Benih Cinta Yang Tak Dianggap

Benih Cinta Yang Tak Dianggap
Dewa koma


__ADS_3

Tidak terasa satu bulan sudah berlalu begitu cepat, tapi tidak ada tanda tanda kesehatan Dewa semakin membaik, bahkan pria itu telah mengalami koma selama satu bulan ini..


Dan dokter juga telah menyatakan jika keadaan Dewa tidak siuman juga, maka dengan terpaksa mereka harus mencabut selang oksigen dan alat lain nya yang selama ini menempel di tubuh Dewa..


Carla yang mengetahui hal itu pun, merasa sangat tidak setuju, karena entah mengapa dia sangat yakin jika Dewa suami nya akan segera siuman dari koma nya tersebut..


"Carla...! " panggil Albert yang baru saja tiba di rumah sakit itu,


Dia sengaja datang karena mendapatkan perintah dari mama Ana untuk mengantarkan pakaian ganti dan juga bekal makanan untuk dirinya..


Carla yang masih termenung duduk sambil menatap wajah Dewa pun langsung menolehkan kepala nya untuk melihat ke asal suara itu..


"Kak Albert" ucap Carla terkejut


Pasal nya dia tidak menyadari kapan pria itu masuk kedalam ruangan rawat tersebut..


"Maaf jika aku telah mengejutkan mu, "

__ADS_1


"Iya, tidak apa kak, sepertinya aku saja yang tidak mendengar langkah kaki kak Albert" jawab Carla berusaha tersenyum..


Albert benar-benar merasa sangat sedih ketika melihat penampilan Carla yang terlihat kurus dan juga kurang tidur,


Dia sadar, jika karena perbuatan nya di masa lalu, ternyata telah membuat banyak orang menjadi menderita karena ulah nya,..


Entah harus bagaimana Albert membalas kejahatan yang dia lakukan kepada kedua orang yang ada didepan mata nya saat ini,


Albert bahkan telah menyewa para dokter terbaik dari luar negri untuk mengobati penyakit yang Dewa derita, tapi sayang semua nya tetap sama tidak ada perubahan sedikit pun


Kini Albert memberanikan diri untuk menatap wajah wanita malang tersebut, sambil menyodorkan paperbag yang dia pegang di kedua tangan nya..


"Terimakasih kak, baiklah jika begitu aku akan ke kamar mandi sebentar, kakak tidak keberatan kan menjaga suami ku sebentar? " tanya Carla memasang wajah tidak enak..


Albert tersenyum tipis, seperti nya Carla benar-benar menganggap dirinya seperti orang lain untuk seorang Dewa..


"Tentu saja tidak, Dewa adalah adik ku, dan aku bertanggung jawab untuk menjaga nya juga Carla"

__ADS_1


"Iya, benar yang kakak katakan, jika begitu aku pamit sekarang" izin Carla melangkah kan kaki nya masuk kedalam kamar mandi..


Setelah melihat kepergian Carla, Albert langsung duduk di kursi yang ada disamping ranjang,


Dia memegang tangan Dewa dan juga mengelus nya..


Ruangan itu terdengar sangat sunyi, hanya ada suara.. yang berbunyi lemah...


"Dewa, kenapa kau tidak sadar juga? apakah kau lebih suka berada di alam mimpi mu itu Dewa? " tanya Albert sedih..


"Asal kau tahu Dewa, aku benar-benar sangat menyesal. dengan perbuatan ku di masa lalu kepada dirimu, sedari kecil. aku selalu memaki mu,. menghina mu dan juga memarahi mu, aku sungguh tidak tahu jika perbuatan ku itu telah menorehkan rasa trauma dan juga sakit di dalam hati itu mu itu Dewa, aku sungguh tidak tahu, dan setelah kau pergi meninggalkan keluarga kita, aku mengira jika kau tidak akan pernah bisa bangkit, tapi apa yang aku tebak semua nya salah, karena dengan gagah berani dan kerja keras yang kuat kau dapat menjadi seorang pria kaya raya, tapi aku juga tidak tahu jika kau melakukan itu semua tanpa beristirahat sedikit pun, bahkan kau rela membuat tubuh mu sendiri menjadi lemah lunglai tak berdaya, aku sungguh bersalah Dewa, aku adalah seorang pria yang sangat buruk " ucap Albert menetes kan air matanya..


Setelah itu Albert kembali melanjutkan pembicaraan nya lagi, agar Dewa bisa mendengar nya dari alam mimpi itu..


"Sekarang, apakah kau menyerah Dewa, jika benar begitu, maka jangan salah kan aku jika. aku harus merebut istri mu Dewa, aku sangat mencintai nya, dan aku mempunyai kesempatan yang besar untuk merebut dirinya dari mu, Carla tidak pantas memiliki seorang suami lemah seperti mu Dewa, " teriak Albert yang sengaja mengancam...


Hingga tak lama kemudian, Albert melihat jari tangan Dewa yang mulai bergerak secara spontan, dan tentu saja hal itu membuat Albert merasa terkejut serta bahagia..

__ADS_1


"Dewa... kau bisa menggerakkan jari tangan mu, apakah kau sudah sadar Dewa? " tanya Albert senang,


Setelah itu dengan cepat Albert langsung mencet tombol telfon darurat yang ada dinding ruangan itu....


__ADS_2