
Tepat pukul 10 siang, akhirnya Carla sudah selesai menjalankan tugas nya sebagai seorang guru, dan dia langsung menuju keluar ruangan untuk segera menemui pria yang sedari tadi telah setia menanti dirinya
Dan setiba nya diluar, Carla langsung menemukan keberadaan Dewa yang sedari tadi menunggu dirinya sambil duduk di sebuah bangku panjang
Carla benar-benar merasa terpesona dengan kesetiaan pria tampan tersebut, bahkan dirinya juga rela menunggu kesiapan Carla sampai tiga tahun lamanya..
"Dewa, ayo kita pergi ke kantin, aku akan mentraktir mu untuk makan bakso disana" ajak Carla tersenyum manis..
Dewa langsung membalas senyuman tersebut, dan menggenggam sebelah tangan Carla dengan erat
Membuat Carla menjadi tersipu malu, entah mengapa selama mereka sudah sangat jarang bertemu, kini Carla merasa jika jantung nya semakin berdetak hebat ketika bertemu dengan pria tampan tersebut...
Apalagi ketika Dewa mengenggam tangan Carla, membuat wanita cantik tersebut merasa seperti terkena oleh sengatan listrik..
Karena di dalam tubuh nya tiba-tiba saja terasa ada getaran yang membuat Carla bingung untuk menjelaskan nya
Dan setiba nya didalam kantin, Dewa langsung melepaskan genggaman tangan tersebut dan menarik bangku untuk dirinya, sungguh perhatian kecil yang Dewa berikan untuk nya telah berhasil membuat Carla merasa sangat terpesona.
Sungguh beruntung dirinya karena bisa dicintai oleh pria sebaik Dewa, dan kali ini Carla tidak akan lagi menyia nyiakan pria tampan tersebut, dan dia akan menerima lamaran dari Dewa dengan setulus hati
"Carla, sebenarnya ada hal penting yang ingin aku sampai kan kepada mu" ucap Dewa sambil memegang kembali tangan Carla yang dia letakkan di atas meja
Carla tersenyum manis membalas tatapan dari pria tersebut, dan Carla sangat berharap jika Dewa akan menanyakan kembali tentang lamaran yang pernah dia layangkan 6 bulan yang lalu,
"Katakan lah Dewa, aku akan mendengar kan perkataan mu dengan baik"
"Terimakasih Carla, tapi sebelum aku berbicara, boleh kah aku bertanya sesuatu kepada mu Carla? "
"Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan kepada ku? "
"Sebenarnya aku ingin menanyakan tentang perasaan mu Carla, apakah kau masih menyimpan rasa kepada Albert, sehingga kau selalu tidak bisa menjawab lamaran yang berulang kali aku ajukan kepada mu Carla? " tanya Dewa membuat Carla langsung membulatkan kedua mata nya
__ADS_1
Sepertinya dia benar-benar sudah salah karena terlalu lama mengulur waktu untuk menjawab lamaran pria tersebut.
Tapi sungguh... jika sebenarnya Carla sudah sangat lama membuang rasa cinta kepada pria bernama Albert yang telah dia lupakan sejak lama..
"Kenapa kau sampai berpikiran seperti itu Dewa? sebenarnya bukan karena aku masih mencintai Albert sehingga aku selalu tidak menjawab lamaran mu kepada ku, tapi.. ini semua aku lakukan karena aku masih belum siap untuk menjalin hubungan dengan keluarga Justin, sungguh... aku sangat trauma dengan kejadian di masa lalu yang telah menimpa diriku Dewa, dan aku tidak pernah sedikit pun menyimpan rasa cinta ataupun suka kepada pria bajingan itu, " jelas Carla yang merasa sedikit kecewa
Sedangkan Dewa, mulai panik ketika melihat ke sedihan yang tersirat di wajah wanita malang tersebut..
