
Deggghhhhh......
Jantung Carla langsung berdetak dengan hebat, disaat mendengar suara MC yang menyebut nama dua orang insan yang sangat dia kenal,
Carla langsung menghentikan langkah nya, yang akan berjalan menuju ke arah podium
Sambil berfikir dengan pemikiran yang kacau, apakah dia telah salah mendengar kedua nama itu, tapi...... tidak mungkin jika Carla telah salah mendengar nya, sedangkan papan bunga yang ada di aula pesta juga tertulis indah nama Albert Justin, bersama Dina Sanjaya, tapi...nama belakang mereka sangat berbeda dengan nama kedua orang yang sangat Carla kenal, mungkin saja nama itu kebetulan sama,
"Carla, kamu mikirin apa sih , mana mungkin jika itu adalah nama sahabat mu dan juga nama ayah dari anak mu, mereka kan saling tidak mengenal,, dan mereka juga bukan putra putri dari keluarga kaya raya ,sepertinya pemikiran ku mulai terganggu saat ini" gumam Carla didalam hati nya tersebut
Hingga detik kemudian, Carla dikejutkan dengan panggilan dari seorang pria yang sedari tadi masih setia memegang sebelah tangan milik nya..
"Ada apa Carla? kenapa kau menghentikan langkah mu? ayo secepatnya kita harus tiba didepan podium, karena kedatangan kita sudah sangat terlambat Carla" ucap Dewa menyadarkan lamunan Carla
Membuat Carla langsung tersadar dari lamunan nya tersebut
"Eh..., maaf ya Dewa, sepertinya aku sedang melamun tadi, ya sudah sekarang ayo kita temui kakak mu, aku akan meminta maaf kepada nya, karena telah terlambat membawa mu datang ke pertunangan dirinya"
"Haha... benarkah Carla? memang nya kau berani mengatakan nya? kakak ku memiliki tampang yang sangat menyeramkan lo" Ucap Dewa menakut nakuti,
Membuat Carla tersenyum dengan penuh percaya diri
"Tentu saja aku berani, ayo kita buktikan dengan cepat" ajak Carla tersenyum,
Dan mereka mulai melanjutkan perjalanan untuk menuju ke podium depan yang telah berkumpul para keluarga besar Justin dan juga Sanjaya, sedangkan kedua mempelai, sudah saling menyematkan cincin mereka Masing-masing,
Di susul dengan suara tepukan tangan yang sangat meriah,
Dewa dengan semangat menarik tangan Carla agar segera tiba ditempat tersebut hingga detik kemudian, Carla benar-benar menghentikan langkah kaki nya ketika melihat sosok pria dan wanita yang sangat dia kenali.
Carla sudah seperti seorang patung, dia tidak bisa mencerna dengan baik dengan apa yang ada didepan matanya saat ini,
__ADS_1
"Dina, kak Albert" Teriak Carla dengan suara yang lumayan besar, membuat mereka semua langsung mengarahkan pandangan nya kewajah wanita tersebut..
Sungguh, Carla ingin jatuh rasanya, dia tidak sanggup menyaksikan apa yang dia lihat di depan matanya,
Apakah saat ini dia sedang dikhianati oleh kedua orang insan yang sangat dia cintai, Carla hampir jatuh kearah belakang jika saja Dewa tidak memapah tubuh rapuh itu
"Carla... ada apa...? kenapa tiba-tiba saja kau terlihat sangat lemah? apakah kau sakit? " tanya Dewa dengan sangat panik,
Bahkan pria itu sudah memeluk tubuh Carla dari arah belakang ,membuat Albert yang menyaksikan hal tersebut pun langsung turun dari podium dan berlari untuk mencengkram leher Dewa,
Semua orang mulai terkejut menyaksikan kejadian tersebut, rasanya seperti sebuah mimpi, karena keadaan bisa berubah secara tiba-tiba..
"Bangsat kau Dewa, dasar adik sialan"
Bukkk.....
Sebuah pukulan langsung melekat di wajah milik Dewa, membuat pria itu terpaksa melepaskan pelukan nya di tubuh Carla dan tersungkur di atas lantai,
Apakah ini nyata, dirinya benar-benar merasa bodoh dan tolol, ketika mengetahui pengkhianatan yang telah mereka berdua lakukan.
