
Di sebuah ruangan kerja milik Dewa, saat ini Albert sedang fokus membongkar seluruh laci dan juga lemari didalam ruangan kerja tersebut..
Albert sedang mencari beberapa dokumen penting, ataupun file milik perusahaan Dewa agar dapat memanfaatkan nya untuk menghancurkan perusahaan Dewa.
Karena, sebelum nya Albert sudah pernah menyuruh seorang IT terkenal untuk membobol data perusahaan milik Dewa, tapi tetap saja, Ahli IT tersebut selalu gagal melakukan nya karena, Dewa sudah memasang alat pendeteksi dan juga pelindung yang akurat untuk melindungi data perusahaan milik nya..
Hingga hampir setengah jam berlalu , tetap saja Albert tidak dapat menemukan apa yang sedang dia cari, hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang terbuka dari arah luar, membuat Albert langsung menegang karena merasa terkejut.
"Mampus..... siapa orang yang telah berani masuk kedalam ruangan kerja ini, apakah itu Dewa? atau itu adalah Raka, jangan sampai aku ketahuan oleh mereka berdua"gumam Albert yang merasa panik....
Dan tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang kecil mulai berlari mendekati Albert, Albert yang merasa panik pun tetap terdiam sambil memejamkan kedua matanya,
Dia tidak mau jika niat jelek nya tersebut, diketahui oleh orang lain,hingga detik kemudian..
Albert merasakan sebuah pelukan tepat di kedua paha milik nya yang sedang berdiri tegak, di susul dengan suara seorang anak kecil yang membuat jantung Albert seakan berhenti berdetak..
"Ayah.....! " sapa anak itu yang tak lain adalah Al
Albert hampir jatuh pingsan saat mendengar suara anak kecil tersebut, apalagi ketika suara anak kecil itu memanggilnya dengan sebutan Ayah
Sungguh... jantung dan tubuh Albert langsung bergetar dengan hebat..
"Ayah, Al kangen, ayah kenapa tidak pulang kelumah Al, ayah selalu saja ingkal janji cama Al"
Deghhhh.....
Albert terdiam membisu, bahkan tidak dapat menggerakkan tubuh nya sedikit pun, apalagi ketika mendengar nama dari anak yang ada dibelakang nya saat ini, nama nya sama persis seperti nama dirinya yang memiliki nama depan Al,
"Ayah.. kenapa ayah diam aja, ayo peluk Al ayah" ujar anak itu, sambil menarik narik celana jeans yang Albert gunakan,
Albert seakan tidak berani untuk memutar tubuhnya kebelakang,bagaimana jika anak kecil itu adalah anak nya sendiri, yang pernah tidak dia anggap dan hampir saja dia lenyapkan dari muka bumi ini, apakah Albert sanggup untuk menatap mata dan wajah anak kecil tersebut..
Sedangkan Al, yang merasakan aneh dengan sikap ayah nya itu pun, berusaha dengan kuat agar ayah nya mau membalikkan tubuh nya dan memeluk dirinya erat..
__ADS_1
Karena jujur saja jika Al sudah sangat merindukan Dewa, yang hampir 4 hari tidak datang kerumah untuk menjenguk dirinya..
"Ayah.. apakah ayah tidak Lindu Al? jika begitu, Al akan pulang saja bersama Bunda"
Deghhhh......
Lagi lagi Albert merasakan tubuh nya hampir jatuh keatas lantai, apakah anak kecil itu telah datang bersama seorang wanita yang sangat dia cintai,
Sepertinya ini lah jawaban Tuhan untuk dirinya, dan Albert harus memanfaatkan situasi yang ada selagi rumah Dewa dalam keadaan sepi
Dengan menahan air mata yang segera ingin meluncur, Albert berusaha membalikkan tubuh nya untuk menatap anak kecil tersebut..
Hingga detik kemudian...
"Ayah.....! " sapa Al kegirangan, dan mulai mendongak kan wajah nya untuk melihat keatas,
Dan detik kemudian, wajah anak kecil itu langsung berubah heran ketika, melihat jika orang yang dia peluk sedari tadi ternyata bukan lah ayah nya
Albert sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi, dan dia langsung berlutut tepat didepan anak kecil tersebut..
