
"Dari mana saja kau? "
Tanya seorang pria yang tak lain adalah Albert,
Pria itu sedang duduk di atas kursi ruang tamu sambil tersenyum bahagia setelah mengirimkan pesan kepada kekasih tercinta nya Carla,
Albert tidak membutuhkan balasan apapun dari wanita tersebut, karena Albert sangat yakin jika Carla akan menunggu dirinya sampai kapan pun, dan tiba-tiba saja kebahagiaan Albert langsung terusik setelah mendengar suara pintu yang dibuka dari arah luar,
Hingga tak lama kemudian, tampak lah sosok pria yang menjadi penyebab khayalan Albert menjadi berantakan..
"Kak, selamat malam kak"
Sapa Dewa yang tak tahu atas kesalahan yang sudah dirinya perbuat..
"Jangan sok ramah, jawab saja pertanyaan ku, dari mana saja kau, kenapa kau baru tiba dirumah disaat malam hari,? "
Tanya Albert dengan tatapan tajam dan juga sinis, tapi tidak dengan Dewa, pria itu tidak memperdulikan pandangan dari pria tersebut, karena bagi Dewa, pertanyaan yang Albert lontarkan untuk nya adalah sebagai sebuah jenis perhatian..
"Aku... habis mengantarkan teman wanita ku pulang kerumah nya, dan tadi saat dijalan aku mampir sebentar untuk membeli makanan Bakso dan juga sate padang, apakah kakak mau? "
Tanya Dewa sambil menyodorkan sebungkus bakso dan sebungkus sate padang di dalam kantong plastik..
Albert langsung berdecih mengejek, sejak kapan dia mau menyicipi makanan kaki lima seperti itu
"Cih.... apakah kau kira aku sudi untuk memakan makanan murahan seperti itu, ,ternyata, benih keturunan dari seseorang tidak bisa berkata bohong, walaupun kau hidup di kastil mewah seperti ini, tetap saja jiwa miskin mu itu, akan tampak dengan sendirinya, dan kau sudah membuktikan jika kau adalah seorang pria dari keturunan kelas rendahan, sama seperti selera mu yang rendahan"
Hina Albert kepada adik nya sendiri, membuat Dewa langsung merasa kesal dan juga marah...
Dia sungguh bosan mendapatkan hinaan terus menerus dari pria yang selalu dia sebut kakak itu,
Dan Dewa benar-benar sudah muak dengan mulut tajam yang di ucapkan oleh kakaknya tersebut..
"Cukup kak! aku sudah muak dengan penghinaan yang kau lontarkan untuk ku, apakah kau tidak mempunyai hati sedikit pun? walaupun kita beda ibu, tapi kita tetap memiliki darah yang sama, kau dan aku mempunyai darah yang sama kak! "
Teriak Dewa dengan berani, membuat Albert langsung bangkit dari duduknya...
__ADS_1
Pria itu mulai melangkah untuk mendekati Dewa, seperti nya ini lah kesempatan bagus untuk menyadarkan anak haram tersebut, jika dia bukan lah siapa siapa didalam keluarga Justine,
Sangat kebetulan, karena mama dan juga papa nya sedang pergi untuk keluar kota, jadi mereka kini hanya berdua saja didalam rumah mewah tersebut,
"Hahahha...... apakah kau marah Dewa, sepertinya kau belum sadar juga dengan status mu sendiri ya? asal kau tahu Dewa, walaupun kita memiliki darah yang sama, tapi tetap saja kita itu berbeda, berbeda kelas dan juga kasta, aku adalah Albert keturunan terhormat dari tuan Jordan dan mama Ana, sedangkan kau..., hanya anak haram yang keluar dari rahim seorang pendosa seperti ibu mu, kau sampai kapan pun akan tetap menjadi anak haram Dewa, karena ibu mu tidak pernah dinikahi oleh papa ku"
"Cukup kak! kau benar benar sudah keterlaluan"
Buukkkkkkk......
Sebuah tinjuan langsung mendarat dengan cepat tepat di sudut bibir milik Albert,
Dewa menumbuk wajah pria tersebut, karena sudah merasa tidak kuat lagi dengan hinaan yang pria itu berikan untuk nya,
Sudah cukup untuk Dewa, Albert benar benar telah menginjak injak harga dirinya..