"Carla.... kau... "
"Cukup... jangan pernah kau menyebut nama ku Albert! karena aku mengharamkan kau menyebut nama ku " teriak Carla dengan sangat marah,
Dia menahan Albert untuk mendekati dirinya, dan mulai kembali menatap kearah Dina,
Sedangkan Dina, wanita itu sudah menangis dengan sangat deras, ingin sekali dia menjelaskan semuanya kepada Carla, tapi dia tidak bisa melakukan hal tersebut karena Mama Ambar sudah mencengkram tangan Dina dengan sangat kuat..
"Dina.... aku tidak pernah menyangka, jika kau diam diam tenyata sudah menusuk ku dari belakang, pantas saja jika kau bersikeras menyuruh ku untuk menjauhi kak Albert, karena ternyata kau memiliki rencana yang sangat keji, sama seperti ibu mu, yang telah mengancam ku agar aku pergi dari kota ini, sungguh... kalian berdua telah berhasil membodohi ku, kalian semua adalah orang orang yang tidak mempunyai hati" teriak Carla dengan menangis terisak,
Membuat mama Ana yang melihat hal tersebut pun langsung melangkah untuk mendekati wanita malang tersebut
__ADS_1
"Nak, jika boleh tahu, kau siapa nya Albert? kenapa kau sangat marah dengan pertunangan putra tante bersama Dina? apakah kau mengenal mereka berdua? " tanya Mama Ana penasaran
"Tentu saja aku mengenal mereka berdua tante, karena mereka berdua adalah orang orang yang telah menghancurkan kehidupan ku, maaf jika sudah membuat acara pertunangan ini menjadi kacau tante, sekarang juga aku mohon diri untuk pergi dari tempat ini" Kata Carla dengan perkataan yang sopan,
Membuat Mama Ana merasa iba kepada wanita malang tersebut,.
Dengan perlahan Carla membalikkan tubuh nya yang sudah sangat hancur, Carla tidak memperdulikan setiap orang yang menatap dirinya dengan tatapan bertanya tanya,
Sedangkan Dewa, yang melihat kepergian Carla pun langsung berusaha mengejar wanita tersebut, banyak pertanyaan yang ada didalam benak nya saat ini,dan Dewa tidak bisa membiarkan Carla pergi dengan hati yang sedang hancur lebur,
"Carla tunggu aku Carla" panggil Dewa sambil melangkah untuk mengejar Carla, hingga detik kemudian
Dewa, merasakan jika lengan nya sudah ditarik oleh seseorang yang tak lain adalah Alberta , membuat Dewa merasa sangat marah dengan pria pengecut tersebut.
"Lepaskan kan aku, kenapa kau menahan ku hah! "
"Aku tidak akan membiarkan mu mendekati wanita milik ku Dewa"
Degghhh......
Semua orang langsung merasa syok dengan apa yang dikatakan oleh pewaris dari keluarga Justin itu, begitu juga dengan Mama Ana dan papa Jordan, yang merasa sangat malu dan marah dengan kelakuan dari kedua putra mereka..
"Apa kau bilang, wanita mu! cih... dasar tidak punya malu kau Albert, kau benar-benar bukan seorang manusia, tapi kau adalah iblis yang menyamar sebagai manusia, dan kau telah menghancurkan hidup dari wanita lugu seperti Carla, apakah kau tidak mempunyai hati sedikit pun Albert, bahkan sekarang kau tega mengkhianati dirinya dengan bertunangan dengan sahabat nya sendiri, dimana otak mu itu Albert "
"Diam kau Dewa, kau tidak mengetahui apapun tentang diriku, jadi kau tidak pantas untuk menghakimi ku, dan aku tegas kan sekali lagi dengan mu Dewa, jangan pernah kau dekati wanita ku, karena sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan kau mengambil milik ku dewa"
"Hahha..... apakah kau kira aku takut kepada mu kak, asal kau tahu, jika aku sangat mencintai wanita bernama Carla, dan aku akan mengambil dirinya dari mu, "
"Banjingan kau Dewa, dasar manusia tidak tahu diri, papa, mulai detik ini, keluarkan Dewa dari anggota keluarga kita".. Teriak Albert dengan sangat marah
Membuat papa Jordan langsung melangkah kan kaki nya untuk mendekati kedua putra nya tersebut, sedangkan Mama Ana benar-benar sedih ketika melihat pertengkaran dari kedua putra yang sangat dia cintai.....
__ADS_1