Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Ketegaran Carla


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Tiba-tiba saja Raka mendapatkan panggilan telfon dari nomor yang bertuliskan Dewa,


Jujur saja dia merasa sangat terkejut karena Dewa baru saja menelfon diri nya sekitar setengah jam yang lalu, tapi kenapa sekarang pria itu kembali menelfon dirinya kembali..


"Gawat... apakah Dewa mengetahui jika aku sedang bertemu dengan mu? " tanya Raka menatap mata Carla dengan panik..


"Ya sudah, angkat sekarang juga, kali saja ada hal penting yang ingin suami ku sampai kan" perintah Carla yang merasakan perasaan tidak enak..


Dengan cepat Raka mengangkat panggilan itu, tapi ketika Raka mengucapkan hallo, suara yang membalas telepon tersebut bukan lah Dewa melainkan suara dari seorang wanita...


"Hallo, apakah benar ini teman nya tuan Dewa Justin? "


"Eh, iya benar, anda siapa ya? bukan kah ini adalah nomor handphone teman ku? "


"Benar tuan, saya adalah suster yang sedang merawat pasien Dewa Justin, saat ini kami ingin memberitahu kan jika beliau sudah berada di rumah sakit ternama yang ada di kota karena pasien mengalami kolaps tuan"


"Apa...! bagaimana bisa suster? bukan kah teman ku saat ini sedang berada di klinik milik dokter....? " tanya Raka langsung berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


"Iya, anda memang benar tuan, tapi beberapa jam yang lalu, tiba-tiba saja tuan Sadewa tidak sadarkan diri dan langsung pingsan, dan dokter menyarankan agar dirinya di bawa kerumah sakit yang lebih canggih, jadi kami harap agar secepatnya anda bisa menyusul nya kesini tuan, dan tolong kabari juga para keluarga besar nya, karena keadaan pasien benar benar sudah kritis "


"Baiklah.. jika begitu saya akan segera ke rumah sakit sekarang juga dokter" jawab Raka dengan perasaan panik


Carla yang melihat kepanikan dari wajah Raka pun langsung meneteskan air mata nya.


Dia sangat takut jika terjadi sesuatu kepada suami tercinta nya..


"Ada apa kak? aku mohon tolong beritahu aku kak? " tanya Carla menangis sedih..


Rasa nya dunia nya sudah hancur seketika saat mengetahui jika suaminya mengidap penyakit yang sangat mematikan, dan kini ditambah lagi ketika melihat raut wajah Raka yang tampak menyedihkan..


"Carla, aku harap kau bisa kuat menjalani ini semua, karena saat ini Dewa benar-benar membutuhkan dukungan dari mu Carla"


"Iya,aku tahu kak, tapi bisa kah kau mengatakan siapa yah baru saja menelfon mu tadi kak? "


"Tentu Carla, sebenarnya yang menelfon ku adalah seorang suster dari rumah sakit yang ada dikota,suster itu memberi kabar jika saat ini Dewa sedang kolaps dan keadaan nya sangat kritis, sekarang juga kita harus kerumah sakit Carla"

__ADS_1


"Apa...! ya tuhan" teriak Carl yang benar-benar merass terkejut,


Setelah itu dengan cepat Carla pun langsung menarik tangan Raka agar keluar dari cafe tersebut.


"Ayo kita pergi sekarang juga Kak, jangan sampai terjadi apa apa dengan suami ku, aku akan menjadi vitamin dan penguat untuk dirinya kak, aku janji akan membantu mas Dewa untuk sembuh dari penyakit nya"


"Benar kah Carla? apakah kau tidak merasa hancur saat ini? "


"Tidak, aku tidak boleh hancur kak,karena kalau aku hancur maka bagaimana dengan nasib suami ku, lagian cobaan lebih berat dari ini sudah sering aku rasakan sebelum nya, aku yakin jika aku dan mas Dewa pasti mampu untuk melewati nya juga kak"


"Bagus Carla... kau benar benar seorang wanita yang kuat, sekarang ayo kita kerumah sakit" ajak Raka bersemangat


Hampir satu jam lama nya mengendara akhirnya mereka berdua sudah tiba dirumah sakit yang menjadi tempat dirawat nya sangat suami Dewa..


Carla langsung berlari untuk masuk kedalam ruangan yang telah diberitahukan kepada sang resepsionis,


Carla tidak dapat menahannya lagi, karena saat ini dia segera ingin bertemu dengan sang kekasih pujaan...

__ADS_1


Ckell...


Pintu mulai terbuka lebar, memperlihatkan seorang Carla yang telah berdiri sambil meneteskan air matanya


__ADS_2