Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Pertemuan Albert dan Dewa


__ADS_3

"Selamat bertemu kembali Adik tiri ku Dewa" sapa Albert yang baru saja tiba didepan meja yang sengaja Dewa pesan untuk mereka berempat


Dewa yang mendapat kan sebutan adik tiri dari kakaknya tersebut pun, merasa sangat terharu, sungguh.. tidak pernah terbayang kan jika seorang Albert, akan mengakui dirinya sebagai seorang adik setelah tiga tahun lama nya berpisah..


Mungkin, Albert sudah mulai menyadari atas kesalahan yang telah dia perbuat dimasa lalu, sehingga saat ini pria sombong itu sudah bisa menerima keberadaan Dewa untuk menjadi keluarga nya kembali..


"Apakah aku tidak salah dengar kak! kau sungguh menyebut ku sebagai adik mu? " tanya Dewa memasang wajah terkejut


"Tentu saja tidak, bukan kah kau memang adalah adik ku, adik yang lahir dari rahim yang berbeda, tapi masih memiliki aliran darah yang sama"


"Kak...! aku sungguh sangat merindukan dirimu" ucap Dewa menubruk tubuh Albert..


Albert menerima pelukan yang dilayangkan oleh Dewa dengan tersenyum menyeringai, dia tidak mungkin berbuat baik dan juga ramah jika tidak menginginkan sesuatu ...


"Aku juga sangat merindukan mu Dewa, begitu juga dengan mama dan papa, yang sangat menantikan kabar dan juga kepulangan mu" jelas Albert membuat Dewa langsung melerai pelukan nya..


Dewa menatap wajah Albert dengan mata berkaca kaca , jujur saja jika dirinya sangat bahagia karena sudah diakui oleh kakak nya tersebut,


Karena walaupun di anggap cengeng untuk orang lain yang melihat nya, tapi Dewa benar-benar tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan nya itu,


Menjadi seorang putra dan juga adik yang dianggap oleh para keluarga terutama sang kakak, adalah keinginan Dewa sedari dulu, dan dia tidak bisa memungkiri perasaan tersebut walaupun saat ini dirinya bukan lah seperti Dewa yang dulu


"Terimakasih kak, terimakasih karena kau sudah mengangap ku sebagai adik mu, bahkan kau sampai merindukan aku juga, oya.. soal aku tidak memberi kan kabar kepada kalian bertiga, itu karena aku takut untuk melakukan nya kak, aku tidak mau jika kabar ku malah akan membuat mama menjadi sedih " jelas Dewa sangat tulus


Albert tersenyum manis kepada adik nya tersebut, dan dia mulai menepuk bahu Dewa dengan lembut


Albert sudah mempunyai misi untuk rencana nya mencari keberadaan Carla, dan apapun yang terjadi, dirinya harus bisa mengetahui apakah Dewa terlibat dengan menghilang nya Carla atau tidak..

__ADS_1


"Adik, sekarang ayo kita duduk, aku sungguh merasa sangat lelah hari ini, karena perjalanan menuju ke kota D ini sangat memakan waktu yang lumayan lama" ucap Albert sambil merangkul bahu Dewa..


Hingga tak lama kemudian, kini mereka berempat sudah duduk saling berhadapan, dan para pelayanan langsung menghidangkan makanan di atas meja mereka..


Dan di sela sela mereka sedang menyantap makanan, Tiba-tiba saja Albert kembali mengajak Dewa untuk berbicara..


"Dewa, jika boleh tahu, kau modal dari mana sehingga bisa membangun sebuah perusahaan untuk awal mula nya membuat usaha? " tanya Albert kepada Dewa


Dewa langsung menatap wajah kakak nya dengan lama, seperti nya Albert mulai kepo dengan kesuksesan dan keberhasilan yang Dewa raih saat ini..


"Aku mendapatkan modal dari salah satu teman ku kak, dan dia lah yang meminjamkan aku modal untuk pertamanya kali nya membuka perusahaan " Jawab Dewa sambil teringat akan kebaikan wanita yang tak lain adalah Carla...