Bahkan air mata yang sedari tadi ingin segera meluncur, sudah menetes dengan sangat deras, apa lagi setelah melihat wajah anak laki-laki itu yang ternyata memiliki paras yang sangat mirip dengan nya..
Mereka sudah bagaikan pinang dibelah dua, yang mempunyai bentuk wajah dan juga wajah sama seperti anak kembar berbeda usia,
Lalu bagaimana mungkin, dirinya pernah mengatakan jika Carla telah hamil dengan pria lain,Albert tiba-tiba merasakan sesak didalam dadanya, apakah ini balasan yang Tuhan berikan untuk dirinya..
Rasa nya sangat sakit dan perih, ketika melihat anak kandung nya sendiri yang tidak mengenali siapa dirinya..
"Hiks... hiks.... aku sungguh menyesal Tuhan, aku sangat menyesal, aku mohon... maafkan aku Tuhan" ucap Albert meneteskan air mata, sambil menyentuh wajah Al menggunakan jari tangan nya..
Sedangkan Al, pria kecil itu merasa heran dengan apa yang terjadi kepada pria yang ada didepan nya saat ini..
Kenapa juga paman itu menangis terisak sambil menyentuh wajah nya..
__ADS_1
"Paman kenapa? apakah paman sakit? kenapa paman tiba-tiba menangis, kata bunda, sebagai seolang laki-laki yang kuat, tidak boleh cengeng dan suka menangis, kalena seolang plia adalah pelindung untuk bunda nya, Al aja gak pelnah nangis paman" ujar Al membuat Albert langsung memeluk tubuh anak kecil tersebut dengan sangat erat.
Sekarang Albert bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang putra dari darah daging nya sendiri, andai waktu bisa di ulang kembali, Albert sangat ingin mengulang momen dimana mereka akan hidup bahagia dengan kehamilan Carla yang sedang mengandung anak kecil tersebut..
"Maafkan aku, aku mohon maafkan aku" gumam Albert sambil memeluk tubuh Al
Al yang melihat kesedihan dari pria asing itu pun merasa tidak tega, dan dia langsung mengarahkan sebelah tangan nya untuk mengelus punggung belakang Albert..
"Jangan nangis paman, nanti kita beli ice Klim didekat komplek ya, cekalang lepaskan dulu pelukan nya, kalena Al ingin mencali kebeladaan Ayah Dewa" kata Al membuat Albert langsung menambah pelukan nya ditubuh anak kecil tersebut.
Al tidak rela dan tidak suka, jika putra nya memanggil nama orang lain untuk dijadikan seorang ayah..
"Jangan pergi Al, aku mohon"
Albert terus mendekap tubuh Al, sehingga anak kecil itu merasa sedikit takut dan panik, Al berusaha untuk memberontak agar pria asing tersebut mau melepaskan dirinya, tapi tetap saja Albert tidak mau melakukan permintaan dari anak nya sendiri..
Sedangkan Carla, yang baru saja turun dari atas tangga, mulai mencari keberadaan Al, hingga akhirnya dirinya mendengar suara jeritan dari anak kecil yang membuat Carla merasa sangat panik..
"Al...... " teriak Carla berlari kearah Ruang kerja,
Dan setiba nya didalam ruangan tersebut, betapa terkejut nya Carla saat menatap kejadian yang sangat tidak pernah dia duga...
"Lepaskan putra ku, kau tidak berhak memeluk putra ku Albert" teriak Carla langsung menarik tubuh Al dengan paksa.
Dan sungguh kedatangan Carla di dalam ruangan tersebut membuat Albert merasa sangat terkejut dicampur dengan perasaan bahagia..
"Carla.... kekasih ku" ucap Al sambil bangkit dari berlutut nya,
Carla menggendong tubuh Al dengan erat, dan memeluk nya agar pria yang ada didepan mata nya saat ini tidak akan bisa merebut Putra nya dari dirinya..
Sungguh... bagaikan mimpi buruk disiang bolong, bagaimana mungkin orang yang sangat dia benci dan hindari bisa muncul di rumah calon suaminya sendiri..., apakah ada sesuatu yang tidak dirinya ketahui..
Mereka berdua saling menatap antara satu sama lain, dengan tatapan yang sangat berbeda...
__ADS_1