Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Kemarahan mama Ana


__ADS_3

"Hentikan Albert, Dewa...!! " teriak seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah mama Ana


Sungguh saat ini mama Ana benar-benar merasa sangat terkejut, saat menyaksikan kedua putra nya sedang bertengkar layaknya pemain tinju di atas ring..


Mereka bahkan tidak memikirkan tentang persaudaraan dan darah yang mengalir sama didalam tubuh mereka masing-masing, dan hal itu membuat mama Ana merasa sangat sangat kecewa..


"Mama....!" teriak Dewa dan Albert secara bersamaan..


Mama Ana langsung tersungkur dari berdirinya, dia benar-benar sudah gagal menjadi seorang ibu yang baik, bahkan untuk menjadikan kedua saudara itu agar saling menyayangi pun, mama Ana tidak sanggup melakukan nya


Dan hati ibu mana yang tidak hancur, ketika menyaksikan kedua putra nya saling berusaha menghabisi antara satu sama lain


"Hiks... hiks..... kenapa semua nya jadi seperti ini, apakah aku tidak bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk kedua putra ku? bahkan mereka tega bertengkar untuk menyakiti satu sama lain, aku sungguh gagal menjadi seorang ibu, aku gagal mas" teriak mama Ana histeris..


Dewa dan Albert yang melihat kehancuran sang ibu pun langsung berlari untuk mendekati beliau,


Dan mereka sama sama terduduk untuk memohon ampun kepada sang mama


"Ma... maafkan Albert ma, Albert sungguh tidak bermaksud ingin menyakiti hati mama, Albert mohon ampun ma" ujar Albert bersujud sambil mencium tangan mama Ana,


Begitu juga dengan Dewa, yang benar-benar merasa sangat bersalah kepada mama tirinya tersebut..


"Ampuni Dewa ma, Dewa mengaku salah, maaf karena Dewa sudah menyakiti kak Albert ma, mama pantas untuk menghukum ku" ucap Dewa memohon,


Saat ini penampilan mereka berdua sudah penuh dengan luka dan darah, tidak ada yang menang ataupun kalah, karena luka mereka sama sama sangat mengerikan


Dewa berusaha menahan rasa sakit dan perih dibagian seluruh wajahnya, begitu juga Albert yang tidak mau terlihat kalah serta menyedihkan..

__ADS_1


Mama Ana mulai menghentikan tangisan nya, dia mengusap air matanya menggunakan lengan tangannya dan menatap kearah wajah mereka berdua


"Aku sungguh merasa sangat kecewa kepada kalian berdua, bisa bisa nya kalian menyembunyikan masalah sebesar ini dari kedua orang tua kalian sendiri, sekarang aku akan menyidang kalian semua, untuk mendapatkan solusi yang terbaik" kata mama Ana dengan suara yang tegas


Dirinya berusaha untuk tetap tegar, agar kedua anak nya mempunyai arah dan juga tujuan yang baik, untuk solusi dari permasalahan yang sudah mengorbankan kedua orang yang tidak bersalah..


Dan kini mama Ana telah berdiri dari duduknya, dia mulai membalikkan tubuh nya untuk memanggil nama seseorang..


"Bagas, ajak Carla untuk masuk kedalam" perintah mama Ana kepada Bagas


Yang berhasil membuat kedua pria itu membulatkan mata mereka dengan sempurna..


Hingga detik kemudian, masuklah Carla yang masih setia menggendong tubuh Al didalam pelukan nya,sambil melangkah mendekati mama Ana


"Lihat lah Carla, mereka berdua benar-benar sangat memalukan bukan? bersikap layak nya anak kecil yang sedang merebutkan sebuah mainan, aku rasa aku benar-benar telah gagal mendidik mereka berdua Carla" jelas mama Ana memasang raut wajah sedih


"Ma... jangan menyalahkan diri mama sendiri, karena ini semua bukanlah kesalahan mama, mereka saja yang tidak mempunyai pemikiran dewasa, karena lebih suka menyelesaikan masalah menggunakan otot, dari pada menggunakan otak" jelas Carla sambil mengelus punggung mama Ana..