Sepertinya Dewa sudah termakan oleh perasaan obsesi nya yang sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan Carla,
Karena jujur saja, sebagai seorang pria normal, dia sangat menginginkan agar bisa mendapatkan wanita yang sangat dia cintai, dan memiliki wanita itu ,menjadi pendamping hidup nya untuk selama lamanya,
Dewa kembali menggenggam tangan Carla dengan erat, dan mencoba meminta maaf karena telah membuat mod Carla menjadi hancur
"Maaf Carla, sungguh aku tidak bermaksud untuk membuat mu merasa bersedih, dan ... aku hanya ingin mencari kebenarannya dari mulut mu sendiri Carla" jelas Dewa menatap intens
"Iya, aku tahu Dewa, dan untuk menyelesaikan semua keraguan yang ada didalam hati mu itu, mulai saat ini juga aku telah memutuskan jika aku akan menerima lamaran mu kepada ku Dewa"
"Tentu saja tidak Dewa,aku serius menerima lamaran mu kepada ku Dewa, selain aku mencintaimu, itu karena aku sangat ingin memberikan sosok seorang ayah kepada putra ku Al , lagian putra ku juga sangat menyukai mu dan nyaman ketika bersama mu, jadi aku memutuskan untuk melanjutkan hubungan kita kejenjang yang halal dan juga sah di mata hukum serta agama " ucap Carla yang berhasil membuat Dewa merasa senang bukan main
Sungguh... tidak ada yang membahagiakan dari apapun itu, selain jawaban yang diberikan oleh wanita tercintanya tersebut..
"Terimakasih Carla sayang, terimakasih, sungguh aku sangat bahagia saat ini sayang" ujar Dewa langsung mencium kedua tangan Carla
Untung saja, keadaan di dalam kantin saat ini sedang sunyi, jadi Carla tidak merasa segan dengan para guru yang ada di sekolah tersebut..
Dan setelah itu, mereka kembali melanjutkan makan siang dengan menyantap semangkok bakso didepan mereka saat ini..
******
Sedangkan di wilayah yang lain nya, tepat nya di sebuah perusahaan terkenal yang ada dinegara tersebut, terlihat seorang pria yang sedang mengerjakan pekerjaan nya dengan sangat serius,
__ADS_1
Pria itu seperti tidak mempunyai waktu sedikit pun hanya untuk sekedar istirahat menghibur diri,
Karena bagi nya, bekerja dan mengejar tender yang banyak adalah sebuah keinginan dan tujuan yang selama tiga tahun ini dia terapkan,
Mungkin karena kekecewaan nya di masa lalu, dan rasa penyesalan yang tak kunjung pergi membuat pria itu memilih menjadi seorang pria tegas, pendiam, dingin dan juga ambisius, dan pria itu tak lain adalah Albert,
Sang pembisnis hebat yang terkenal dengan kekejaman nya, entah sudah berapa banyak perusahaan saingan yang dia luluh lantakan tanpa tersisa , dan semua itu Albert lakukan agar dapat memuaskan rasa hati yang sangat kosong tersebut..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar, membuat Albert mempersilahkan orang itu untuk masuk kedalam ruangan
"Masuk" teriak Albert dingin
Hingga tampak lah sesosok pria yang sudah berdiri dengan membawa berkas penting yang sudah dia selesai kan "
Dan pria itu tak lain adalah Bagas, yang ingin memberikan laporan penting kepada bos nya tersebut..
"Selamat pagi bos"
"Pagi juga Bagas, oya apakah kau sudah menemukan keberadaan Carla saat ini" tanya Albert penasaran
"Belum Bos, tapi aku. menemukan fakta yang terbaru tentang pesaing bisnis untuk perusahaan kita bos"
"Apa...! memang nya siapa yang sudah berani. menyaingi perusahaan milik ku, apakah orang itu sudah bosan hidup saat ini? " tanya Albert dengan sangat kesal, dan kembali menatap wajah Bagas dengan tajam,
"Cepat katakan, siapa orang tersebut Bagas? "
" Baiklah, orang itu adalah Dewa Justin , adik mu sendiri Bos...
"Apa.........
Deghhh
__ADS_1