Albert tersenyum manis mendengar Jawaban dari Dewa, sungguh.. sebenarnya dirinya merasa tidak tahan jika harus melakukan sandiwara berpura-pura baik terlalu lama...


Hampir satu jam kemudian, kini acara makan malam sudah selesai dilakukan, dan Albert berencana untuk menginap dirumah milik Dewa yang ada di kota tersebut..


"Bagaimana Dewa? apakah kau mengizinkan aku untuk menginap satu malam saja dirumah milik mu Dewa? " tanya Albert menatap intens


Dewa langsung terdiam ketika pertanyaan itu Albert lontarkan, sungguh dia belum terlalu mempercayai kebaikan Albert yang sangat mencurigakan,


Dengan cepat Dewa mengarah kan pandangan nya untuk menatap wajah Raka, membuat Raka merasa sedikit bingung..


"Kenapa Dewa malah menatap ku seperti itu? apakah dia ingin Jawaban dari ku? " gumam Raka didalam hati nya..


Raka sudah mengenal siapa Albert sebenarnya, bahkan pria itu juga mengetahui jika Albert adalah tunangan dari mantan kekasih nya yang saat ini pasti sudah berubah status sebagai seorang istri dari Albert Justin


Walaupun rasa cint yang besar masih tersimpan rapi dihati Raka, tapi Raka tidak mempunyai niat sedikit pun untuk merebut Dina dari tangan Albert, karena Raka sudah mengikhlaskan jika Dina memang bukan lah jodoh untuk nya....

__ADS_1


Dan beberapa menit kemudian, Raka mengedipkan kedua matanya sebagai isyarat, membuat Dewa mengikuti isyarat dari sahabat nya tersebut


"Baiklah kak, aku akan membawa mu untuk menginap dirumah ku, tapi... rumah ku tidak sebagus rumah yang kau miliki kak, jadi aku harap kau jangan menghina nya" jelas Dewa berterus terang,


Membuat Albert tertawa dengan lucu..


"Hahaa.... kau bisa saja ya Dewa, memang nya kapan aku pernah menghina barang milik orang lain, aku yang sekarang bukan lah aku yang seperti dulu Dewa, karena aku sudah banyak berubah, jika kau tidak percaya, kau bisa bertanya kepada sahabat ku Bagas" ujar Albert sambil menatap ke arah Bagas


"Benar Dewa, saat ini kakak mu sudah berubah, sejak 3 tahun berlalu, jadi kau tidak perlu ragu kepada dirinya"


"Baiklah.. maaf jika aku telah menyinggung perasaan mu Kak, sekarang ayo kita pulang sekarang juga" ajak Dewa kepada ketiga pria tersebut..


Raka dan Dewa langsung berjalan beriringan paling depan, diikuti oleh Albert dan juga Bagas yang juga berjalan beriringan sambil saling berbisik


Bagas benar benar penasaran dengan rencana yang telah Albert lakukan secara tiba-tiba.....


Karena Albert bukan nya marah marah kepada Dewa, tapi malah mengakui Dewa sebagai adiknya dan bersikap lembut layak nya seorang kakak


"Apa yang sebenarnya kau rencana kan Al? " tanya Bagas berbisik


"Menurut mu memang nya apa Bagas, apakah kau tidak bisa melihat nya" Jawab Albert tersenyum menyeringai


"Jangan bermain api Al, atau kau akan terbakar oleh permainan itu sendiri , sebaiknya bersikap lah dengan tulus, tanpa rencana jahat sedikit pun, atau tidak akan kehilangan kepercayaan Dewa selamanya"


"Cih.. memang nya apa pentingnya kepercayaan Dewa untuk kehidupan ku Bagas, bahkan aku lebih senang hidup tanpa di bayangi oleh dirinya, "


Bagas hanya diam tak menjawab perkataan dari sahabat nya tersebut, karena dirinya tidak mau membuat Dewa merasa curiga

__ADS_1


Dan setiba nya didalam mobil, Albert langsung memerintah Bagas untuk mengikuti mobil Dewa yang berada didepan mereka......


__ADS_2