"Bangsat, berani sekali kau menumbuk wajah ku Anak saialan"
Bukkkkk.......
Sebuah tumbukan gantian melayang tepat di wajah milik Dewa, membuat pria malang tersebut langsung tersenyum tipis
Ucap Dewa dengan sangat tegas, membuat Albert langsung tertawa dengan terbahak bahak...
Dewa tidak memperdulikan ejekan dari pria tersebut, dia terus berjalan masuk menuju kekamar milik nya.
Sedangkan Albert masih menjerit untuk menghina adik nya sendiri..
"Lakukan Dewa, lakukan apapun yang kau mau, aku malah senang ketika melihat kau pergi dari rumah ini, dan kita lihat, apa yang terjadi kepada mu, aku yakin kau akan menjadi seorang gembel di jalanan karena kau tidak bisa hidup tanpa harta dari keluarga ku Dewa, lihat saja, kau pasti akan menderita Dewa, kau akan menjadi seorang pengemis"
Teriak Albert menggema didalam ruang tamu tersebut..
Sedangkan Dewa, saat ini dia langsung menutup pintu dengan rapat, sambil menutup kedua kuping nya..
Sungguh... sangat sakit perasaan yang Dewa rasakan, dibenci oleh saudara nya sendiri, lebih sakit dari pada terkena panah dibagian tubuh nya.
__ADS_1
"kenapa kau sangat tega kepada ku kak, kau bahkan selalu menghina ku disetiap saat, apa salah ku sebenarnya! aku juga tidak ingin dilahirkan dalam keadaan haram kak, aku tidak menginginkan takdir seperti ini, tapi aku tidak bisa memilih nya, tapi kau sangat kejam kak, aku bersumpah akan menjauhi mu untuk selamanya, aku tidak akan menginjak di rumah keluarga ini lagi, aku akan pergi jauh dan membuktikan kepada kau, jika aku bisa sukses tanpa harta papa sepeser pun, lihat lah kak, perkataan ku pasti akan segera terjadi"
Ucap Dewa dengan hati yang sangat sakit,
Dewa, berharap semoga saja setelah dia pergi dari rumah itu, maka dia akan menemukan kebahagiaan yang sebenarnya untuk dirinya...
******
Tidak terasa pagi telah menyapa begitu cepat, dan hari ini Carla berencana akan pergi ke kampus, untuk menyelesaikan kepindahan nya dari kampus tersebut,
Sangat kebetulan, karena Senior S2 sudah tidak berkuliah lagi, jadi Carla tidak akan takut jika akan bertemu dengan Albert seperti biasanya..
Dan saat ini Carla sudah siap akan segera keluar dari rumah, sedangkan bibi Monic sudah pergi sejak pukul 6 pagi,
"Huh... semangat Carla, semoga hari ini akan lebih baik dari pada hari kemarin, dan setibanya di kampus, aku akan langsung mencari keberadaan Dina"
Ujar Carla berbicara sendiri,
Setelah itu Carla mulai membuka pintu rumah miliknya, hingga detik kemudian, Carla dikejutkan oleh seorang wanita paruh baya yang telah berdiri tepat didepan pintu rumah nya..
Carla menatap dengan lama, karena dia tidak menyangka jika mama sahabat nya bisa datang kerumah milik nya..
"Tante Ambar! "
Ucap Carla yang merasa panik..
Apakah hilang kontak Dina ada sangkut paut nya dengan kedatangan Tante Ambar..
"Hay Carla, apakah tante boleh masuk kedalam rumah mu? "
Tanya tante Ambar bersikap ramah, membuat Carla merasa kembali terkejut..
"Iya, apakah ada hal penting yang ingin tante bicarakan kepada Carla? "
"Iya, kau benar sekali Carla, ayo kita luangkan waktu sebentar untuk berbicara"
__ADS_1
"Iya Tante"
Jawab Carla yang tidak mempunyai pilihan lainnya, karena wanita itu sudah menerobos masuk kedalam rumah Carla....