eh... tidak kok , aku juga baru tiba, sekarang ayo duduk lah, aku ingin berbicara sesuatu kepada mu" ajak. Raka mempersilahkan.
Dengan cepat Carla mulai duduk di kursi yang sudah disediakan, dan sambil menatap penasaran ke arah Raka.
Raka sungguh bingung harus mengatakan nya, dari mana, karena hal ini pasti akan membuat Carla merasa sangat terpukul
"Ada apa Raka? apa sebenarnya yang kau ketahui tentang suami ku? " tanya Carla
"Carla, sebenarnya Dewa sangat trauma dengan Albert, bahkan sampai saat ini dia belum bisa melupakan ketakutan atas Albert yang akan merebut diri mu dari nya, sehingga dia tidak bisa menceritakan apa yang dia alami kepada mu, karena dia takut jika kau akan meninggalkan dirinya dan lebih memilih Albert "
"Apa....!!! bagaimana mungkin mas Dewa bisa berfikir seperti itu, apakah semua yang aku lakukan untuk nya selama ini belum bisa meyakinkan dirinya jika aku sangat mencintai nya sebagai suami ku,?" tanya Carla meneteskan air mata
"Carla, kau tidak boleh marah kepada Dewa, sebenarnya pria itu mengalami rasa trauma yang sangat sulit untuk di hilang kan, sejak kecil dia telah mendapat kan kekerasan dan ancaman dari kakak nya sendiri, karena Albert sangat membenci pria malang itu, bahkan Dewa mengalami tekanan batin karena ulah Albert, dia rela memberikan semua yang di inginkan oleh Albert hanya agar Albert mau menerima nya sebagai seorang adik, tapi... saat ini, ketakutan itu kembali menyerang Dewa, setelah dia mengetahui jika kakak nya sendiri nyata nya masih sangat mencintai istri nya, ditambah lagi dengan kenyataan yang sangat menyakitkan Dewa, jika dirinya di fonis mengidap penyakit mematikan, rasa takut itu kembali menyerang perasaan nya Carla,dia mengira jika kau sampai mengetahui keadaan nya saat ini maka kau akan berbalik arah untuk kembali kepada Albert, Dewa benar benar frustasi, sehingga dia suka bersikap marah dan kasar kepada mu"
"Tunggu.... memang nya penyakit mematikan apa yang sedang suami ku derita, kenapa dia tidak mau memberitahu ku kak? " tanya Carla menangis deras
"Dewa mengidap penyakit kanker otak stadium tiga"
__ADS_1
Jeduarrrr.......
Jantung Carla seakan copot dari tempat nya, mendengar pernyataan yang Raka lontarkan..