
"Bunda......! "
"Bunda..., cini cama Al" panggil seorang anak yang berusia 3tahun, anak itu terlihat sangat tampan dan juga rupawan,
Dari tampang nya saja sudah bisa dipastikan jika dia adalah seorang anak dari keturunan keluarga kaya raya,
Karena walaupun menggunakan pakaian yang biasa saja, tetap saja aura berkelas dari anak tersebut tetap menyeruak ke atas permukaan..
Hingga tak lama kemudian, datang lah seorang wanita yang di panggil dengan sebutan bunda, wanita itu terlihat semakin bersinar dan juga cantik, di usia nya yang sudah memasuki 25 tahun..
Wanita itu langsung berlari untuk memeluk anak kecil tersebut dan mencium nya dengan sangat gemas...
"Kenapa sayang nya Bunda? apakah kamu suka jalan jalan ditempat ini? " tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Carla
Ya, dia lah Carla, seorang wanita kuat yang berani mengambil resiko besar untuk mengubah takdir kehidupan nya sendiri,
Carla memutuskan untuk pergi bersama bibi nya yaitu bibi Monic, menuju ke sebuah pedesaan yang cukup jauh dari kota mana pun, wanita itu memilih tinggal ditempat tersebut karena tempat itu adalah tempat yang tak bisa dijangkau oleh kekuasaan Albert maupun keluarga nya,
Carla, benar benar merasa sangat syok, tepat nya 3 tahun yang lalu, saat dia dan bibi Monic baru pindah menuju ke kota C, ternyata para anak buah papa Jordan sudah mulai mencari dirinya, untung saja Carla dapat mengetahui hal itu dari Dewa yang saat itu masih ikut bersama dengan dirinya,
Hingga akhirnya demi keselamatan Carla dan juga Bayi yang dia kandung, Dewa memutuskan untuk membawa Carla pindah dari kota C tersebut
Dan setelah berhasil menyembunyikan Carla ditempat yang aman, baru lah Dewa memutuskan untuk pergi, untuk membuat cita citanya menjadi kenyataan,
Hingga akhirnya setelah 3 tahun bekerja keras, Dewa berhasil menjadi seorang pengusaha kaya raya yang menjadi pesaing berat untuk perusahaan keluarga nya sendiri, yaitu perusahaan "Justin corporation"
"Iya, Al sangat cuka bunda, telimakasih ya kalena bunda sudah membawa Al main ke taman ini" jawab anak itu dengan nada cadel nya,
Sungguh hal itu benar benar membuat Carla merasa sangat gemas, dan dia langsung mencubit kedua pipi putra nya sambil tersenyum dengan lucu
__ADS_1
"Cakit bunda, kenapa bunda jahat sekali, selalu cubit pipi Al sepelti ini"
"Maaf sayang, habis nya kamu sangat menggemaskan dan, tampang mu juga sangat tampan persis seperti papa mu,"
"Papa..., memang nya Papa dimana Bunda? bukan nya papa sudah disyulga ya? " tanya Al yang membuat Carla menjadi bingung untuk menjawab nya,
Apakah dia tidak berdosa karena sudah membohongi putra nya sendiri, dan mengatakan jika orang yang masih hidup menjadi sudah meninggal dunia,
Entah lah.. Carla juga tidak tahu, apakah itu semua dosa atau tidak, tapi satu hal yang Carla tahu, jika saat ini Albert dan Dina pasti sudah hidup bahagia, bahkan mungkin saja jika mereka berdua telah memiliki anak yang cantik dan juga tampan, melebihi ketampanan putra nya..
"Iya, papa suruh berada disyurga sayang, dan Al harus rajin mendoakan papa, agar papa bisa hidup dengan bahagia di sana"
"Pasti bunda, sekalang ayo kita main lagi Bunda" ajak Al yang langsung menarik tangan Carla untuk berlari menuju ke arah hamparan rerumputan yang sangat luas
Carla dengan bahagia ikut berlari bersama putra nya tersebut, walau didalam hati nya saat ini dia benar-benar merasa bersalah karena telah menyatakan jika Albert sudah meninggal dunia
Carla mencoba menyembunyikan kesedihan nya itu dari sang putra, jangan sampai putra kecil nya itu tahu jika dirinya memiliki kesedihan yang sangat mendalam
Setelah puas bermain main di lapangan yang mempunyai banyak permainan dan juga pemandangan indah, kini Carla mengajak Al untuk beristirahat di sebuah bangku,
Hingga tak lama kemudian, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang tak lain adalah Raka...
"Hai jagoan om, maaf ya jika om telat datang nya" ucap pria itu langsung duduk disamping tubuh Al
Al tersenyum dengan bahagia, akhirnya dia mempunyai teman bermain yaitu om Raka..
"Om,kenapa datang tellambat, Al sudah dali tadi tungguin om disini"
"Benarkah..! maaf ya, itu semua karena om sangat sibuk dengan pekerjaan om, saat ini om sedang membangun sebuah perusahaan di kampung ini, agar kampung kita memiliki lapangan pekerjaan untuk para pemuda pemudi dikampung ini sayang"
__ADS_1
"Wah... om Laka hebat ya, nanti kalau Al sudah besal, Al pengen jadi kayak om Laka"
"Bagus dong sayang, sekarang ayo kita beli es krim" ajak Raka kepada putra nya Carla..
Carla tersenyum senang melihat kebahagiaan dari putra nya tersebut, dia sungguh merasa bersyukur, karena walaupun Al tidak mempunyai sosok. seorang ayah kandung nya, tapi anak itu tidak kekurangan kasih sayang dari seorang pria yang sangat menyayangi nya dengan tulus
Dan setelah membeli ice krim, mereka bertiga kembali duduk dibangku panjang itu lagi
Al tampak bersemangat menyantap dua buah ice krim yang ada di kedua tangan nya, sedangkan Raka, pria itu mulai menatap ke arah samping untuk melihat wajah Carla
"Carla, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada mu? " tanya Raka menatap intens
"Memang nya kakak mau bertanya apa? seperti nya serius sekali? "
"Iya, ini memang sangat serius Carla, dan kau harus menjawab pertanyaan ku dengan jujur"
"Baiklah, aku pasti akan menjawab pertanyaan mu dengan sangat jujur kak, " jawab Carla mencoba tersenyum
Membuat Raka menarik nafas nya dengan dalam dan mencoba mengeluarkan nya kembali..
"Carla, apakah kau masih mencintai Albert, sehingga kau tidak mau menerima pernyataan cinta yang di ungkapkan oleh Dewa, apakah kau tidak mencintai pria itu sedikit pun Carla? " tanya Raka yang berhasil membuat jantung Carla berhenti berdetak..
Tidak... seperti nya mereka semua sudah salah paham dengan keputusan yang Carla ambil agar memilih untuk tidak menikah terlebih dahulu.
Dan sekarang Carla harus menjelaskan nya kepada Raka, agar pria itu tidak salah paham kembali
"Kak, sepertinya kau sudah salah paham, sebenarnya aku sangat mencintai Dewa, tapi aku takut... jika Keluarga Justin akan menemukan ku dan mengambil putra ku, aku tidak bisa hidup tanpa dia kak" jelas Carla meneteskan air matanya,
Sungguh sebenarnya Raka sangat mengetahui perasaan wanita malang tersebut, tapi dia juga tidak bisa melihat Dewa yang merasa sedih karena tidak bisa mendapatkan seorang wanita yang sangat dia cintai....
__ADS_1