Dewa dan Albert merasa malu,dengan perkataan yang Carla lontarkan, sepertinya mereka berdua memang sudah gila saat ini, karena memilih menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak baik..


Hingga beberapa menit kemudian, kini mereka semua sudah duduk disofa yang ada ruang tamu tersebut, untung saja Dewa dan Albert tidak sampai merusak nya, jadi mereka masih bisa berkumpul di dalam ruang tamu yang terlihat seperti kapal pecah


Banyak barang barang dan hiasan yang sudah hancur dan rusak, karena pertengkaran yang mereka lakukan..


Dan kini Mama Ana telah menyuruh Carla untuk masuk kedalam kamar tamu guna menidurkan Putra nya yang sudah ketiduran,


Mama Ana tidak mau, jika cucu tampan nya itu, harus melihat perdebatan sengit yang akan segera terjadi,

__ADS_1


Setelah Carla menghilang masuk kedalam kamar yang ada didepan ruangan itu, Mama Ana langsung menatap tajam kearah kedua putra nya,


Dan kali ini, mama Ana ingin meminta penjelasan kepada Dewa terlebih dahulu..


"Dewa, apakah kau tidak mau menceritakan kejadian 3 tahun yang lalu kepada mama mu ini? " tanya mama Ana membuat Dewa menegakkan wajahnya menatap kearah sang mama


"Iya, Dewa mau ma, maafkan Dewa karena sudah merahasiakan keberadaan Carla dari Albert ma, "jelas Dewa merasa bersalah, membuat Albert berdecih dengan kesal


" Cih, pria seperti ini yang mama anggap sebagai putra mama? bahkan dia sengaja berpura-pura tidak tahu tentang keberadaan wanita yang sangat aku cintai, padahal dia tahu betul jika kita semua sedang mencari keberadaan Carla,andai saja dia memberitahu ku sejak 3 tahun yang lalu, aku yakin semua tidak akan menjadi serumit ini ma, aku pasti sudah menikah dengan Carla dan putra ku akan mengenal ku sebagai ayah nya" ucap Albert menimpali dengan perasaan kesal


Mama Ana yang mendengar perkataan Albert pun langsung menyuruh pria itu untuk diam, mama Ana tidak mau, jika Albert kembali menyalahkan Dewa lagi,


Karena hal itu lah yang akan membuat suasana kembali memanas


"Cukup Al, kau berhenti menyalahkan Dewa, karena semua ini bukan kesalahan dirinya,seharusnya kau mencoba intropeksi diri mu sendiri, kenapa juga Dewa tidak mau memberitahu keberadaan Carla kepada mu, mungkin saja Dewa melakukan semua itu karena permintaan dari Carla"


"Tidak... itu sangat mustahil ma,! Carla sangat mencintai ku tiga tahun yang lalu, aku yakin jika Carla mengetahui aku sedang mencari dirinya, pasti dia mau kembali kepada ku ma" jawab Albert tak mau kalah


Hingga tak lama kemudian, terdengar suara wanita yang menyangkal pernyataan Albert tersebut..


"Tidak Tante.....! itu semua tidak lah benar, Albert, kau jangan terus terusan menyalahkan Dewa, karena dirinya tidak bersalah dalam hal ini, aku memilih bersembunyi dari mu itu semua murni dari keinginan ku sendiri, karena kau Telah membuang ku dan ingin menggugurkan kandungan ku, jadi sudah cukup menyalahkan orang lain Albert, aku sungguh tidak bisa menerima mu, dulu, maupun saat ini"Jelas Carla yang baru saja keluar dari kamar tamu tersebut..


Ketiga orang itu langsung menatap kedatangan Carla, mama Ana ingin mencari solusi saat ini juga...


"Carla, ayo duduklah nak, ada yang ingin mama tanyakan kepada mu" panggil mama Ana membuat Carla mulai duduk didepan mereka bertiga...


"Maaf jika karena kehadiran Carla telah membuat kedua putra mama menjadi bermusuhan ma" ujar Carla penuh penyesalan..

__ADS_1


mama Ana tersenyum sangat ramah, menatap wajah cantik Carla, begitu juga dengan kedua pria tersebut, yang tak kalah menatap wajah Carla dengan tatapan mendamba dan penuh cinta


__ADS_2