Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kedatangan Albert dikota D


__ADS_3

Tidak terasa hari sudah berlalu begitu cepat, dan saat ini Dewa bersama Albert akan menghadiri pertemuan yang sudah mereka sepakati


Albert langsung terbang menggunakan pesawat pribadi nya untuk menuju ke kota D, sedangkan Dewa, telah memboking sebuah cafe istimewa untuk menyambut kedatangan kakak nya tersebut..


Dan tepat pukul 4 Sore, akhirnya Albert telah tiba di sebuah bandara kecil yang ada di kota D, Albert belum pernah menginjakkan kaki nya ke kota yang tidak terkenal tersebut


Karena kota D, termasuk kota yang masih belum terlalu maju, tapi setelah Dewa membangun perusahaan di kota D, entah mengapa tiba-tiba saja nama kota D langsung melambung tinggi


Banyak para investor dan juga pengusaha asing yang masuk kedalam kota itu untuk membangun gedung-gedung bertingkat yang belum pernah ada,


Sehingga bisa Albert pastikan, jika beberapa tahun kedepan, Kota D akan menjadi kota maju dan salah satu tempat bisnis yang sangat menguntungkan..


"Sial.... bagaimana mungkin Dewa bisa mengetahui jika tanah di kota ini ternyata bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan, pantas saja jika perusahaan baru milik nya, dapat langsung menyaingi perusahaan milik ku, karena di kota ini benar-benar sedang membangun banyak bisnis milyaran dollar " ucap Albert merasa kesal..


Sedangkan Bagas, langsung tertawa lucu mendengar perkataan dari bos nya tersebut, sepertinya doa yang Albert ucapkan setiap hari nya, ternyata tidak dapat terkabul..


Karena, Dewa yang pergi tanpa membawa apapun, ternyata bukan bertambah miskin, tapi malah bertambah kaya raya..


Albert yang mendengar tawa kecil dari pria tersebut pun, langsung memukul punggung Bagas dengan kuat...


"Apa yang kau sedang kau tertawa kan Bagas? kau pasti sedang menertawakan ku kan? " tanya Albert menatap dengan tajam...


"Tidak.... mana ada aku menertawakan mu Al, lagian aku mana berani untuk melakukan itu" jawab Bagas berbohong,


Albert langsung berdecih kesal, dia sungguh tidak pernah menyangka , jika adik yang telah dia buang, ternyata bernasib lebih mujur dari pada dirinya..

__ADS_1


"Dimana kita akan bertemu dengan Dewa? " tanya Albert penasaran


"Di sebuah cafe ternama di kota ini, dan menurut share lok yang Asisten Dewa kirimkan, sepertinya sebentar lagi kita akan segera sampai"


"Benarkah...! cih.... aku sudah tidak sabar ingin segera melihat bagaimana tampang nya selama tiga tahun berlalu, aku yakin dia pasti tampak semakin tua, karena terlalu giat untuk bekerja" ejek Albert kepada Dewa


"Hahaha..... bukan kah kau yang terlalu giat bekerja Al, bahkan kau sampai lupa jika usia mu sudah masuk kepala tiga"


"Diam kau Bagas....! bukan kah kita sama, jadi kau jangan pernah mengejek ku"


"Aku tidak mengejek mu Al, aku hanya berusaha menyadarkan mu, agar kau mau membuka hati untuk wanita lain selain Carla... "


"Tidak... aku tidak akan bisa melakukan itu semua Bagas, lagian aku sangat yakin, jika dikota ini aku bisa menemukan keberadaan Carla"


"Entah lah, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa sangat yakin, tapi... ini lah yang aku rasakan Bagas" jelas Albert memasang wajah sedih....


Bagas sangat mengetahui apa yang sedang Albert rasakan, tapi dirinya tidak ingin melihat sahabat nya terpuruk sampai lima tahun lagi...


"Al... bagaimana jika ternyata Dewa sudah menikahi wanita mu? "


Deggghhhh......


Albert langsung terdiam membisu mendengar perkataan dari sahabat nya tersebut, sungguh dia tidak pernah membayangkan jika pada kenyataannya Dewa ternyata sudah menikah dengan Carla,


Karena keadaan Carla yang saat itu sedang hamil tanpa seorang suami, Albert benar-benar tidak dapat menerima nya, dan dia mulai menatap wajah Bagas dari arah samping dengan perasaan marah

__ADS_1


"Jaga bicara mu Bagas, kau jangan pernah mengatakan hal sangat mustahil" ucap Albert berapi api


"Kenapa mustahil Al? semua itu mungkin saja terjadi, karena keadaan Carla yang sedang mengandung pasti dirinya sangat membutuhkan sosok seorang suami, aku hanya takut jika kau akan kecewa nanti nya Al, jadi menurut ku, lebih baik kau tidak usah mencari keberadaan Carla lagi"


"Tidak.... aku tidak bisa Bagas, aku tidak bisa berhenti mencari keberadaan wanita ku, bahkan selama tiga tahun lama nya, aku tidak bosan untuk mencari dirinya, lalu.. kenapa sekarang aku harus berhenti Bagas, setelah ada kemungkinan jika Carla berada di kota ini berkat bantuan Dewa"


"Iya... baiklah... kalau itu sudah menjadi keputusan mu, tapi... saran ku, kau harus bisa menerima kenyataan apapun itu, agar kau tidak akan hancur Al"


"Tutup mulut mu Bagas, kau fokus saja menyetir, aku sungguh bosan mendengarkan perkataan mu itu" jawab Albert dengan perasaan marah..


Hingga akhirnya perjalanan mereka menjuju cafe berlangsung dengan keheningan siang..


****


Sedangkan disisi lain, tepat nya di sebuah cafe terkenal yang ada dikota D, tampak seorang pria tampan bersama dengan sahabat nya sudah duduk untuk menunggu kedatangan seseorang..


Dan pria itu tak lain adalah Dewa, bersama dengan Raka yang sedang menunggu kedatangan Albert..


Jujur saja, jika saat ini jantung Dewa telah berdetak dengan sangat cepat, entah apa yang harus dia katakan kepada kakak nya tersebut, yang sudah tidak menganggap dirinya sebagai seorang adik sejak tiga tahun silam.


Apa lagi, saat ini Perusahaan milik nya juga telah menjadi pesaing berat untuk perusahaan sang papa, pasti Albert tidak akan menerima kenyataan tersebut..


"Bagaimana dengan Carla dan Al? apakah kau ingin memberitahu keberadaan mereka kepada Albert? " tanya Raka menatap dengan lama


Dewa, langsung berdecih kesal, mana mungkin dia melakukan hal tersebut, lebih baik dia hidup miskin kembali dari pada harus kehilangan kedua orang yang sangat dia cintai..

__ADS_1


__ADS_2